Adab Mendengar Al Quran Agar Mendapat Rahmat Allah

ADAB MENDENGAR AL QURAN. Al Quran adalah firman Allah subhanahu wata’ala yang diturunkan sebagai petunjuk hidup bagi umat manusia. Sebagai sebuah kitab yang berisi firman Allah, maka Al Quran tidak bisa diperlakukan sebagaimana kitab-kitab biasa atau bacaan biasa yang dibuat atau pun hasil karya dari manusia.

adab-mendengar-al-quran

Ada adab mendengar Al Quran yang harus diperhatikan dan ditaati oleh setiap muslim terhadap Al Quran. Selain adab saat membaca Al Quran, mendengarkan bacaan Al Quran pun, memiliki adab tersendiri yang sangat penting dipatuhi agar mendapatkan rahmat dan berkah-Nya.

Dari berbagai sumber yang penulis pelajari dan kumpulkan, maka bisa dijabarkan beberapa adab mendengar Al Quran yang harus dilakukan atau dipatuhi, yaitu :

1. Penuh Perhatian, tenang dan Khusyuk

Adab mendengar Al Quran yang pertama adalah mendengarkan dengan tenang, penuh perhatian dan khusyuk atas setiap ayat yang sedang dibaca. Hal ini sesuai dengan perintah Allah subhanahu wata’ala dalam Al Quran, yaitu surat Al A’raf ayat 204,

Allah berfirman,

وَإِذَا قُرِئَ ٱلْقُرْءَانُ فَٱسْتَمِعُوا۟ لَهُۥ وَأَنصِتُوا۟ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

Artinya : “Dan apabila dibacakan Al-Quran, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat.” (QS. Al-A’raf : 204)

Ayat ini menekankan pentingnya sikap mendengarkan dengan sungguh-sungguh dan penuh dengan ketenangan dan khusyuk ketika Al-Quran dibacakan, agar mendapatkan rahmat Allah subhanahu wata’ala.

al-a'raf-ayat-204

Dalam laman website Majelis Ulama Indonesia (MUI) dijelaskan berkenaan dengan hal tersebut, Imam as-Suyuthi dalam kitab Al-Itqan fi Ulumil Qur’an menjelaskan:

يُسَنُّ الِاسْتِمَاعُ لِقِرَاءَةِ الْقُرْآنِ وَتَرْكُ اللَّغَطِ وَالْحَدِيثِ بِحُضُورِ الْقِرَاءَةِ قَالَ تَعَالَى {وَإِذَا قُرِئَ الْقُرْآنُ فَاسْتَمِعُوا لَهُ وَأَنْصِتُوا لَعَلَّكُمْ} .

Artinya : “Disunnahkan untuk mendengarkan al-Qur’an dengan seksama, tanpa membuat gaduh dan bicara sendiri. Karena Allah SWT berfirman: Dan ketika Alquran dibacakan, maka dengarkanlah. Agar supaya kalian mendapatkan rahmat”. (Lihat Al-Itqan fi Ulumil Qur’an, Juz 1, h 381)

Ini menunjukkan betapa besar pahala dan keberkahan yang dapat diperoleh dari mendengarkan bacaan Al-Quran dengan sepenuh hati. Ketika mendengarkan bacaan Al-Quran, penuh perhatian, tenang dan khusyuk maka kita bisa meresapi dan memahami pesan yang terkandung di dalamnya.

Bagi sahabat yang ingin bisa rutin mendengarkan murottal Al Quran dan tidak ingin terdistraksi (terganggu) dengan berbagai notifikasi seperti di HP / gadget bisa memiliki Speaker Quran Al Akram ataupun produk terbaru MP3 Quran Digital Q-Pod Al Akram. Kedua produk tersebut sudah dilengkapi dengan murottal 30 Juz lengkap dari berbagai qori dan ceramah serta video kajian keislaman.

Baik kita lanjut pembahasannya, pertanyaan berikutnya adalah bagaimana dengan sebagian besar orang yang tidak mengerti arti /makna dari ayat yang sedang dibaca ? Apakah juga akan mendapatkan keberkahan ?

Syekh Ibnu Utsaimin rahimahullah pada suatu waktu ditanya, “Apakah seseorang yang membaca Al-Qur’an akan mendapatkan pahala meskipun dia tidak faham artinya?” Beliau kemudian menjawab: “Al-Qur’an Al-Karim itu barokah, sebagaimana firman Allah ta’ala :”

وَهَٰذَا كِتَٰبٌ أَنزَلْنَٰهُ مُبَارَكٌ مُّصَدِّقُ ٱلَّذِى بَيْنَ يَدَيْهِ وَلِتُنذِرَ أُمَّ ٱلْقُرَىٰ وَمَنْ حَوْلَهَا

Artinya : “Dan ini (Al Quran) adalah kitab yang telah Kami turunkan yang diberkahi; membenarkan kitab-kitab yang (diturunkan) sebelumnya dan agar kamu memberi peringatan kepada (penduduk) Ummul Qura (Mekah) dan orang-orang yang di luar lingkungannya.” (QS. Al-An’am : 92)

Seseorang akan mendapatkan pahala dengan bacaannya, baik dia memahami atau tidak memahaminya. Akan tetapi maksud terbesar dari mendengarkan dan memperhatikan dengan tenang adalah agar pendengarnya mentadaburi, memahami maknanya dan mengamalkan apa yang ada di dalamnya, yaitu sebagai pengingat sekaligus peringatan dari Allah subhanahu wata’ala untuk hamba-Nya.

Jadi, seyogyanya sebagai seorang mukmin yang senantiasa berusaha untuk menjadi mukmin terbaik, maka bisa membaca Al-Qur’an saja tentu tidaklah cukup. Berusaha untuk bisa memahami kandungan ayat-ayat Al Quran merupakan keharusan yang selalu ditanamkan dalam diri kita.

Bagaimana mungkin kita yang dibebankan kewajiban untuk mengamalkan apa yang diperintahkan Allah dalam firman-Nya, tapi tidak memahami arti perintah-perintah-Nya tersebut? Dan tidak selayaknya apa yang tidak / belum mampu dilakukan itu sebagai alasan untuk meninggalkan dari sesuatu yang bisa mendatangkan kebaikan untuknya.

Sebagaimana firman Allah :

فَاتَّقُوا اللَّهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ

Artinya : “Maka bertakwalah kepada Allah sesuai dengan kemampuan anda semua.” (QS. At-Tagabun : 16)

2. Menjaga Sikap Hormat

Saat kita mendengarkan bacaan Al Quran maka adab mendengar Al Quran berikutnya yang harus kita amalkan adalah menunjukkan rasa hormat kita kepada Allah melalui firman-Nya yang sedang dibaca. Dalam Al-Quran surah Al-Furqan ayat 73, Allah SWT memuji orang-orang yang mendengarkan ayat-ayat-Nya dengan penuh perhatian dan mereka tidak bersikap seperti orang tuli dan buta.

وَٱلَّذِينَ إِذَا ذُكِّرُوا۟ بِـَٔايَٰتِ رَبِّهِمْ لَمْ يَخِرُّوا۟ عَلَيْهَا صُمًّا وَعُمْيَانًا

Artinya : “Dan orang-orang yang apabila diberi peringatan dengan ayat-ayat Tuhan mereka, mereka tidak bersikap seperti orang-orang yang tuli dan buta.”(QS. Al-Furqon : 73)

Menjaga sikap hormat saat mendengarkan Al-Quran adalah hal yang sangat penting. Sikap hormat ini bisa diwujudkan dalam berbagai bentuk, seperti duduk dengan posisi yang sopan, tidak berbicara atau bercanda, dan menghindari aktivitas yang tidak pantas.

Sikap hormat juga tercermin dari cara kita berpakaian saat mendengarkan bacaan Al-Quran. Meskipun tidak ada ketentuan khusus tentang pakaian, berpakaian sopan dan rapi menunjukkan bahwa kita menghargai bacaan Al-Quran dan menghormati siapa saja yang membacakannya.

Rasulullah SAW bersabda dalam hadits riwayat Abu Dawud dan Tirmidzi,

إِنَّ اللَّهَ جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ

Artinya : “Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan.” (HR. Abu Dawud & Tirmidzi)

Dengan menjaga sikap hormat, kita juga turut mendidik diri kita sendiri dan orang-orang di sekitar kita untuk menghargai dan menghormati Al-Quran. Ini adalah salah satu bentuk ibadah yang dapat meningkatkan kualitas spiritual dan moral kita sebagai umat Muslim.

3. Memahami Makna dan Tafsir

Selain mendengarkan dengan penuh perhatian, bersikap hormat, memahami makna dan tafsir dari ayat-ayat yang dibacakan juga menjadi adab mendengar Al Quran berikutnya yang tidak kalah penting. Al-Quran bukan hanya untuk didengar, tetapi juga untuk dipahami dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagaimana dijelaskan pada adab pertama di atas, bahwa memahami makna dan tafsir dari ayat yang sedang dibaca menjadi sangat penting. Pada Al Quran surat Muhammad ayat 24 Allah SWT berfirman,

أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ ٱلْقُرْءَانَ أَمْ عَلَىٰ قُلُوبٍ أَقْفَالُهَآ

Artinya : “Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al-Quran ataukah hati mereka terkunci?” (QS. Muhammad : 24)

Memahami makna ayat-ayat Al-Quran dapat dilakukan dengan membaca AlQuran terjemahan dan tafsirnya. Hal ini akan membantu kita untuk lebih memahami konteks dan pesan yang ingin disampaikan oleh Allah SWT. Dalam hal ini, belajar dari ulama atau mengikuti kajian tafsir juga bisa menjadi cara yang efektif untuk menggali lebih dalam makna Al-Quran.

Dengan memahami makna dan tafsir Al-Quran, kita akan lebih mudah untuk mengamalkan ajarannya dalam kehidupan sehari-hari. Kita tidak hanya mendengar bacaan Al-Quran sebagai sebuah ritual, tetapi juga sebagai pedoman hidup yang nyata dan aplikatif.

4. Mengikuti Bacaan dengan Hati

Mendengarkan bacaan Al-Quran dengan hati yang terbuka dan tulus adalah bagian dari adab mendengar Al Quran yang perlu kita jaga. Allah SWT berfirman dalam surah Az-Zumar ayat 23,

ٱللَّهُ نَزَّلَ أَحْسَنَ ٱلْحَدِيثِ كِتَٰبًا مُّتَشَٰبِهًا مَّثَانِىَ تَقْشَعِرُّ مِنْهُ جُلُودُ ٱلَّذِينَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ ثُمَّ تَلِينُ جُلُودُهُمْ وَقُلُوبُهُمْ إِلَىٰ ذِكْرِ ٱللَّهِ ۚ

Artinya : “Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik, yaitu Al-Quran yang serupa (ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang, yang gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah.” (QS. Az-Zumar : 23)

Ayat ini mengingatkan kita bahwa mendengarkan Al-Quran dapat menggugah hati dan jiwa kita jika kita mendengarkannya dengan hati yang ikhlas. Mengikuti bacaan dengan hati berarti kita mencoba untuk merasakan setiap kata dan pesan yang disampaikan dalam Al-Quran.

Hal ini bisa membuat kita merasa lebih dekat dengan Allah dan lebih memahami ajaran-Nya. Bahkan dalam hadits riwayat Muslim, Rasulullah SAW pernah menangis saat mendengar bacaan Al-Quran dari Ibnu Mas’ud karena begitu terharu dengan makna yang dibacakan.

Untuk mengikuti bacaan dengan hati, kita bisa mencoba untuk membayangkan bahwa ayat-ayat yang dibacakan adalah pesan langsung dari Allah kepada kita. Dengan cara ini, kita akan lebih terhubung dengan bacaan Al-Quran dan merasakan keberkahannya dalam hidup kita.

5. Menghormati Pembaca Al-Quran

Menghormati orang yang membaca Al-Quran juga merupakan bagian dari adab yang penting. Mereka yang membaca Al-Quran dengan baik dan benar adalah orang-orang yang memiliki hubungan dekat dengan kalam Allah.

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, Utsman bin ‘Affan radhiyallahu ‘anhu berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ

Artinya : “Yang paling baik di antara kamu adalah orang yang belajar Al-Quran dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari)

Menghormati pembaca Al-Quran bisa diwujudkan dengan mendengarkan mereka dengan penuh perhatian dan memberikan apresiasi atas usaha mereka. Tidak hanya itu, kita juga bisa mendukung mereka dengan menyediakan lingkungan yang nyaman dan mendukung untuk membaca Al-Quran.

Selain itu, menghormati pembaca Al-Quran berarti kita juga menghargai usaha mereka dalam mempelajari dan menyampaikan firman Allah. Ini adalah bentuk penghormatan kepada ilmu dan usaha yang telah mereka lakukan untuk menjaga dan menyebarkan ajaran Islam melalui bacaan Al-Quran.

Demikianlah beberapa akhlak mulia atau adab mendengar Al Quran yang harus kita ketahui dan amalkan terkait dengan adab mendengar bacaan Al Quran, agar mendapatkan berkah dan rahmat dari Allah Azza Wajalla. Semoga artikel ini bisa bermanfaat dan mendatangkan keberkahan bagi penulis pribadi, juga pembaca semua pada umumnya.

Jika terdapat kesalahan ataupun kekurangan pada artikel ini, mohon dimaafkan karena semata terjadi akibat dari kekurangan, kefakiran ilmu pengetahuan penulis pribadi, dan segala yang benar semata hanya milik Allah subhanahu wata’ala.

Barakallahu fiikum.

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Investasi terbaik untuk pendidikan anak di rumah
This is default text for notification bar