Tetap “ISTIQAMAH” Menghafal Alquran Meskipun TAK HAFAL-HAFAL

menghafal-alquran

sumber : nahimunkar.com

MENGHAFAL ALQURAN TANPA HENTI. Sahabat Quran yang setia mengikuti artikel-artikel blog Pondok Islam, perlu pembaca ketahui, salah satu tujuan penulis menerbitkan blog ini adalah sebagai sarana berbagi dalam berbagai proses belajar yang penulis sedang jalani. Penulis menyadari bahwa setiap kejadian dan peristiwa yang kita alami dalam kehidupan ini, sesungguhnya bisa menjadi hikmah pembelajaran bagi siapa saja yang mau mengambil hikmah yang terkandung di dalamnya.

Kejadian baru-baru ini yang penulis alami barangkali merupakan sebuah contoh dari hikmah dibalik suatu peristiwa tersebut. Salah satu cita-cita yang ingin penulis capai dalam kehidupan ini dan merupakan kewajiban bagi setiap muslim adalah menjadikan kitab suci Al quran sebagai pedoman hidup di dunia dan akhirat. Membaca, menghafal Alquran dan mempelajari serta menerapkan dalam setiap aspek kehidupan, merupakan ajaran utama yang disampaikan oleh Rasulullah SAW kepada kita sebagai umatnya. Menghafal Alquran merupakan kebaikan bagi seorang muslim, disamping tentu saja menjadi penghafal Alquran (hafidz Quran) akan mendatangkan berbagai keutamaan menghafal Alquran, sebagaimana hadist Rasulullah SAW yang diriwatkan oleh Aisyah ra,

“Orang yang mahir membaca Alquran kelak (mendapat tempat di surga) bersama para utusan yang mulia lagi baik. Sedangkan orang yang membaca Alquran dan masih terbata-bata, dan merasa berat dan susah, maka di mendapatkan dua pahala”

Waktu setelah maghrib menjelang shalat Isya merupakan saat yang tepat untuk membaca ataupun mempelajari Alquran. Tidak heran jika tumbuh budaya maghrib mengaji, yang juga di gaungkan oleh pemerintah melalui Departemen Agama untuk memotivasi setiap orang tua agar membiasakan kegiatan mengaji pada setiap putra-putrinya dan keluarga muslim ketika waktu maghrib. Begitu pula dengan penulis yang mencoba untuk melakukan kebiasaan ini setiap hari, walaupun hingga saat ini belum mampu dijalankan secara kontinu.

Malam itu, sesudah melaksanakan shalat magrib berjamaah, penulis sekeluarga melaksanakan kegiatan maghrib mengaji. Setelah tilawah selesai, masing-masing mulai melakukan murojaah hafalan Alquran, khususnya pada malam itu surat yang sedang akan dihafalkan adalah surat Al-Kahfi ayat 1 sampai 10. Sungguh penulis merasakan kegembiraan sekaligus kesedihan pada malam itu. Kegembiraan karena menyaksikan betapa lancar dan mudahnya anak-anak menghafalkan Alquran surat Al-Kahfi tersebut, mulai dari ayat 1 sampai 10. Hanya butuh 15-20 menit masing-masing untuk menghafal 10 ayat tersebut, Alhamdulillah.

Kesedihan dirasakan penulis saat penulis pribadi mencoba untuk mulai menghafal Alquran 10 ayat awal surat Al-Kahfi tersebut. Sungguh tidak mudah, hampir 30 menit penulis habiskan untuk mencoba 10 ayat tersebut, hingga waktu Isya tiba. Hasil akhirnya hanya 3 ayat yang berhasil penulis hafalkan dari 10 ayat target yang ingin dihafalkan.

MENGHAFAL ALQURAN TAK HAFAL-HAFAL MERUPAKAN KEBAIKAN

menghafal-alquran-tak-hafal-hafal

sumber : masjidemerald.com

Akan tetapi kesedihan tersebut segera terobati ketika penulis teringat tulisan dari seorang ustadz yang sempat penulis baca beberapa waktu lalu. Beliau mengatakan bahwa membaca dan menghafal Alquran merupakan sebuah kebaikan. Satu huruf AlQuran satu kebaikan, dan satu kebaikan 10 pahala. Bagi yang kesulitan melafalkan, satu hurufnya dua kebaikan. Berarti setiap hurufnya 20 pahala. Semakin sulit semakin banyak. Kalikan dengan jumlah pengulangan anda.

AlQuran, seluruhnya, adalah kebaikan. Menghafal AlQuran tak hafal-hafal berarti Kita telah berlama-lama dalam kebaikan. Semakin lama semakin baik. Bukankah Kita menghafal untuk mencari kebaikan ? Ketika Kita menghafal AlQuran, berarti Kita sudah punya niat yang kuat.

Rasulullah shallallahu alaihi wa salam menyebut 70 syuhada’ dalam tragedi sumur Ma’unah sebagai qari (hafizh), padahal hafalan mereka belum semua. Ini karena seandainya mereka masih hidup, mereka akan terus menghafal. Jadi, meski Kita menghafal tak hafal-hafal, sesungguhnya Kita adalah hafidzh, selama tak berhenti menghafal. Bukankah hafidzh yang sebenarnya adalah di akhirat kelak ?

Menghafal AlQuran ibarat masuk ke sebuah taman yang indah. Mestinya Kita akan merasa betah, bukan sebaliknya ingin buru-buru keluar. Menghafal Alquran namun tak hafal-hafal, adalah cara Allah memuaskan Kita menikmati taman itu. Masya Allah, Tersenyumlah…

Ketika Kita menghafal AlQuran, meskipupn tak hafal-hafal, maka dapat dipastikan, paling tidak, selama menghafal, mata Kita, telinga Kita, dan lisan Kita tidak sedang melakukan maksiat. Semakin lama durasinya, semakin bersih panca indera Kita.

Memegang mushaf adalah kemuliaan, dan melihatnya adalah kesejukan. Kita sudah mendapatkan hal itu saat menghafal kendati tak hafal-hafal. Adakalanya kita banyak dosa. Baik yang terasa maupun tak terasa. Dan menghafal Alquran walaupun tak hafal-hafal adalah kifaratnya, di mana, barangkali, tidak ada kifarat lain kecuali itu.

Baca juga artikel berikut : Cara Menghafal Alquran Tanpa Menghafal

Tak hafal-hafal saat menghafal Alquran adakalanya, karena Allah sangat cinta kepada kita. Allah tak memberikan ayat-ayat-Nya sampai kita benar-benar layak dicintai-Nya. Jika kita tidak senang dengan keadaan seperti ini, maka pertanyaannya adalah kepada siapa sebenarnya selama ini kita mencintai ? Ini yang disebut “dikangenin ayat”.

Menghafal Alquran tak henti karena tak hafal-hafal tentu secara fisik melelahkan. Akan tetapi inilah lelah yang memuaskan, karena setiap lelahnya dicatat sebagai amal sholeh. Semakin lelah semakin sholeh. Menghafal tak hafal-hafal, tapi terus menghafal tanpa lelah, tandanya Kita di pintu hidayah. Tandanya jauh dari nafsu. Jauh dari nafsu tandanya dekat dengan ikhlas. Dan ikhlas lahirkan mujahadah yang hebat.

Istiqamah… Istiqamah dan terus ISTIQAMAH… Itulah jalan kemuliaan. Semoga Kita semua senantiasa diberikan kenikmatan bercengkrama dan berlama-lama dengan Alquran. Aamiin.

 

Wallahu’alam bishawab…

Semoga Bermanfaat…

 

author
Author: 

    Leave a reply "Tetap “ISTIQAMAH” Menghafal Alquran Meskipun TAK HAFAL-HAFAL"