Kisah Nabi Syits – Nabi Yang Menerima Suhuf Terbanyak

1117 views

kisah-nabi-syits-nabi-yang-menerima-suhuf-terbanyak

NABI SYITS PENERUS WASILAH KENABIAN YANG MENERIMA SUHUF TERBANYAK. Sahabat setia Pondok Islami, kali ini kita akan melanjutkan kisah anak keturunan Nabi Adam AS dan Siti Hawa yang akan meneruskan wasilah kenabian di muka bumi ini. Setelah kejadian terbunuhnya Habil oleh Qabil saudaranya sendiri, maka Siti Hawa diberi karunia sepasang anak kembar, lelaki dan perempuan. Anak lelakinya diberi nama Syits, sedangkan anak perempuannya diberi nama ‘Azura.

Dalam kitab Qasas Al- Anbiya, disebutkan bahwa Nabi Adam AS sempat menderita sakit selama beberapa hari sebelum wafat. Saat menderita sakit itulah, Nabi Adam AS memberikan wasiatnya kepada Syits untuk menggantikan posisi kepemimpinannya dan mengingatkan Syits agar tidak memberitahukan pemberian mandat ini kepada kakaknya, Qabil, sang pendengki.

Menurut keterangan Ibnu ‘Abbas, ketika Syits dilahirkan, Nabi Adam sudah berusia 930 tahun. Nabi Adam sengaja memilih Syits sebab anaknya yang satu ini memiliki kelebihan dari segi keilmuan, kecerdasan, ketakwaan dan kepatuhan dibandingkan dengan semua anaknya yang lain.

Suatu pelajaran penting bagi kita tentang memilih seorang pemimpin dari peristiwa Nabi Adam AS di atas. Nabi Adam AS menjadikan dasar memilih pewaris kenabianya berdasarkan ketakwaan, kecerdasan dan ketaatan sebagai kriteria utama. Nabi Adam AS mengesampingkan faktor fisik, usia, postur tubuh, serta aspek-aspek lainnya.

Sebagai Nabi, Syits menerima perintah-perintah dari Allah yang tertulis dalam 50 suhuf/sahifah. Ia merupakan nabi yang menerima suhuf terbanyak.  Diriwayatkan dari Abu Dzar Al-Ghifari, dari Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam, “Sesungguhnya Allah menurunkan seratus empat puluh shahifah, dan kepada Syits sebanyak 50 shahifah.” [Tarikh Ath-Thabari 1/152].

Demikian keterangan dari Hadits Nabi SAW. yang diriwayatkan oleh Abu Dzar al-Ghifari sebagaimana dikutip dalam Tarikh Thabari (Jil. I, hal. 152).

Suhuf Nabi Syits merupakan yang terbanyak yang diterima seorang Nabi. Nabi Adam AS menerima 10 suhuf, Nabi Musa AS menerima 10 suhuf, Nabi Ibrahim AS menerima 30 suhuf dan Nabi Idris menerima 30 suhuf. Suhuf / Sahifah merupakan firman Allah SWT yang disampaikan kepada Nabi dalam bentuk lembaran-lembaran terpisah, tetapi tidak harus disampaikan kepada umatnya. Berisikan puji-pujian dan zikir kepada Allah SWT.

Berbeda dengan kitab Allah SWT, yang berjumlah 4 dan diturunkan kepada Nabi serta Rasul-Nya yaitu kitab Taurat kepada Nabi Musa AS, Zabur kepada Nabi Daud AS, Injil kepada Nabi Isa AS dan terakhir kitab Alquran kepada Nabi Muhammad SAW yang menjadi penyempurna kitab-kitab sebelumnya. Sebagaimana firman Allah SWT dalam surat Al-Maidah yang artinya :

“Dan kami telah menurunkan Kitab (Al-Qur’an) kepadamu (Muhammad) dengan membawa kebenaran, yang membenarkan kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya dan menjaganya…” (QS Al-Ma’idah : 48)

Keempat kitab itu, selain sebagai mukjizat bagi Nabi, juga wajib mereka sampaikan kepada kaum mereka masing-masing. Berisikan tentang ajaran Akidah, Ibadah, Syariah dan Muamalah.

NASIHAT NABI ADAM AS KEPADA NABI SYITS AS

Nabi Adam AS memberikan nasehat kepada Nabi Syits anaknya :

suhuf nabi syits

gambar hanya ilustrasi

“Setiap perbuatan yang kamu lakukan, renungkan terlebih dahulu akibat yang akan ditimbulkan. Seandainya aku merenungkan akibat suatu perkara, tentu aku tidak tertimpa musibah seperti ini.” 

“ baik ayah”, jawab Nabi Syits AS, kemudian Nabi Adam AS meneruskan wasiatnya “Ketika hati kamu merasakan kegamangan akan sesuatu, maka tinggalkanlah ia. Karena ketika aku hendak makan syajarah, hatiku merasa gamang, tetapi aku tidak menghiraukannya, sehingga aku benar-benar menemui penyesalan ”

“Dan anakku bermusyawarahlah mengenai suatu perkara, karena seandainya aku bermusyawarah dengan para malaikat, tentu aku tidak akan tertimpa musibah.”

Dalam kisah lain dicetuskan: Wahab bin Munabbih mengatakan, ketika Adam As meninggal, Syits As berusia 400 tahun. Dia telah diberi tabut, tali, pedang dan kudanya yang bernama Maimun yang telah diturunkan kepadanya dari surga. Apabila kuda itu meringkik, semua binatang yang melata di bumi menyambutnya dengan tasbih.

PERANG PERTAMA DI MUKA BUMI DAN AWAL MULA BERHALA

Syits telah diwasiati untuk memerangi saudaranya, Qabil. Dia pergi untuk memerangi Qabil dan akhirnya perang itu pun berkecamuk. Itulah perang pertama yang terjadi antara anak-anak Adam di muka bumi. Dalam peperangan itu, Syits memperoleh kemenangan dan dia menawan Qabil.

Qabil sebagai tawanan berkata, “Wahai Syits, jagalah persaudaraan di antara kita.” Syits berkata, “Mengapa engkau sendiri tidak menjaganya? Engkau telah membunuh saudaramu, Habil.” Kemudian Qabil ditawan oleh Syits; kedua tanganya dibelenggu di atas pundaknya, dan dia ditahan di tempat yang panas sampai meninggal. Anak-anak Qabil bermaksud menguburkannya. Tiba-tiba Iblis datang kepada mereka dalam rupa malaikat. Iblis berkata kepada mereka, “Jangan dikubur di dalam bumi.”

Iblis membawakan dua batu hablur yang telah dilubangi tengah-tengahnya. Dia menyuruh mereka memasukkan Qabil ke dalam ruang antara dua batu hablur itu, memakaikannya pakaian terindah dan meminyakinya dengan ramuan-ramuan tertentu sehingga dia tidak akan mengering. Lalu Iblis menyuruh mereka menyimpannya di sebuah rumah, diletakkan di atas kursi yang terbuat dari emas dan memerintahkan kepada setiap orang yang masuk ke rumah itu untuk bersujud kepadanya sebanyak tiga kali.

Iblis memerintahkan kepada mereka untuk merayakan upacara setiap tahun untuknya dan berkumpul di sekitarnya. Kemudian Iblis mewakilkan urusan ini kepada setan. Setan itulah yang kemudian berkomunikasi dengan mereka sehingga manusia terus-menerus sujud kepada Qabil. Qabil dan keturunannya inilah yang pertama kali menyembah api atas perintah iblis.

WAFATNYA NABI SYITS AS

Setelah menunaikan tugasnya memerangi Qabil, maka Nabi Syits pun kembali ke negerinya dan menetap di sana sebagai juru pemutus yang adil di antara manusia. Berdasarkan riwayat dari Wahab bin Munabbih, istri Nabi Adam AS, Siti Hawa, meninggal di zaman anaknya, Syits AS. Ia tidak hidup lama setelah Nabi Adam AS meninggal, yaitu satu tahun setelahnya dan meninggal pada hari Jumat di waktu yang sama dengan hari ketika dia diciptakan.

Siti Hawa dimakamkan dekat dengan makam Nabi Adam AS. Setelah kepergian mereka, Allah menurunkan 50 Suhuf/Sahifah kepada Syits As. Dialah orang pertama yang mengeluarkan kata-kata hikmah, melakukan transaksi emas dan perak, memperkenalkan jual beli, membuat timbangan dan takaran serta menjadi orang pertama yang melakukan penggalian barang tambang dari dalam bumi.

Nabi Syits AS diberi keturunan seorang putera  yang diberi nama Anusy. Cahaya dalam kening Nabi Syits AS yang merupakan cahaya Muhammad SAW, yang berpindah kepadanya dari Adam AS, setelah Anusy lahir berpindah ke keningnya putranya itu. Itulah salah satu pertanda bahwa ajalnya sudah dekat. Ia pun menyadari rambut-rambutnya yang sudah memutih. Pada tahun itu Nabi Syits AS meninggal dunia dalam usia 900 tahun.

Setelah Syits AS wafat, kedudukannya digantikan oleh anaknya, Anusy. Tabut, tali, suhuf, dan cincin Nabi Syits sebelum ia meninggal diserahkan kepada Anusy. Anusy kemudian menikah dengan seorang wanita yang memberikannya keturunan. Salah satu anak cucu keturunan Anusy bernama Ukhnukh, yang juga memiliki perilaku baik dan luhur. Kelak Ukhnukh inilah yang mewarisi cahaya Muhammad SAW dan menjadi penerus wasilah kenabian, dan lebih dikenal dengan Nabi Idris AS.

Demikianlah sahabat setia Pondok Islami, perjalanan kisah anak Nabi Adam AS dan Siti Hawa yang paling mereka sayangi yaitu Nabi Syits. Nabi Syits, nabi yang menerima suhuf paling banyak dari Allah SWT, dan dari keturunan Nabi Syits ini lah kelak yang akan menjadi pewaris wasilah kenabian umat manusia di muka bumi ini.

Catatan :
Nabi Syits merupakan nabi yang tidak disebutkan dalam Al-Quran dan berada di luar 25 nabi dan rasul yang wajib diketahui dan diimani. Nabi dan rasul yang wajib diketahui dan diimani yang berjumlah 25 orang itu, adalah mereka yang namanya disebutkan secara jelas dalam Al-Quran dan disepakati kenabian ataupun kerasulannya.

Al-Quran sendiri sesungguhnya mengisahkan tentang para nabi lebih dari 25 orang, tetapi meski kisahnya disebutkan, namanya tidak disebutkan dengan tegas. Misalnya Nabi Khidir a.s, yang memiliki kisah cukup panjang dalam Al-Quran, tapi tak satupun ayat Al-Quran yang secara jelas menyebutkan namanya. Sebagaimana Allah katakan dalam firman-Nya, yang artinya,

“Dan sesungguhnya telah Kami utus beberapa orang rasul sebelum kamu, diantara mereka ada yang Kami ceritakan kepadamu dan diantara mereka ada yang tidak Kami ceritakan kepadamu” (QS. Al-Ghafir : 78)

Riwayat-riwayat yang menjelaskan mengenai tentang Nabi Syits bersumber dari para ahli kitab Yahudi dan Nashrani atau riwayat Israiliyat yang keshahihanya tidak bisa dipertanggungjawabkan. Maka akan banyak sekali kekhilafan serta ketidakserasian dalam kisahnya. Namun yang pasti Nabi Syits AS adalah Nabi yang mulia dan telah diberikan suhuf/shahifah oleh Allah SWT sebagai petunjuk dalam menjalani kehidupannya dan keluarganya saat itu dan dari beliaulah umat manusia dengan izin Allah subhanahu wa ta’ala menyebar di muka bumi.

Kisah ini penulis bagikan dalam artikel “Kisah Nabi Syits – Nabi Yang Menerima Suhuf Terbanyak” juga dengan tujuan agar bisa melengkapi sekaligus menambah wawasan kita tentang silsilah kenabian dari awal mula Nabi Adam AS hingga nabi penutup Muhammad SAW. Semoga kita semua bisa senantiasa mengambil hikmah dari kehidupan para manusia-manusia pilihan Allah SWT tersebut.

 

Wallahu’alam bishawab.

sumber :
https://id.wikipedia.org/wiki/Set
http://www.sharingseputarislam.com/2016/07/kisah-nabi-syits-alaihis-salam.html
https://muhandisun.wordpress.com/2013/01/14/kisah-nabi-adam-alaihissalaam-wafatnya-dan-sekelumit-kisah-nabi-syits-3/
https://www.eramuslim.com/aqidah/dasar-rujukan-adanya-25-orang-nabi.htm#.Wmb8SaiWbIU

author
Author: 

    Leave a reply "Kisah Nabi Syits – Nabi Yang Menerima Suhuf Terbanyak"

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.