PENSIUN DARI KEBIASAAN SCROLL MULAI BERKARYA LEWAT KONTEN. Di zaman sekarang, jujur aja hampir semua orang pegang HP lebih lama daripada pegang gelas air minum. Mulai dari bangun tidur sampai mau tidur lagi, jempol kita kerja lembur, scroll, scroll, scroll. Kadang niatnya cuma bentar, tapi tau-tau satu jam lewat begitu saja.
Fenomena ini bukan cuma terjadi pada anak muda. Orang dewasa, pekerja kantoran, ibu rumah tangga, bahkan para pensiunan pun sama. Kita hidup di era di mana ponsel seperti magnet: kuat banget narik perhatian.
Tapi masalahnya, kalau kita cuma jadi penonton, ya hidup digital kita cuma habis dipakai buat konsumsi, bukan produksi. Padahal sekarang, siapa pun bisa bikin konten. Bahkan, yang lebih menarik lagi, siapa pun bisa menghasilkan income tambahan dari konten termasuk para pensiunan.
Nah, artikel ini pas banget buat kamu yang merasa jempolnya sudah lelah cuma untuk scroll tanpa arah. Mungkin ini saatnya “pensiun dari kebiasaan scroll” dan mulai berkarya lewat konten.
Kenapa Harus Mulai Ngonten di Era Sekarang?
Mungkin itu yang muncul di benak sahabat pembaca, saat membaca paragraf awal di atas, betul ya? Nah, di bawah ini beberapa alasan yang menurut penulis sebab mengapa harus mulai ngonten, tak peduli apapun latar belakang dan profesi atau skill yang sahabat miliki.
1. Karena dunia sekarang hidup di layar
Entah kita suka atau nggak, kenyataannya informasi, hiburan, edukasi, dan interaksi paling banyak terjadi di media sosial. Tinggal pilih: kamu mau cuma menikmati arus, atau mau ikut mengalirkan sesuatu yang bermanfaat?
2. Konten sekarang jadi CV baru
Kalau dulu orang dikenal lewat kartu nama, sekarang lewat konten. Konten itu jejak digital. Orang jadi tau kamu peduli apa, bisa apa, dan suka apa.
Bahkan untuk pensiunan, konten bisa jadi “penanda manfaat” sesuatu yang bisa kamu tinggalkan, dan bisa menolong banyak orang tanpa perlu buka kelas atau turun langsung ke lapangan.
3. Konten itu ladang pahala dan ladang penghasilan
Ngonten itu ada dua jalur:
- Konten yang bermanfaat jadi pahala, insya Allah pahala jariyah
- Konten yang konsisten bisa membuka peluang ekonomi
Dan dua-duanya bisa berjalan bersamaan. Mau berbagi pengalaman hidup? Bisa.
Mau sharing hal-hal teknis dari pekerjaan yang dulu kamu kuasai? Bisa.
Mau cerita perjalanan spiritual, keluarga, pernikahan, kesehatan? Sangat bisa. Sekarang orang mencari jujur, bukan sempurna. Dan dari situlah peluang muncul.
4. Untuk pensiunan, konten itu jembatan agar tetap relevan
Pensiun bukan berarti berhenti berkarya. Justru setelah berhenti dari pekerjaan formal, waktu yang lapang bisa jadi ladang produktivitas versi baru.
Ngonten itu aktifitas ringan yang:
- Bisa dilakukan dari rumah
- Nggak butuh tenaga besar
- Fleksibel
- Bisa dikembangkan pelan-pelan
- Dan bisa menjaga pikiran tetap aktif
Bahkan banyak pensiunan sekarang yang viral dan menginspirasi hanya karena mereka mau membagikan pengalaman hidupnya dengan jujur.
Kenapa Banyak Orang Tidak Mulai?
Ada beberapa alasan klasik:
1. Merasa terlambat
Padahal di media sosial tidak ada istilah “ketinggalan jaman”. Ada banyak kreator yang mulai di usia 40, 50, bahkan 70 tahun dan tetap dicintai audiens. Audiens suka sosok yang autentik. Bukan yang pura-pura.
Penulis pribadi pun mulai belajar ngonten di usia menjelang 50 tahun, melalui tulisan-tulisan di blog Pondok Islami ini yang bertema islami. Selain itu juga di media sosial Threads yang bertemakan seputar pensiunan produktif.
2. Merasa tidak punya kemampuan teknis
Ngonten itu bukan perkara editing rumit, semua bisa memulai dari hal-hal sederhana di keseharian seperti :
- Foto
- Tulisan pendek
- Cerita sehari-hari
- Opini ringan
Teknis bisa dipelajari sambil jalan.
3. Merasa tidak ada yang menarik dari hidupnya
Ini sangat keliru, justru hal-hal simple yang banyak dicari:
- Cara mengatur keuangan
- Tips hidup sehat
- Cerita keluarga
- Pengalaman kerja
- Renungan hidup
- Seni mengasuh anak
- Cara menghadapi masalah
- Perjalanan spiritual
- Tips rumah tangga
- Masakan rumahan
Hidupmu lebih berarti dari yang kamu kira.
Mulai dari Mana? Ini Tahapannya
1. Tentukan niat dan tujuan
Niatnya apa:
- Mau berbagi manfaat?
- Mau dokumentasikan perjalanan hidup?
- Mau punya aktivitas produktif?
- Mau bangun komunitas?
- Atau mau menghasilkan uang juga?
Tujuan ini akan bantu sahabat agar bisa untuk konsisten, karena konsistensi adalah hal yang paling penting saat kita terjun di dunia pembuatan konten.
2. Pilih satu platform
Jangan semuanya langsung dipakai, mulai dari yang paling kamu nyaman. Pilihan paling mudah:
- Threads (menulis pendek, ringan banget)
- Instagram (visual dan tulisan)
- TikTok (video pendek)
- Facebook (ideal untuk usia 40+ karena audiensnya aktif)
Kalau baru mulai, Threads atau Facebook cocok buat latihan.
3. Tentukan gaya konten yang nyaman
Setidaknya ada 4 gaya:
- Storytelling – cocok untuk pengalaman hidup
- Edukasi ringkas – tips, nasihat, trik
- Refleksi – renungan pendek yang relatable
- Hiburan ringan – humor, perspektif lucu, cerita harian
Ambil gaya yang paling kamu nikmati.
4. Buat konten yang simple dulu
Contoh sederhana:
- Tulisan 3–5 kalimat
- Foto momen kecil sehari-hari
- Video 10 detik tanpa bicara, hanya teks
- Catatan singkat dari pengalaman hidup
Yang penting: mulai tanpa beban.
5. Lakukan ritme konsisten tapi santai
Tidak perlu setiap hari, sahabat bisa memulainya dengan frekuensi tertentu yang sahabat rasa nyaman. Misalnya :
- 3 kali seminggu
- atau 2 kali seminggu
- atau cukup 1 konten per minggu tapi stabil
Yang penting, mulai dulu, nikmati prosesnya dan terus konsisten. Perlahan tapi terus berlanjut dan meningkat sedikit demi sedikit.
Trik Ngonten yang Mudah untuk Pemula & Pensiunan
Berikut ini trik yang penulis juga lakukan untuk mulai ngonten di Threads :
1. Gunakan fitur draft
Kalau menggunakan Threads, saat kita membuat utas (konten yang kita posting di Threads) bisa menggunakan fitur jadwal, yaitu fitur untuk membuat draft utas, yang bisa kita edit atau ubah sebelum jadwal posting yang kita tentukan.
Jadi saat tiba-tiba muncul ide, langsung aja tulis dulu, kemudian jadwalkan beberapa waktu ke depan. Di lain waktu atau kemudian hari bisa dipoles atau diperbaiki, jika dirasa ada yang harus diupdate/dikoreksi.
2. Gunakan template
Ada banyak format siap pakai seperti:
- “3 hal yang aku pelajari tentang…”
- “Kalau aku bisa ulang hidup, aku akan…”
- “Jangan ulangi kesalahanku…”
Template sangat menghemat waktu, dan saat ini sudah banyak tools AI untuk membantu konten kreator membuat postingan utas di Threads. Seperti customGPT Instant Viral yang juga penulis gunakan untuk ngonten di Threads.
Penggunaannya juga sangat mudah, dan sangat membantu untuk merapihkan dan menyesuaikan gaya bahasa atau tone serta pemilihan diksi yang sesuai dengan audience dari akun kita.
3. Jadikan pengalaman hidup sebagai bahan konten
Sahabat pembaca siapapun dan berapapun usianya pasti punya pengalaman hidup. Apalagi sahabat pembaca yang saat ini menjelang masa pensiun atau bahkan sudah memasuki masa pensiun, pasti punya 40–60 tahun pengalaman hidup.
Itu adalah gudang konten yang tidak ada habisnya. Tinggal kita olah dan sajikan dalam bentuk kalimat-kalimat yang jujur dan bisa relate dengan audience yang sesuai dengan niche atau topik yang dipilih.
4. Tulis apa adanya, jangan dibuat-buat
Audiens menyukai kejujuran, tidak perlu terlihat sempurna, yang penting apa adanya. Konten seperti ini menurut pengamatan penulis saat ini sangat disukai oleh banyak orang.
5. Gunakan Gaya cerita pendek (Storytelling) sebagai bahan edukasi
Gaya menyampaikan sebuah cerita, memang tidak pernah luput dari perhatian. Orang sangat senang mendengarkan cerita, dan cerita-cerita pendek sangat disukai. Seperti misalnya:
- Masalah keluarga
- Pengalaman kerja
- Pelajaran saat membesarkan anak
- Perjalanan spiritual
- Kegagalan yang berharga
Ini powerful banget menarik perhatian dari pembaca.
6. Konsisten bukan berarti tiap hari
Konsisten artinya dilakukan secara terus menerus, tidak berhenti sampai di minggu kedua, atau bahkan di bulan kedua saja. Konsistensi sangat penting dalam membuat konten, dan bisa dilakukan peningkatan secara bertahap.
7. Jangan takut engagement rendah
Semua orang pernah mulai dari sepi, fokus saja pada proses, bukan angka. Semakin memiliki jam terbang, insya Allah ilmu dan wawasan membuat konten akan semakin berkembang.
Peluang Ekonomi dari Ngonten
Walaupun niat utamanya mungkin bukan uang, tapi tetap perlu tahu bahwa dunia konten sekarang punya banyak pintu rezeki. Berikut ini adalah beberapa peluang usaha dan rezeki yang bisa diperoleh lewat wasilah ngonten.
1. Afiliasi (Affiliate)
Sahabat pembaca merekomendasikan produk, jika terjual melalui link yang sahabat rekomendasikan maka sahabat akan mendapatkan komisi. Model ini sangat cocok untuk siapa saja yang berstatus pemula, terlebih para pensiunan karena :
- Tanpa modal besar (di awal cukup hp dan internet serta kemauan untuk belajar)
- Tanpa stok barang (karena barang akan dikirim langsung dari produsen)
- Cukup posting konten di platform yang sahabat miliki
- Bisa dilakukan darimana saja selama ada akses gadget/laptop dan internet
2. Monetisasi platform
TikTok, YouTube, Facebook, dan Instagram punya berbagai program pembayaran kreator. Yang dibutuhkan hanya konsistensi.
3. Jasa berbasis pengalaman
Bagi pensiunan yang punya pengalaman panjang, konten bisa membuka jalan untuk:
- Mengisi seminar kecil
- Kelas berbagi pengalaman
- Mentoring ringan
- Menjadi narasumber
4. Kerja sama dengan brand
Brand justru suka konten kreator yang matang dan serius. Tidak harus banyak follower, yang penting kontennya jujur dan relevan.
Kenapa Judul Ini Penting: “Pensiun dari Kebiasaan Scroll”
Karena kebiasaan scroll itu diam-diam “mencuri waktu produktif”. Scrolling itu pasif,
Ngonten itu aktif. Scrolling hanya konsumsi, Ngonten = kontribusi.
Scrolling bikin kita sibuk lihat karya orang, ngonten bikin kita menciptakan karya sendiri. Scrolling bikin waktu hilang, ngonten bikin jejak hidup tertinggal.
Scrolling tidak menghasilkan apa-apa, ngonten bisa menghasilkan banyak hal, manfaat, komunitas, bahkan rezeki.
Kamu Tidak Terlambat, dan Tidak Harus Jago
Mulai pelan-pelan, mulai dari hal kecil, mulai dari pengalamanmu sendiri. Kalaupun kontenmu hanya dibaca 10 orang, ingatlah:
Mungkin 1 dari 10 itu benar-benar terbantu.
Dan itu sudah cukup untuk disebut karya. Selamat memulai perjalanan baru untuk berkarya lewat konten, dan kalau kamu ingin sungguh-sungguh belajar ngonten, penulis sangat merekomendasikan belajar ngonten di komunitas Skillforcuan. Silahkan sahabat pembaca membuka artikel kami sebelumnya tentang Kelas Digital Marketing dari Skillforcuan.
Demikianlah artikel singkat tentang pensiun dari kebiasaan scroll dan mulai berkarya lewat konten.
Semoga bermanfaat, barakallahu fiikum.


