10 Penulis Buku Sukses Kelas Dunia Di Usia 50 Tahun

10 PENULIS BUKU SUKSES KELAS DUNIA DI USIA 50 TAHUN. Tiada kata terlambat untuk menjadi seorang penulis ! Demikianlah tagline artikel kali ini sahabat pembaca Pondok Islami. Ya, tulisan ini sengaja diangkat sebagai penyemangat buat penulis secara pribadi, mudah-mudahan juga bisa menjadi inspirasi bagi sahabat-sahabat pembaca sekalian. Utamanya bagi sahabat pembaca yang saat ini mungkin sudah tidak berusia muda lagi, akan tetapi mulai memiliki ketertarikan dalam dunia penulisan.

10-penulis-buku-kelas-dunia-usia-50-tahun

Singkatnya, sekitar semingguan yang lalu penulis mendapatkan berita di group WhatsApp alumni saat kuliah. Beritanya adalah mengenai rekan satu angkatan, yang namanya disebutkan pada salah satu media online di negeri Sakura Jepang.

Beritanya adalah tentang event penulisan yang sedang berlangsung di sana, dengan mencantumkan rekan seangkatan kuliah penulis tersebut, sebagai salah satu nara sumber. Yang menarik adalah, beliau yang saat ini berdomisili di Jepang karena mengikuti pekerjaan suami, memiliki latar belakang keahlian bukan di bidang penulisan.

Jadi sejak menikah, beliau bersama suami tinggal di Jepang karena mendapat tugas di sana sekaligus melanjutkan kuliah ke jenjang doktoral di bidang science, bidang meteorologi, khususnya keahlian di bidang perubahan iklim (climate change). Akan tetapi ternyata diam-diam beliau juga menekuni passionnya yang tersimpan sejak lama yaitu dibidang penulisan.

Itulah yang membawanya hingga bisa menjadi salah satu nara sumber dalam event kegiatan penulisan. Di laman web pribadinya, ia menceritakan tentang proses belajar menulis sampai menemukan passion di bidang penulisan ini.

Setelah mencapai kemapanan dalam karier di dalam bidang ilmu pengetahuan (dengan meraih gelar doktor bidang science), passion menulisnya justru semakin menguat dan akhirnya memutuskan untuk beralih profesi menjadi penulis, masya Allah.

Sebuah keputusan besar yang tidak mudah dilakukan bagi seseorang dengan latar belakang karier seperti rekan yang satu ini, di usia yang juga sudah tidak muda lagi. Tentu banyak hikmah yang bisa kita ambil dari kisah perjalanan rekan yang satu ini.

Akhirnya satu semangat yang penulis ambil dari kejadian tersebut adalah menjadi tagline di awal tadi, Tiada kata terlambat untuk menjadi seorang penulis !

Dan tahukan sahabat-sahabat semua, ternyata cukup banyak lho, penulis-penulis buku sukses yang menghasilkan karya besar di ceruk / tema mereka masing-masing. Nah, berikut di bawah ini penulis coba sampaikan 10 penulis buku sukses yang memulai karirnya ketika usia sudah tidak muda lagi, pada usia 50 tahun.

Mudah-mudahan kisah singkat mereka dibawah ini bisa menjadi tambahan motivasi dan semangat buat siapapun, khususnya mereka yang saat ini sudah berusia diatas 40 atau bahkan sudah memasuki usia 50. Tetap semangat, karena tiada kata terlambat untuk menjadi seorang penulis !

5 Penulis Buku Sukses Kelas Dunia

Menjadi seorang penulis bukanlah perjalanan yang memiliki batasan waktu. Kesuksesan dalam dunia sastra tidak mengenal usia, dan seringkali, beberapa penulis paling terkenal baru menemukan panggilan mereka setelah berusia 50 tahun.

Di bawah ini akan kita jelajahi kisah inspiratif tentang penulis buku terkenal dan sukses kelas dunia. Tepatnya, lima penulis buku best seller dunia yang membuktikan bahwa tidak ada kata terlambat untuk mengejar impian menjadi penulis. Mari kita lihat biografi singkat masing-masing penulis dan bagaimana mereka menemukan kesuksesan di dunia sastra di usia yang mungkin dianggap “senja” oleh banyak orang.

1. Laura Ingalls Wilder (1867–1957) – “Little House on the Prairie”

Laura Ingalls Wilder adalah seorang pionir dalam dunia sastra anak-anak dan memulai karir menulisnya di usia yang dianggap sudah sangat lanjut untuk memulai sesuatu yang baru. Lahir pada tahun 1867 di Pepin, Wisconsin, Wilder menghadapi berbagai kesulitan selama hidupnya, termasuk masa Depresi Besar. Namun, bukan usianya yang menjadi hambatan, melainkan keadaan ekonomi yang sulit.

penulis-buku-sastra-dunia-laura-ingals-wilder
Sumber gambar : https://www.pbs.org/

Laura dan keluarganya pindah-pindah di Amerika Serikat, mengalami berbagai tantangan yang kemudian menjadi bahan utama bagi karya-karyanya. Wilder memutuskan untuk mengekspresikan pengalamannya melalui tulisan. Sayangnya, baru di usia 65 tahun, Wilder merilis buku pertamanya, “Little House in the Big Woods,” yang memulai serial “Little House” yang terkenal.

Serial ini mengisahkan kehidupan keluarga Ingalls selama masa pemukiman di Amerika Serikat, membangun narasi indah tentang kehidupan di pedalaman. “Little House on the Prairie” menjadi sangat populer dan diadaptasi ke dalam serial televisi yang mendunia. Kesuksesan ini membuktikan bahwa semangat bercerita tidak pernah tua, menjadi penulis buku sukses bahkan di usia seseorang sudah mencapai angka yang signifikan bukanlah yang mustahil.

2. Frank McCourt (1930–2009) – “Angela’s Ashes”

Frank McCourt adalah contoh lain dari penulis yang menemukan panggilan mereka di usia yang lebih matang. Lahir pada tahun 1930 di Brooklyn, New York, McCourt menghabiskan sebagian besar hidupnya sebagai guru sekolah di Amerika dan di luar negeri. Meskipun dia memiliki keinginan untuk menulis, tanggung jawab sebagai pendidik dan kehidupan sehari-hari membuatnya menunda impian tersebut.

Pada usia 66 tahun, setelah pensiun dari dunia pendidikan, McCourt menerbitkan memoarnya yang terkenal, “Angela’s Ashes” (1996). Buku ini memenangkan Penghargaan Pulitzer untuk Biografi atau Otobiografi dan menggambarkan masa kecilnya yang penuh penderitaan di Irlandia.

Meskipun menulis bukanlah karier utamanya sepanjang hidupnya, kisah yang kuat dan penuh emosi dalam “Angela’s Ashes” menunjukkan bahwa kadang-kadang, keberanian untuk mengejar mimpi dapat mengubah hidup seseorang bahkan di usia senja.

3. Harper Lee (1926–2016) – “To Kill a Mockingbird”

Harper Lee adalah salah satu nama besar dalam sastra Amerika Serikat. Lahir pada tahun 1926 di Monroeville, Alabama, Lee mendapati dirinya menemukan kesuksesan besar di usia yang tidak muda lagi. Pada usia 34 tahun, “To Kill a Mockingbird” diterbitkan dan segera meraih pengakuan luas.

Namun, Lee kembali mencuri perhatian dunia ketika sekuelnya, “Go Set a Watchman,” ditemukan dan diterbitkan pada tahun 2015. Ini terjadi lebih dari lima puluh tahun setelah “To Kill a Mockingbird.” Meskipun ada kontroversi seputar pengungkapan naskah tersebut, kembalinya Lee ke panggung sastra memberikan pelajaran berharga bahwa perjalanan penulis tidak selalu mengikuti jalan yang diharapkan.

4. Millard Kaufman (1917–2009) – “Bowl of Cherries”

Millard Kaufman adalah seorang penulis dan skenario Hollywood yang menemukan dirinya sebagai penulis novel di usia yang luar biasa, yaitu 90 tahun. Lahir pada tahun 1917 di Baltimore, Maryland, Kaufman dikenal sebagai penulis skenario yang telah menulis untuk film-film terkenal seperti “Bad Day at Black Rock” (1955) dan “Raintree County” (1957).

Pada usia senjanya, Kaufman memutuskan untuk mencoba sesuatu yang baru dan mengeksplorasi dunia penulisan novel. Hasilnya adalah “Bowl of Cherries,” sebuah karya yang meraih pujian dari para kritikus. Keputusannya untuk memasuki dunia sastra pada usia yang sudah di luar ekspektasi banyak orang adalah contoh luar biasa dari semangat eksplorasi dan kreativitas yang tidak mengenal usia.

5. Mary Wesley (1912–2002) – “The Camomile Lawn”

Mary Wesley, seorang penulis asal Inggris, adalah contoh lain dari seseorang yang menemukan kesuksesan di dunia sastra di usia yang lebih tua. Lahir pada tahun 1912 di Englefield Green, Surrey, Wesley adalah seorang penulis yang menghasilkan karya-karya berharga di usia senjanya.

Debutnya sebagai penulis fiksi, “Jumping the Queue,” diterbitkan ketika ia berusia 70 tahun. Namun, karyanya yang paling terkenal, “The Camomile Lawn,” baru diterbitkan ketika Wesley berusia 74 tahun. Meskipun mungkin dianggap sebagai “pelopor terlambat,” kesuksesannya membuktikan bahwa dorongan kreatif dan kemampuan bercerita tidak pernah mati.

5 Penulis Sukses Dunia Islam

Dalam dunia Islam, terdapat banyak tokoh sastra yang membuktikan bahwa kegairahan untuk menulis dan berbagi pengetahuan tidak mengenal usia. Selanjutnya di bawah ini, kita akan mengeksplorasi 5 kisah inspiratif tentang penulis buku terkenal dari dunia Islam, yang menapaki perjalanan menulis mereka setelah usia 50 tahun.

Mari kita simak biografi singkat masing-masing penulis buku terkenal di dunia Islam.

1. Ibnu Qayyim al-Jauziyah (1292–1350 H) – “Zad al-Ma’ad”

penulis-buku-sastra-islam-ibnu-qoyyim-al-jauziyah-min

Ibnu Qayyim al-Jauziyah adalah seorang cendekiawan Islam yang terkenal karena sumbangannya dalam bidang teologi dan tasawuf. Lahir pada tahun 691 H di Damaskus, Syria, ia memiliki kecintaan yang mendalam terhadap ilmu pengetahuan sejak usia muda. Ibnu Qayyim tumbuh dalam lingkungan yang sarat dengan ilmu pengetahuan dan spiritualitas, seiring dengan pamannya yang terkenal, Ibnu Taimiyah.

Namun, Ibnu Qayyim lebih dikenal lewat karya monumentalnya, “Zad al-Ma’ad” atau “Provision for the Hereafter.” Karya ini ditulis ketika ia telah melewati usia 50 tahun. “Zad al-Ma’ad” menjadi sebuah ensiklopedia penting yang membahas masalah akhirat, fiqh, dan tazkiyat al-nafs (pembersihan jiwa). Meskipun terbilang sudah memasuki usia senja, Ibnu Qayyim tetap mendedikasikan dirinya untuk mengejar ilmu dan meninggalkan warisan intelektual yang tak ternilai.

2. Rumi (1207–1273 M) – “Mathnawi”

Jalaluddin Rumi, dikenal secara luas sebagai Rumi, adalah seorang penyair, filsuf, dan sufi terkenal dari Persia. Lahir di kota Balkh (kini Afganistan) pada tahun 1207, Rumi mengalami perubahan besar ketika keluarganya harus meninggalkan tanah kelahirannya akibat invasi Mongol. Perjalanan hidupnya membawanya ke Konya, Turki, tempat ia mendirikan tarekat sufi dan mengekspresikan spiritualitasnya melalui puisi.

Salah satu karya terbesar Rumi, “Mathnawi,” ditulis di usia yang sudah melampaui 50 tahun. Karya ini dianggap sebagai karya agung dalam literatur Sufi, menjelajahi konsep-konsep spiritual dalam bentuk puisi epik. Rumi mengajarkan bahwa penemuan makna hidup dan cinta dapat terus berkembang seiring bertambahnya usia.

3. Fatima Mernissi (1940–2015) – “Beyond the Veil”

Fatima Mernissi adalah seorang feminis, sosiolog, dan penulis asal Maroko yang dikenal karena perannya dalam membahas isu-isu gender dalam konteks Islam. Lahir pada tahun 1940 di Fes, Maroko, Mernissi menghabiskan sebagian besar hidupnya untuk memahami dan membahas peran perempuan dalam masyarakat Muslim.

Puncak dari kontribusinya datang ketika ia berusia di atas 50 tahun, dengan penerbitan karyanya yang sangat berpengaruh, “Beyond the Veil: Male-Female Dynamics in Modern Muslim Society.” Buku ini menggali isu-isu kompleks terkait peran gender dalam masyarakat Muslim, menantang pandangan tradisional dan memberikan wawasan baru tentang bagaimana Islam dapat diartikan dalam konteks gender.

4. Ahmad Deedat (1918–2005) – “The Choice: Islam and Christianity”

Ahmad Deedat adalah seorang ulama, penulis, dan orator asal Afrika Selatan yang terkenal karena karyanya yang membandingkan Islam dan Kekristenan. Lahir pada tahun 1918 di Surat, India, Deedat pindah ke Afrika Selatan pada usia muda dan menjadi tokoh yang vokal dalam mempertahankan Islam.

Salah satu karya monumental Deedat, “The Choice: Islam and Christianity,” ditulis setelah ia memasuki usia 50 tahun. Buku ini membahas perbedaan antara dua agama besar dunia dengan argumen yang kuat dan mendalam. Deedat menunjukkan bahwa semangat dakwah dan komitmen untuk memberikan pemahaman tentang Islam dapat tumbuh dan berkembang di usia senja.

5. Muhammad Asad (1900–1992) – “The Road to Mecca”

Muhammad Asad, awalnya dikenal sebagai Leopold Weiss, adalah seorang penjelajah, diplomat, dan penulis yang menemukan Islam setelah melakukan perjalanan ke Timur Tengah. Lahir pada tahun 1900 di Lviv, Austria-Hongaria (sekarang Ukraina), Asad memiliki latar belakang yang kompleks.

Puncak dari perjalanannya adalah otobiografi berjudul “The Road to Mecca,” yang ditulis setelah Asad berusia di atas 50 tahun. Buku ini menceritakan perjalanannya yang mencari kebenaran dan akhirnya menemukan Islam. Karya ini tidak hanya memberikan wawasan tentang pemikiran seorang intelektual yang mencari, tetapi juga menjadi jendela bagi pembaca untuk memahami keindahan dan kedalaman ajaran Islam.

Tentu masih banyak lagi penulis buku terkenal kelas dunia yang nama dan kisahnya belum disebutkan di atas. Minimal dari 10 penulis buku kelas dunia di atas, kita bisa mengetahui dan melihat bukti bahwa “Tiada kata terlambat untuk menjadi seorang penulis !”.

Semangat ! Man Jadda Wa jada. Semoga bermanfaat.

Wallahu’alam bishawab.

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Bikin Desain Visual Pake AI Tak Pernah Semudah Ini !
This is default text for notification bar