2 Kisah Teladan Contoh Akhlak Rasulullah Dalam Kehidupan Sehari-Hari

kisah-teladan-akhlak-rasulullah

image : imageslove.net

KISAH TELADAN AKHLAK RASULULLAH. Sahabat Quran yang sama-sama mencintai Nabi Muhammad SAW, pada artikel kali ini penulis ingin berbagi beberapa kisah pendek dari kehidupan sehari-hari Nabi kita, yang dapat kita teladani dan kita aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Sungguh benar Allah SWT dengan firmannya yang menyatakan bahwa Muhammad SAW itu adalah contoh dan suri tauladan terbaik bagi umat manusia, sebagaimana firman-Nya,

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah.”
(QS Al-Ahzab:21).

Kisah-kisah teladan contoh akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari, yang akan penulis bagikan kali ini, insya Allah dapat menjadi bahan cerita, untuk kita ceritakan kembali kepada putra-putri kita tercinta ataupun adik-adik kita tercinta. Harapannya tentu saja agar mereka sedari dini sudah mengenal tentang berbagai sifat kemuliaan dari junjungan kita Muhammad SAW. Dengan senantiasa menceritakan kisah-kisah teladan ini ataupun kisah-kisah nabi dan rasul, kita harapkan putra-putri kita akan memiliki sosok idola pada diri junjungan kita Rasulullah Muhammad SAW. Sungguh suatu kebahagiaan tak terkira, jika putra-putri kita kelak tumbuh menjadi sosok manusia yang mampu mengimplementasikan sifat-sifat mulia yang diajarkan dan dicontohkan oleh Rasulullah SAW.

Berikut 2 kisah teladan pilihan dari sifat berani dan ikhlas yang merupakan akhlak Rasulullah yang penulis ambil dari buku “Cerdas dan Sholeh Bersama Hafiz dan Hafizah”, penerbit Al-Qolam.

SIFAT BERANI SEBAGAI CIRI AKHLAK RASULULLAH

Alkisah pada masa setelah peristiwa Hijrah, terdapat seseorang dari Bani Hasyim yang bernama Rukanah. Ia adalah seorang penggembala kambing Lembah Idham dan seorang musyrik. Rukanah adalah seorang yang berbadan besar, sangat kuat dan bengis. Ia sangat ditakuti oleh banyak orang. Tak seorang pun pernah mengalahkannya dalam hal bergulat, karena badannya yang besar dan kuat.

Pada suatu hari Nabi Muhammad SAW, memutuskan untuk pergi ke Lembah Idham. Disana beliau berjumpa dengan Rukanah. Melihat kedatangan Nabi, Rukanah langsung bangkit dan menghampiri beliau dan berkata, ” Wahai Muhammad, engkaulah yang telah menghina tuhan-tuhan Kami, Latta dan Uzza. Engkau bilang Tuhanmu Maha Perkasa dan Maha Bijaksana. Sekarang memohonlah kepada Tuhanmu yang Maha Perkasa untuk menyelamatkanmu dariku. Aku tantang kau untuk beradu gulat denganku ! Jika kau sanggup mengalahkanku, akan kuberi kau sepuluh ekor kambingku !”

Nabi Muhammad SAW, tidak gentar dengan tantangan Rukanah. Dengan cepat ia menjawab tantangan itu. “Baiklah jika itu kehendakmu !”.

Sebelum pergulatan dimulai, Nabi Muhammad SAW, berdoa kepada Allah SWT yang Maha Perkasa dan Maha Melindungi. Beliau memohon perlindungan Allah SWT, untuk bisa mengalahkan Rukanah. Demikian pula Rukanah, ia berdoa kepada Latta dan Uzza.

Lalu pertandingan pun dimulai. Nabi Muhammad SAW, menarik kaki Rukanah dan membuatnya terjatuh. Hanya dalam tempo sekejap saja Nabi Muhammad SAW berhasil mengalahkan Rukanah. Rukanah terkejut dengan apa yang baru saja dialaminya. Ia tidak percaya ada orang yang bisa mengalahkannya. Selama ini, tak ada satu orangpun manusia yang mampu mengalahkannya.

Karena merasa tidak puas, Rukanah meminta Nabi Muhammad SAW untuk bergulat lagi dengannya. Ia berseru, “Mari kita ulangi lagi dan kita lihat siapa juaranya !”

Nabi pun menerima tantangan kedua itu dengan berani dan mereka bergulat lagi. Dalam pergulatan yang kedua ini, kemenangan kembali berhasil diraih Nabi Muhammad SAW, yang bergulat dengan lindungan Allah SWT. Nabi menjatuhkan Rukanah ke atas tanah dan menduduki dadanya.

Setelah pertandingan selesai, Nabi Muhammad SAW mengajak Rukanah untuk memeluk Islam. Namun Rukanah menolaknya. Dengan perasaan kecewa, Nabi Muhammad SAW, kembali ke Madinah.

Sesampainya di Madinah, para sahabat Nabi telah menantinya dengan perasaan cemas. Mereka takut hal yang buruk menimpa sang Nabi, karena Lembah Idham adalah tempat yang dihindari orang. Melihat Nabi Muhammad SAW pulang dengan selamat, para sahabat pun merasa lega.

Kemudian Nabi Muhammad menceritakan apa yang telah dialaminya dengan Rukanah. Setelah itu beliau berkata kepada para sahabatnya sambil tersenyum, “Bukankah Allah SWT, telah berfirman untuk melindungiku.”

Demikianlah kisah singkat dari salah satu peristiwa yang dialami Nabi Muhammad selama berdakwah. Kisah keteladanan ini menunjukkan sebuah akhlak Rasulullah mengenai keberanian yang timbul karena didasari pada sebuah keyakinan dan kepercayaan yang utuh terhadap perlindungan Allah SWT.

SIFAT KEIKHLASAN NABI MUHAMMAD TERHADAP PENGEMIS YAHUDI

Di kota Madinah hiduplah seorang pengemis Yahudi yang buta. Pengemis itu biasa duduk di ujung pasar. Ia sangat membenci Nabi Muhammad SAW. Tak henti-hentinya ia mencaci maki Nabi dan mempengaruhi orang-orang yang lalu lalang di dekatnya. Ia berseru-seru, “Wahai saudaraku, berhati-hatilah dengan Muhammad. Dia pembohong besar dan tukang sihir !”

Pada suatu pagi, Nabi Muhammad SAW mendatangi pengemis Yahudi tersebut dan membawakan makanan. Beliau menyuapi pengemis itu dengan penuh perhatian dan kelembutan. Karena pengemis itu buta, maka si pengemis itu tidak mengetahui siapa orang yang sedang menyuapinya tersebut. Ia tidak tahu bahwa orang yang selalu dicaci makinya, yaitu Nabi Muhammad SAW adalah orang yang saat itu sedang menyuapinya dengan sabar dan penuh keikhlasan. Hampir setiap pagi Nabi Muhammad SAW membawakan makanan untuk pengemis Yahudi tersebut dan menyuapinya dengan penuh kesabaran, walaupun harus selalu mendengarkan caci maki dari si pengemis tersebut terhadap dirinya.

Sampai pada suatu hari, sepeninggal Nabi Muhammad SAW, salah satu sahabat Nabi, Abu Bakar Ash-Shiddiq mengunjungi rumah Aisyah, putrinya sendiri sekaligus juga adalah istri Nabi Muhammad SAW. Abu Bakar bertanya kepada Aisyah, “Wahai Aisyah anakku, adakah sunnah Nabi Muhammad SAW yang belum aku kerjakan ?”

Siti Aisyah pun menjawab, “Wahai Ayahku, semua sunnah Nabi Muhammad SAW telah engkau kerjakan. Namun masih ada satu sunnah lagi yang belum Ayah laksanakan”. Abu Bakar merasa penasaran dan bertanya,”Apakah sunnah itu, wahai putriku?”

“Setiap pagi Rasulullah selalu pergi ke pasar dan membawa makanan. Lalu makanan itu Beliau berikan kepada seorang pengemis Yahudi buta yang berada di sana.” Aisyah memberikan penjelasan kepada ayahnya.

Keesokan harinya, Abu Bakar pergi ke pasar kota Madinah dengan membawa makanan. Setibanya di pasar, Abu Bakar mencari pengemis buta itu, dan berhasil menemukannya. Lalu Abu Bakar memberikan makanan dan menyuapi pengemis itu seperti yang dilakukan Nabi Muhammad SAW sebelumnya. Namun tiba-tiba pengemis buta itu berteriak marah, “Siapa Kamu ini ?”

“Aku adalah orang yang biasa menyuapimu,” jawab Abu Bakar.

“Tak mungkin ! Engkau bukanlah orang yang biasa menyuapiku. Orang yang selalu datang dan menyapiku adalah orang yang lemah lembut. Ia bahkan mengunyahkan makanan itu untukku !”

Abu Bakar sangat terharu mendengar apa yang dikatakan oleh pengemis buta itu. Ia membayangkan betapa mulianya akhlak dan perbuatan Nabi Muhammad SAW.  Dengan ikhlas beliau memberi makan dan melayani orang yang selalu mencaci dan membencinya.

Kemudian Abu Bakar berkata kepada pengemis itu, “Memang aku bukanlah orang yang biasa menyuapimu, karena orang yang biasa menyuapimu sudah tiada, beliau telah meninggal dunia. Tahukah kau, bahwa beliau adalah Nabi Muhammad SAW ?”

Pengemis Yahudi itu pun sangat terkejut mendengarnya. “Benarkah ceritamu itu ? Selama ini aku selalu menghina dan memfitnahnya. Namun ia tidak pernah membalas penghinaanku. Bahkan ia malah membawakanku makanan setiap pagi. Sungguh mulia hatinya!”

Setelah mengetahui bahwa Nabi Muhammad telah tiada, dan menyadari betapa selama ini Nabi Muhammad sangat mengasihi dan peduli padanya, pengemis Yahudi itupun menjadi sangat terharu dan tersentuh akan keindahan akhlak Nabi Muhammad SAW, hingga akhirnya pengemis Yahudi itupun memeluk agama Islam. Sebuah contoh teladan sifat ikhlas yang mulia dari sosok junjungan kita Nabi Muhammad SAW, dan berbuah kesadaran untuk memeluk agama Islam dari seorang yang tadinya sangat membenci Islam dan Nabi Muhammad SAW.

Sahabat Quran, dua kisah teladan tentang akhlak Rasulullah di atas dapat menjadi hikmah pembelajaran buat kita umatnya, yang senantiasa mengidolakan dan rindu untuk bertemu dengannya. Semoga banyak hikmah dan manfaat yang bisa kita ambil dan terapkan dalam kehidupan kita saat ini.

Islam itu indah, Islam itu damai, Islam itu rahmatan lil alamin, yang akan menerangi kehidupan kita di dunia dan akherat kelak. Semoga kita senantiasa menjadi umat Nabi Muhammad yang senantiasa berusaha mencontoh perilaku dan sunnah-sunnah Rasulullah SAW. Aamiin….

Tunggu kisah-kisah teladan lanjutan dari akhlak Rasulullah pada artikel mendatang di blog Pondok Islami ini. Bagi sahabat yang ingin memiliki buku “Cerdas dan Sholeh Bersama Hafiz dan Hafizah”, terbitan Al-Qolam, bisa membuka tautan berikut ini :

Hafiz Hafizah Talking Doll Kado Terindah Buat Si Kecil

author
Author: 

    Leave a reply "2 Kisah Teladan Contoh Akhlak Rasulullah Dalam Kehidupan Sehari-Hari"