Kisah Hikmah Surah Ibrahim Ayat 40

surah-ibrahim-ayat-40-mendoakan-anak-sholat
gambar ilustrasi (pixabay.com)

SURAH IBRAHIM AYAT 40. Setiap orang tua muslim pasti menghendaki putra dan putrinya kelak menjadi anak yang sholeh dan sholehah. Bermanfaat bagi orang banyak dan selamat dunia serta akhirat. Salah satu perintah yang wajib kita ajarkan sedari kecil kepada putra-putri kita adalah shalat 5 waktu.

Karena shalat merupakan tiang dari agama, bila shalatnya baik maka akan baiklah amalan-amalan lainnya, begitu pula bila shalatnya tidak terjaga maka rusak pulalah amalan-amalan lainnya. Oleh karenanya mengajarkan shalat 5 waktu kepada putra-putri kita merupakan sebuah pekerjaan yang tidak mudah, bahkan cenderung sulit.

Terlebih bila kita sebagai orang tua juga tidak memberikan contoh perilaku tersebut, dengan senantiasa menjaga shalat 5 waktu kita dengan baik. Firman Allah SWT dalam Alquran tentang kewajiban Shalat :

ٱتْلُ مَآ أُوحِىَ إِلَيْكَ مِنَ ٱلْكِتَٰبِ وَأَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ ۖ إِنَّ ٱلصَّلَوٰةَ تَنْهَىٰ عَنِ ٱلْفَحْشَآءِ وَٱلْمُنكَرِ ۗ وَلَذِكْرُ ٱللَّهِ أَكْبَرُ ۗ وَٱللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ

“Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan” (QS. Al ‘Ankabuut : 45)

Begitu pula pesan junjungan kita Nabi Muhammad SAW dalam hadist berikut ini :

Diriwayatkan dari ‘Abdullah bin Qurt radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Amalan seorang hamba yang pertama kali dihisab pada hari Kiamat adalah shalat. Jika shalatnya baik maka baiklah seluruh amalannya dan jika buruk maka buruklah seluruh amalannya.” (HR. Thabraani)

Wasiat terakhir yang diucapkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelang beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam wafat adalah shalat, sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:
“Jagalah shalat, jagalah shalat dan berlaku baiklah terhadap budak-budak yang kamu miliki.” (HR. Abu Dawud dan dishahihkan oleh Syaikh al-Albani)

Jelaslah sudah betapa pentingnya kita menjaga ibadah shalat kita, begitu pula pentingnya kita mendidik putra-putri kita agar kelak mampu menjaga ibadah shalat mereka. Tanpa pendidikan dari kecil dan pembiasaan sejak dini dalam urusan ibadah shalat ini, jangan berharap putra-putri kita mampu menjaganya kelak dengan baik, kecuali berharap semata-mata atas hidayah Allah saja.

Kisah Hikmah Amalan Doa Surat Ibrahim 40

Bagaimana caranya membuat putra-putri kita shalat dengan kesadaran mereka sendiri tanpa perlu berdebat dan tanpa perlu berulangkali diingatkan ? Barangkali sudah cukup banyak pembahasan tentang berbagai cara atau metode pendidikan keluarga, untuk membiasakan dan mendidik putra-putri kita agar dapat menjalankan ibadah shalat atas kesadaran mereka sendiri.

Pada artikel kali ini penulis ingin berbagi sedikit kisah inspirasi yang penulis dapatkan dari sahabat penulis, yang sempat men-sharingkan kisah ini. Terlepas dari nyata atau tidaknya, tetapi apa yang ditulis dalam kisah ini menurut penulis layak untuk dijadikan salah satu bentuk ikhtiar kita sebagai orang tua, ketika mengharapkan putra-putri kita kelak menjadi anak-anak yang sholeh dan sholehah.

Berikut rangkaian kisah yang menunjukkan tentang kemustajaban doa, khususnya doa yang terdapat dalam Surah Ibrahim ayat 40.

Anak2 anda tidak mau sholat .. ? atau mereka sampai membuat anda capek saat mengingatkan untuk sholat .. ?

Mari kita lihat bagaimana kita bisa merubah ini semua. Biidznillah.

“Seorang sahabat berkisah : “Aku akan menceritakan satu kisah yg terjadi padaku “
“Saat itu, anak perempuanku duduk di kelas 5 SD, sholat baginya adalah hal yg sangat berat. Hingga suatu hari aku berkata kepadanya : “Bangun .. !! Sholat .. !!”, dan aku mengawasinya.

“Aku melihatnya mengambil sajadah, kemudian melemparkannya ke lantai. Kemudian ia mendatangiku, Aku bertanya kepadanya : “Apakah kamu sudah sholat .. ?”. Ia menjawab : “Sudah”. Kemudian aku Mencubitnya. Aku tahu aku salah, tetapi kondisinya memang benar-benar sulit. Aku menangis, Aku benar2 marah padanya, aku rendahkan dia, dan aku menakut-nakutinya akan siksa Allah. Tapi, ternyata semua kata-kataku itu tidak ada manfaatnya.

Suatu hari, seorang sahabatku bercerita suatu kisah, “Suatu ketika ia berkunjung kerumah seorang kerabat dekatnya. Ketika datang waktu sholat, semua anak-anaknya langsung bersegera melaksanakan sholat tanpa diperintah. Aku berkata padanya “Bagaimana anak-anakmu bisa sholat dengan kesadaran mereka tanpa berdebat dan tanpa perlu diingatkan ?

Ia menjawab,”Demi Allah, aku hanya ingin mengatakan padamu bahwa sejak jauh sebelum aku menikah aku selalu memanjatkan DO’A ini, dan sampai saat ini pun aku masih tetap berdo’a dengan DO’A tersebut. Setelah aku mendengarkan nasehatnya, aku selalu tanpa henti berdoa dengan do’a ini, dan menjadikan doa ini sebagai bagian dari doa sehari-hari yang biasa aku panjatkan.

Dalam sujudku, saat sebelum salam, ketika witir, dan disetiap waktu-waktu mustajab. Demi Allah wahai saudara-saudaraku. Anakku saat ini telah duduk dibangku SMA. Sejak aku memulai berdoa dengan doa itu, anakku lah yang rajin membangunkan kami dan mengingatkan kami untuk sholat, begitu pula dengan semua adik-adiknya.

Alhamdulillah,mereka semua selalu menjaga sholatnya. Sampai-sampai saat ibuku berkunjung dan menginap di rumah kami, ia tercengang melihat anak perempuanku bangun pagi, kemudian membangunkan kami satu persatu untuk melaksanakan sholat subuh.

Aku tahu anda semua penasaran ingin mengetahui doa apakah itu?

Yaaa .. doa ini ada di Surah Ibrahim Ayat 40, yang berbunyi :

رَبِّ ٱجْعَلْنِى مُقِيمَ ٱلصَّلَوٰةِ وَمِن ذُرِّيَّتِى ۚ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَآءِ

Rabbij’alni muqimas salati wamin zurriyati rabbana wataqobbal du’a

“Ya Robbku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang yg tetap melaksanakan sholat. Ya Robb kami, perkenankanlah doaku” (QS. Ibrahim : 40 )

Demikianlah sedikit kisah tentang kemustajaban Do’a, yang merupakan salah satu keutamaan dari doa Surah Ibrahim ayat 40 ini.

Doa .. Doa .. dan Doa .. itulah memang senjata yang dimiliki oleh seorang mukmin. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW :

“Tidak ada yang dapat menolak takdir (ketentuan Allah) kecuali doa dan tidak ada yang dapat menambah umur kecuali berbuat kebaikkan.” (HR Tirmidzi)

Jadi sebagai seorang mukmin sekaligus orang tua, janganlah pernah lelah untuk senantiasa berikhtiar dan berdoa. Terlebih bila doa tersebut untuk kebaikan putra-putri kita tercinta.

Pelajaran Dari Surah Ibrahim Ayat 40

Dari kisah hikmah di atas kita bisa mengambil pelajaran penting, bahwa dunia ini seluruhnya adalah milik Allah. Jadi, jika kita memiliki kebutuhan terhadap dunia, ya sudah seharusnya jika kita mendekati Sang Pemilik dunia, Allah subhanahu wata’ala.

Jika butuh apapun terkait dengan dunia, maka perbanyaklah doa, perbanyak tilawah Quran, perbanyak puasa dan sedekah, setelah itu bertawakallah kepada Allah. Serahkan segala urusan kita kepada Allah subhanahu wata’ala.

Usaha kita adalah bagaimana memenuhi hak Allah subhanahu wata’ala. Jika kita telah memenuhi hak-Nya, maka Allah yang akan mendatangi kita dan memberikan apa yang kita pinta sesuai dengan skenario-Nya yang terbaik, apalagi jika terkait dengan urusan anak kita.

Pasrahkan dan percayakan anak kita kepada Allah, bukan sebaliknya lebih mempercayai mahluk-Nya. Seringkali kita lebih mempercayai guru, kepala sekolah, sistem pendidikan yang diterapkan di sekolah, sementara usaha kita mendekat kepada-Nya, Sang Pemilik dunia justru diabaikan.

Kita harus mengambil hikmah dan mencontoh sikap Nabi Ibrahim kepada anaknya sebagimana tertera dalam Surat Ibrahim Ayat 40, yaitu :

  1. Percaya bahwa Allah subhanahu wata’ala Maha Mendengar dan mengijabah doa
  2. Senantiasa berdoa untuk anak dan cucu agar selalu taat pada Allah subhanahu wata’ala, salah satunya adalah agar mereka termasuk orang-orang yang tetap mendirikan shalat

Bacalah selalu doa Surah Ibrahim Ayat 40 ini untuk putra-putri kita, biidznillah mereka akan selalu berada dalam penjagaan dan perlindungan Allah SWT. Satu hal yang juga jangan dilupakan adalah, bahwa kita pun sebagai orang tua wajib untuk terus berikhtiar meningkat kualitas diri dan keimanan kita, agar kitapun dapat menjadi orangtua yang sholeh dan senantiasa doa-doa kita dapat diijabah oleh Allah SWT.

Aamiin Allaahumma Aamiin

Silahkan sebarkan artikel ini, dan rasakan manfaat kebaikan demi kebaikan.

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Bikin Desain Visual Pake AI Tak Pernah Semudah Ini !
This is default text for notification bar