TIPS UNIK DAN KREATIF MENGAJARKAN ASMAUL HUSNA. Ada satu hal yang sering mengusik pikiran penulis belakangan ini. Kita, para orang tua, saat ini hidup di zaman yang serba cepat. Anak-anak kita lahir dengan gadget di tangan.
Mereka bisa lebih betah menonton kartun di YouTube berjam-jam daripada duduk sebentar menghafal doa. Jujur saja, saya pun sempat bingung. Bagaimana caranya mengenalkan Allah kepada anak-anak tanpa harus membuat mereka merasa bosan?
Bagaimana membuat agama terasa hangat, bukan sesuatu yang kaku? Lalu saya menemukan sebuah pendekatan yang menurut saya sangat masuk akal: edutainment. Singkatnya, belajar sambil bermain, dan percayalah, ketika kita membalut pendidikan agama dengan cara ini, hasilnya terasa sekali.
Pertama, Asmaul Husna
Penulis memiliki pendapat bahwa pengetahuan yang pertama kali bisa kita ajarkan kepada anak-anak tentang agama adalah tentang Asmaul Husna. Mengapa harus Asmaul Husna?
Buat saya, Asmaul Husna itu pintu yang paling indah untuk memperkenalkan Allah pada anak-anak. Nama-nama-Nya bukan hanya deretan kata, tapi penuh makna.
Coba bayangkan, anak-anak kita sejak kecil akan tahu bahwa Allah itu memiliki nama-nama yang sangat istimewa dan mulia. Ar-Rahman (Maha Pengasih), atau Al-Hafizh (Maha Penjaga) dan lain sebagainya.
Anak akan merasa dicintai, dilindungi, dan dekat dengan Tuhannya. Itu bekal besar untuk hidup mereka nanti. Dan yang menarik, Asmaul Husna bisa diajarkan dengan cara sederhana, dengan beberapa tips unik dan kreatif. Tidak harus menunggu anak bisa membaca atau duduk manis lama-lama.
Tantangan Orang Tua Sekarang
Penulis juga memahami betul, mengajarkan agama di era digital itu tidak mudah. Anak cepat bosan. Mereka terbiasa dengan gambar bergerak, musik, dan hal-hal instan. Kalau kita datang dengan cara lama, biasanya mereka kabur duluan.
Makanya, kita perlu tips unik dan kreatif untuk menyampaikan pesan-pesan ajaran Islam kepada mereka. Kita tidak sedang bersaing dengan gadget, tapi kita bisa membuat suasana rumah sama serunya dengan permainan.
Bedanya, isi permainan kita lebih bermakna, karena ada unsur-unsur pembelajaran di dalam permainannya. Belajar sambil bermain merupakan tips unik dan kreatif yang pas untuk menyampaikan ajaran agama kepada anak-anak.
Tips Unik dan Kreatif Mengajarkan Asmaul Husna
Lewat artikel ini penulis ingin berbagi beberapa tips unik dan kreatif yang bisa dipraktikkan. Sederhana, tapi kalau konsisten, hasilnya terasa.
- Flashcard Asmaul Husna
Buat kartu bergambar, atau flash card asmaul husna. Misalnya Ar-Razzaq dilengkapi dengan gambar nasi atau buah. Anak lebih cepat paham karena mereka melihat simbol yang dekat dengan kehidupan.
Saat ini sudah banyak tersedia permainan flashcard Asmaul Husna siap print yang bisa dicetak sendiri di rumah, sesuai kebutuhan. Dengan paket permainan ini orangtua tidak khawatir kartu permainan ini rusak, karena setiap saat bisa dicetak ulang.
- Menyanyi Lagu Asmaul Husna
Anak-anak suka lagu. Kalau dinyanyikan bersama, suasana jadi hangat. Lama-lama mereka hafal tanpa sadar. Saya sering heran, anak bisa hafal lagu iklan dengan cepat, kenapa tidak Asmaul Husna?
- Tebak-Tebakan Nama Allah
Permainan sederhana. Kita tanya, “Kalau Allah yang Maha Melihat itu siapa?” Anak akan menjawab dengan semangat. Kalau salah, kita bisa senyum dan arahkan.
Permainan ini bisa menggunakan flashcard Asmaul Husna, ataupun bisa menggunakan poster Asmaul Husna siap print sebagai alat peraga untuk mempermudah anak-anak menghafalkan tiap-tiap nama Allah.
Selain itu bisa juga menggunakan model permainan tebak nama Allah dengan menggunakan permainan edukasi online Asmaul Husna.
- Cerita Sebelum Tidur
Menurut saya ini momen emas. Anak biasanya tenang, siap mendengar. Kita bisa bercerita singkat. Misalnya tentang anak yang takut gelap, lalu kita kenalkan Allah sebagai An-Nur (Maha Pemberi Cahaya). Cerita kecil seperti ini sering membekas lebih dalam daripada ceramah panjang.
- Drama Mini di Rumah
Tidak perlu ribet. Bisa role play sederhana. Anak berpura-pura kehilangan mainannya, lalu kita ingatkan Allah itu Al-Wajid (Maha Menemukan). Dengan cara ini, mereka belajar mengaitkan nama Allah dengan kehidupan nyata.
Jadikan Bagian dari Rutinitas
Belajar tidak selalu harus formal. Justru lebih efektif kalau masuk ke dalam aktivitas sehari-hari.
Saat makan, kita bisa bilang: “Ini rezeki dari Allah Ar-Razzaq.”
Saat sakit, ajak anak berdoa pada Allah Asy-Syafi.
Saat main di luar, ingatkan bahwa Allah Al-Khaliq menciptakan langit dan pohon.
Hal-hal kecil ini membuat anak merasa Allah dekat, bukan sekadar nama yang dihafal.
Konsistensi Itu Kunci
Saya tahu, kadang kita sebagai orang tua ingin hasil cepat. Ingin anak langsung hafal semua nama. Tapi percayalah, anak belajar dengan cara yang berbeda. Mereka butuh pengulangan, sedikit demi sedikit.
Lebih baik lima menit sehari, dengan hati gembira, daripada memaksa satu jam penuh lalu berhenti seminggu. Yang penting bukan cepat hafal, tapi tumbuh rasa cinta.
Artikel sederhana ini penulis buat bukan karena penulis sudah paling benar. Penulis pun masih belajar, masih sering jatuh bangun dalam mendidik anak. Tapi yakinlah akan satu hal: agama akan lebih mudah sampai ke hati anak kalau kita ajarkan dengan cinta dan tentu saja akan lebih mudah jika diiringi dengan kreatifitas sesuai perkembangan jamannya.
Mengajarkan Asmaul Husna lewat permainan bukan hanya soal hafalan, tapi soal menghadirkan Allah dalam kehidupan sehari-hari mereka. Dan mungkin nanti, ketika mereka dewasa, yang akan mereka ingat bukan seberapa banyak hafalan yang dipaksa masuk, tapi momen indah ketika ayah-ibunya dengan penuh cinta memperkenalkan nama-nama Allah yang indah. Aamiin Allahumma Aamiin.
Demikianlah artikel singkat tentang Tips Unik dan Kreatif Mengajarkan Asmaul Husna. Semoga bermanfaat dan bisa menjadi referensi tambahan untuk para pembaca semua.
Barakallahu fiikum.



