Kisah Abdurrahman Bin Auf Menolak Tawaran Kekayaan Serta Hikmahnya

KISAH ABDURRAHMAN BIN AUF SAAT MENOLAK TAWARAN BISNIS & KEKAYAAN SERTA HIKMAHNYA. Abdurrahman bin Auf adalah salah satu sahabat Rasulullah SAW yang memiliki jejak inspiratif khususnya dalam dunia perdagangan. Kisah hidupnya yang penuh keberanian, kejujuran, dan keberkahan menjadi sumber inspirasi bagi para pengusaha dan pedagang hingga saat ini.

kisah-abdurrahman-bin-auf

Pada artikel kali kita akan ikuti jejak dan kiprah Abdurrahman bin Auf dalam dunia perdagangan, dengan sebuah cerita dari sekian banyak kisah hikmah sahabat Rasulullah yang satu ini. Semoga dari kisah ini kita semua bisa mengambil hikmah pembelajarannya.

Abdurrahman bin Auf tumbuh dalam keluarga Quraisy yang terpandang dan memiliki kekayaan yang melimpah. Ia terbiasa hidup dalam kemewahan dan kenyamanan. Namun, saat mendengar kabar tentang Rasulullah SAW dan ajaran Islam yang dibawanya, Abdurrahman merasa tertarik dan terpanggil untuk memeluk agama baru tersebut.

Dalam perjalanan hidupnya setelah memeluk agama Islam, Abdurrahman bin Auf merupakan salah satu dari para sahabat nabi memiliki bakat dan kecerdasan dalam bidang perdagangan atau bisnis. Beliau tidak hanya menjadi seorang muslim yang saleh, memiliki jiwa enterpreneurship yang kuat dan berani mengambil risiko dalam mengembangkan usahanya. Keberanian inilah yang menjadi kunci utama kesuksesannya dalam dunia perdagangan.

Perjalanan Bisnis Abdurrahman Bin Auf

Pada awalnya, Abdurrahman bin Auf memulai bisnis dengan modal yang terbatas. Ia menjalankan perdagangan yang relatif sederhana, seperti memperjualbelikan barang-barang kecil dalam pasar lokal. Namun, dengan kerja keras, ketekunan, dan kemampuan bisnis yang luar biasa, bisnis Abdurrahman bin Auf pun tumbuh dengan pesat.

Salah satu inovasi bisnis yang dilakukannya dan menjadi keunggulan Abdurrahman bin Auf, adalah dalam perdagangan emas dan perak. Pada saat itu, perdagangan logam mulia merupakan bisnis yang jarang dilakukan oleh orang Arab.

Namun, Abdurrahman memiliki keberanian untuk mengeksplorasi pasar ini. Ia menjalin hubungan dengan para pedagang yang mengimpor emas dan perak dari luar kota Mekah, serta memiliki jaringan bisnis yang luas di berbagai wilayah.

Dengan keberanian, kecerdikan dan jaringannya yang luas tersebut, Abdurrahman bin Auf mampu memperluas wilayah penyebaran bisnisnya sehingga mendapatkan akses ke pasar yang lebih luas. Jangkauan bisnisnya tidak hanya terbatas pada perdagangan lokal di kota Mekah dan sekitarnya, akan tetapi juga melakukan ekspansi bisnis hingga ke luar kota Mekah.

Keberhasilan bisnisnya membawa keberkahan bagi dirinya dan komunitas Muslim di sekitarnya. Selain inovasi, kecerdikan dan keberanian dalam berbisnis, Abdurrahman bin Auf juga dikenal dengan prinsip-prinsip etika bisnis yang kuat. Ia menjalankan bisnisnya dengan kejujuran, integritas, dan keadilan.

Meskipun bisnisnya berkembang pesat dan kekayaannya semakin terus bertambah, Abdurrahman bin Auf tidak terlena dengan semua kekayaannya itu, ia selalu mengutamakan kepentingan umat dan selalu ringan tangan dalam berbagi kekayaannya kepada komunitas muslim secara adil.

Ia dikenal sebagai saudagar kaya yang sangat dermawan karena sering memberikan sebagian hartanya untuk disedekahkan kepada kaum Muslimin yang membutuhkan dan perjuangan kaum muslim.

Kisah inspiratif Abdurrahman bin Auf dalam dunia perdagangan tidak hanya menjadi cerita yang menginspirasi generasi saat itu, tetapi juga memberikan pelajaran berharga bagi pengusaha dan pedagang masa kini. Jejaknya yang penuh keberanian, inovasi, dan integritas menjadi sumber inspirasi bagi mereka yang ingin menjalankan bisnis dengan berkah dan mengutamakan nilai-nilai Islam.

Menolak Tawaran Bisnis & Kekayaan Sahabat Anshar

Ketika Abdurrahman bin Auf hijrah ke Madinah, ia menemukan sebuah komunitas yang ramah dan penuh kebaikan. Para sahabat Rasulullah SAW, yang dikenal sebagai kaum Anshar, dengan tulus menyambut kedatangannya. Mereka adalah orang-orang Madinah yang telah memeluk Islam sebelum kedatangan Rasulullah dari Mekah.

Salah satu keunikan komunitas Anshar adalah semangat mereka dalam berbagi dan saling membantu. Mereka mengetahui bahwa sahabat Abdurrahman bin Auf adalah seorang pedagang sukses yang memiliki bisnis besar dengan harta kekayaan yang berlimpah saat di Mekah.

Mereka ingin mengambil bagian dalam membangun umat Islam yang baru di Madinah. Oleh karena itu, beberapa sahabat Anshar datang kepada Abdurrahman dengan tawaran bisnis yang menarik.

Salah satu sahabat Anshar bernama Saad bin Rabi’ah mendekati Abdurrahman dengan penuh kehangatan. Ia menjelaskan bahwa para sahabat Anshar ingin membagikan kekayaan mereka dengan Abdurrahman, sehingga ia dapat memulai kembali bisnisnya di Madinah. Saad menawarkan agar Abdurrahman memilih salah satu dari dua opsi yang diajukan.

Pilihan pertama adalah memperoleh setengah kekayaan Saad, serta mendapatkan bantuan dan dukungan finansial dari para sahabat Anshar lainnya. Dengan demikian, Abdurrahman dapat memulai bisnisnya di Madinah dengan modal yang besar dan jaringan yang kuat.

Pilihan kedua adalah agar Abdurrahman menerima uang tunai sebagai bantuan langsung dari para sahabat Anshar. Namun, Abdurrahman bin Auf, dengan sikap rendah hati dan penuh keberanian, menolak tawaran tersebut.

Ia memberikan apresiasi yang tinggi terhadap kemurahan hati sahabat Anshar, tetapi ia tidak ingin menjadi beban bagi mereka. Abdurrahman menegaskan bahwa dirinya mampu berdiri sendiri dan dapat mencapai kesuksesan melalui usahanya sendiri.

Abdurrahman kemudian meminta Saad untuk membantunya menemukan pasar yang baik untuk bisnisnya di Madinah. Saad dengan senang hati menunjukkan tempat-tempat strategis di Madinah yang berpotensi untuk memulai usaha, serta membantu Abdurrahman membangun jaringan bisnis di kalangan sahabat Anshar dan penduduk Madinah.

Dengan keberanian dan semangatnya, serta cara berdagang Abdurrahman bin Auf, maka dalam waktu singkat berhasil membangun bisnisnya di Madinah. Ia menjalankan perdagangan dengan kejujuran, keberanian, dan integritas. Bisnisnya berkembang pesat, dan kekayaannya semakin bertambah.

Meskipun demikian, Abdurrahman tetap rendah hati dan dermawan. Ia menggunakan kekayaannya untuk kepentingan umat, memberikan sedekah dan membantu mereka yang membutuhkan.

Inspirasi Hikmah Kisah Abdurrahman Bin Auf

Kisah inspiratif Abdurrahman bin Auf saat hijrah ke Madinah dan mendapatkan tawaran bisnis dari para sahabat Anshar mengajarkan kepada kita beberapa pelajaran penting, yaitu :

  1. Pentingnya memiliki sikap rendah hati, keberanian, dan kemandirian dalam menjalankan bisnis. Abdurrahman menunjukkan bahwa meskipun diberikan tawaran yang menggiurkan, ia memilih untuk tetap mandiri dan mengandalkan kemampuan dan inisiatif pribadinya.
  2. Kerjasama dan saling membantu antar umat muslim dalam membangun masyarakat yang kokoh dan sejahtera merupakan hal yang sangat penting dan menjadi dasar berkembangnya sebuah peradaban yang kuat. Para sahabat Anshar dengan tulus ingin berbagi dan membantu Abdurrahman dalam membangun bisnisnya.
  3. Sifat tulus dan ikhlas dalam memberikan bantuan, ditunjukkan oleh para sahabat Anshor. Meskipun Abdurrahman menolak tawaran tersebut, akan tetapi sikap mereka tidak berubah, tetap dermawan dan terus saling membantu di antara para sahabat dalam kehidupan mereka di Madinah.
  4. Pentingnya memiliki keberanian dalam menghadapi tantangan bisnis, inovasi dalam mencari peluang, dan integritas dalam menjalankan usaha.
  5. Kesuksesan bisnis sejati tidak hanya tentang keuntungan materi semata, tetapi juga tentang memberikan manfaat kepada masyarakat dan menjalankan bisnis dengan keberkahan.

Demikianlah secuplik inspirasi kisah Abdurrahman bin Auf yang dapat terus menjadi bahan bakar motivasi untuk kita semua. Baik dalam masalah bisnis dengan selalu berkontribusi positif bagi masyarakat sekitar kita, juga dalam hal sikap-sikap keteladanan yang ditunjukkan oleh Abdurrahman bin Auf dan para sahabat Anshor.

Wallahu’alam bishawab.

sumber : Dari berbagai sumber di internet dan buku-buku shirah sahabat

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Template Tema Qurban & Idul Adha Terbaru
This is default text for notification bar