10 Film Perjuangan Islam : Tontonan Sebagai Tuntunan

No comment 21907 views

BELAJAR DARI FILM PERJUANGAN ISLAM. Sahabat Quran yang dimuliakan Allah. Pada artikel kali ini penulis akan memberikan informasi tentang sebuah produk paket film islami, yang insya Allah akan memberikan banyak manfaat dan hikmah serta pembelajaran, sekaligus tuntunan buat diri kita dan keluarga. Sekaligus juga bisa menjadi ladang pembelajaran tentang sejarah islam dan kisah para nabi dan rasul serta tokoh-tokoh pejuang islam yang tercatat dalam sejarah dengan tinta emas. Kebesaran dan keagungan perjalanan hidup serta dakwah mereka tentunya menyimpan hikmah luar biasa bagi kita, umat islam akhir jaman ini. Insya Allah tontonan ini dapat menambah kecintaan kita kepada agama Islam yang kita anut, serta dapat meningkatkan ketakwaan dan ketaatan kita kepada Allah SWT sang Maha Segalanya.

film-perjuangan-islam

Paket 10 Film Perjuangan Islam, begitu kira-kira judul dari produk ini. Isi dari paket ini terdiri atas 10 judul film perjuangan islam yang dikemas dalam 13 keping DVD original. Adapun kisah-kisah sejarah yang terdapat di dalamnya adalah sebagai berikut :

1. Film Perjuangan Islam “AR-RISALAH” (Sejarah Nabi Muhammad SAW)

Film perjuangan islam yang dibuat secara kolosal ini, menggambarkan perjalanan sejarah dan hidup serta dakwah Nabi Muhammad SAW. Mulai dari kali pertama kali menerima wahyu di gua Hira, hingga peristiwa Fathu Makkah, yaitu peristiwa penaklukkan kota Makkah oleh kaum muslimin yang dipimpin oleh Nabi Muhammad SAW. Semua kejadian itu memiliki nilai-nilai hikmah yang sangat luar biasa bagi kita umat islam khususnya, dan bagi umat manusia pada umumnya.

Pada kejadian Fathu Makkah itulah, Nabi Muhammad menunjukkan pada kaum kafir dan seluruh dunia pada akhirnya, bagaimana Islam membawa kedamaian, rahmatan lil alaamin. Dalam film tersebut kita bisa menyaksikan bagaimana sejarah mencatat bahwa penyebab terjadinya Fathu Makkah, bukanlah karena ekspansi militer dan nafsu Rasulullah yang ingin menuntut balas atas kekejaman yang dilakukan kaum kafir,  baik kepada Rasulullah maupun kepada kaum muslimin pengikutnya.

Begitu pula diperlihatkan bagaimana Islam itu membawa rahmat dan kedamaian, bukan kerusuhan dan kerusakan. Kaum muslimin pada saat itu sebenarnya memiliki kemampuan besar, untuk memungkinkan terjadinya pembataian terhadap musuh-musuh Islam yang ada di kota Makkah pada saat itu. Akan tetapi hal itu tidak dilakukan, kemenangan dalam Fathu Mekkah dilakukan dengan cara begitu damai. Takluknya para kafirun pun terjadi karena simpati mereka terhadap sifat belas asih, dan kasih sayang yang ditunjukkan Rasulullah dan kaum muslimin kepada musuh-musuhnya. Tidak ada sama sekali kebencian yang ditunjukkan kepada mereka, yang dahulu begitu ganas menyiksa Rasulullah dan kaum muhajirin sewaktu masih di Mekkah. Dari film perjuangan islam yang mengisahkan tentang jalan perjuangan Nabi Muhammad SAW ini, khususnya dalam peristiwa kemenangan Fathu Makkah merupakan bukti kebenaran Islam dan janji Allah SWT.

2. Film Perjuangan Islam “OMAR” (Kisah Khalifah UMAR BIN KHATTAB)

Kepemimpinannya adalah penaklukan.
Hijrahnya adalah kemenangan.
Keteladanannya adalah rahmat.

Menelusuri kembali ke era awal kehidupan Khalifah Islam kedua ini, figur pemuda berhati keras namun mempunyai kecerdasan diatas rata-rata. Cerita tentang seorang yang kelak menjadi pemimpin dengan pengaruh dan kekuasaan yg besar.Karakter Umar juga tergambar sebagai pemimpin dengan moral mulia, pemimpin yang memastikan kesejahteraan kepada rakyatnya dan memastikan kepastian hukum bagi siapapun.

Serial film perjuangan pejuang islam sekaligus salah satu Khulafaur Rasyidin, Omar Bin Khattab ini, mengandung aspek dramatis yang sangat menarik. Penggambaran kondisi Mekkah saat itu juga digambarkan dengan sangat baik, kondisi psikologis masyarakat, bentuk kultur yang ada, hingga kondisi lingkungan kota Mekkah pada saat itu. Walaupun terdapat banyak adegan-adegan perang yang epik, serial ini juga memiliki pesan-pesan penuh makna dan penuh adegan-adegan yang menggetarkan hati.

Kontroversi

Film OMAR sebagian besar syuting dilakukan di Maroko, dan serial tersebut didanai oleh MBC Group, konglomerat media swasta yang berbasis di Dubai namun dimiliki pengusaha Saudi, dan stasiun Qatar TV yang dimiliki pemerintah. Pada awalnya sempat menimbulkan perdebatan di kalangan tokoh-tokoh islam di wilayah Arab, karena bertentangan dengan keyakinan luas bahwa tokoh-tokoh Islam yang sentral tidak dapat digambarkan oleh aktor.

Dalam sejarahnya, cendekiawan Muslim tidak menyarankan penggambaran tokoh-tokoh yang dihormati dalam karya seni, dan beberapa diantaranya mengatakan bahwa itu dilarang karena dapat menyesatkan atau mendorong pada pemujaan. Itulah sebabnya mengapa mesjid dihiasi pola geometrik atau tumbuh-tumbuhan, bukannya gambar manusia atau binatang

Walaupun demikian sebagian cendikiawan Muslim ada juga yang mendukung penayangan film OMAR ini seperti ulama terkemuka asal Mesir, Syeikh Yusuf Al-Qaradhawi. Dipihak lain, sejumlah profesor berpendapat penggambaran sahabat nabi tidak dilarang. “Penggambaran itu selalu menjadi kontroversi. Namun, hal tersebut terjadi kalau dalam isi serial itu ada hasutan kebencian dan suasana permusuhan atau konflik,” ungkap Profesor Hukum Islam Universitas Al-Qassim, Khaled Al-Musleh.

Musleh berpendapat ketimbang memprotes atau melarang penggambaran sahabat nabi, lebih baik membuat ukuran yang disepakati bagaimana sebaiknya penggambaran itu. “Aturan ketat harus diterapkan itu pasti. Dengan demikian, penonton diberikan informasi dan penggambaran yang tepat,” kata dia.

Sanaa Hashem, Asossiate Profesor Institute Film Kairo, mengatakan Islam tidak melarang penggambaran selain nabi. “Itu penting guna mendorong terbangunnya dialog terkait tokoh dan cerita sejarah dibaliknya,” papar dia.

(sumber : voaindonesia.com dan republika.co.id)

3. Film Perjuangan Islam “Khulafaur RASYIDIN “

Film ini berkisah tentang para Khulafaur Rasyidin, yaitu kholifah yang melanjutkan kepemimpinan islam setelah Nabi Muhammad SAW wafat. Mereka merupakan empat sahabat Rasulullah yang arif dan bijaksana. Keempat kholifah tersebut adalah : Abu Bakar Ash-Shidiq ra. ; Umar bin Khatab ra. ; Utsman bin Affan ra. ; dan Ali bin Abi Thalib ra.

Uraian sekelumit riwayat hidup dan perjuangan serta jasa dari ke-empat kholifah tersebut digambarkan dalam film ini secara apik. Mereka bukan saja berhasil melanjutkan perjuangan Rasulullah SAW dalam menegakkan ajaran tauhid tetapi juga sukses dalam memperluas penyebaran dakwah islam sekaligus mengharumkan nama islam ke seluruh penjuru dunia pada masa itu.

Periode awal kekhalifahan dimulai sesaat setelah Nabi Muhammad SAW wafat. Para sahabat yang ditinggal Rasulullah bersepakat untuk memilih pengganti pemimpin Umat Islam dari para sahabat Nabi yang terdekat dan paling dipercaya untuk dapat menggantikan Nabi Muhammad SAW. Sejak saat itu hingga beberapa puluh tahun kemudian umat Islam berada dalam masa kekhalifahan. Keempat sahabat Nabi secara berurutan memegang amanah kekhalifahan tersebut dengan sebutan Khulafaur Rasyidin, yaitu : Abu Bakar Ash-Sidik ra, Umar Bin Khattab ra, Utsman Bin Affan ra dan Ali Bin Abi Thalib sebagai Khulafaur Rasyidin terakhir. Film ini akan mencoba untuk memaparkan secara singkat kisah dan perjalanan mereka selama menjadi khalifah.

Bagaimana kehidupan mereka sebelum dan sesudah masuk Islam? Bagaimana cara kepemimpinan mereka, dan masih banyak lagi kisah-kisah lainnya yang layak dijadikan contoh sampai akhir hayat mereka.

4. Film Kisah Perjuangan nabi “IBRAHIM” (Bapak para Nabi Kekasih Allah)

Film berikutnya adalah tentang kisah Bapak para Nabi, yaitu Nabi Ibrahim AS. Kisah yang dibuat berdasarkan keterangan-keterangan dan penggambaran dalam Alquran tentang Nabi Ibrahim AS.

Kisah perjuangan dakwah Nabi Ibrahim AS dalam menghadapi Raja Namrudz yang membakarnya dan diselamatkan oleh Allah SWT kemudian hijrah ke tanah Palestina (Kan’an). Dan salah satu dari istri beliau yaitu Siti Sarah cemburu melihat beliau yang terlihat lebih sayang ke istri lainnya Siti hajar karena mendapatkan keturunan yaitu Nabi Ismail, sehingga ALLAH memerintahkan agar beliau membawa Siti Hajar ke tanah Hijaz (Mekkah).

Setelah sampai ke daerah Mekkah, nabi Ibrahim meninggalkan Siti Hajar dan Nabi Islamil di padang tandus dan berdoa agar diberkati. Setelah sepeninggalnya, Siti Hajar yang melihat anaknya kehausan lalu berlari-lari mencari air dari bukit Safa dan Marwa dan atas izin ALLAH memancarlah air zam-zam dari kaki Nabi Ismail.

Film ini diakhiri dengan diperintahkannya Nabi Ibrahim untuk menyembelih Nabi Ismail kemudian membangun Ka’bah yang menjadi kiblat umat Islam sekarang.

Paket Film Sejarah Perjuangan Islam

5. Kisah Perjuangan Islam “OMAR MUKHTAR” Sang Singa Padang Pasir

Tahun 1911 kapal-kapal perang Itali berlabuh di pantai Tripoli, Libya. Mereka membuat permintaan kepada kekhalifahan Turki Utsmaniyah untuk menyerahkan Tripoli kepada Italia. Kalau tidak kota itu akan dihancurkan. Bersama rakyat Libya, kekhalifahan menolaknya mentah-mentah permintaan itu. Mereka menganggap hal ini sebuah penghinaan. Akibatnya, titisan bangsa Romawi inipun mengebom kota Tripoli 3 hari 3 malam. Peristiwa ini menjadi seri perjuangan mujahidin Libya, bersama tentara Turki melawan pasukan Italia.

Kecaman yang menimpa muslim Libya membuat Umar Mukhtar harus meninggalkan semua pengajiannya, demi kebutuhan umat. Umar Mukhtar merupakan seorang komandan perang yang juga master dalam strategi perang gerilya di padang pasir. Ia memanfaatkan pengetahuannya tentang peta geografi Libya, untuk memenangi pertempuran.

Terlebih pasukan Italia buta dengan padang pasir. Beliau benar-benar memanfaatkan keterbatasan itu sebagai area menjadi sebuah titik kemenangan. Karena ia menyadari, ia bergerak dalam ruang lingkup hukum alam atau sunnatullah. Jangan pernah melawan sunnatullah pada alam, sebab ia pasti akan mengalahkanmu. Tapi gunakanlah sebagiannya untuk menundukkan sebaguan yang lain, niscaya kamu akan sampai tujuan.

Tahun 1921 Umar Mukhtar tertangkap, karena penghianatan salah seorang pasukannya. Tetapi berkat kepiawaannya berdiplomasi dalam bahasa Inggris, Umar pun cepat dibebaskan oleh tentara musuh. Di tahun yang sama, Libya diperintah oleh Gubernur Jenderal Guiseppe Volvi. Ia mendeklarasikan “memperjuangkan hak-hak Italia dengan darah”. Lima belas ribu pasukan Italia pun disebar di kota Libya untuk membunuh para penduduk awam. Angkatan udara Italia pun juga ikut berbicara. Kepala Operasi ketentaraan ini adalah Pietro Badoglio dan Rudolfo Graziani. Nama terakhir ini tidak mengecualikan seorangpun dari pendukung-pendukung Umar yang tertangkap. Semuanya harus dibantai. Hal ini mendorong Umar beserta pasukannya kembali angkat senjata.

Kemenangan pun diperoleh. Italia kalang kabut. Mereka ambil sikap, menangkap rakyat biasa Libya. Karena itu, mujahidin Libya harus menjalani peperangan yang sangat panjang, Umar berganti titel, komandan perang untuk seluruh wilayah Libya. Terlebih, ia seorang lulusan penjara Itala, sekolah yang semakin membesarkan cintanya membela Islam.

Peperangan yang berkisar pada tahun 1923-1931, menyebabkan Italia menderita kerugian yang amat sangat. Italia kalah perang dimana-mana. Setelah mendapati laporan dari Libya, Benito Musollini turun tangan. Ia mengirim 400.000 pasukannya ke Libya. Perang menjadi sangat tidak seimbang, ibarat David versus Goliath. Pasukan Umar Mukhtar hanya 10.000 orang. Di dalam Al Qur’an disebutkan bahwa bandigan pasukan muslim melawan pasukan kafir 1:10. Sangat wajar 10.000:400.000 mengakibatkan kekalahan mujahidin Libya.

Tahun 1931, Umar Mukhtar tertangkap. Sebuah pukulan telak kepada rakyat Libya. Beliau pun diadili dalam pengadilan yang tidak ada keadilan di dalamnya. Akhirnya, 16 September 1931 Umar Mukhtar mendapatkan karunia Ilahiyah yang mengabadikannya; tiang gantungan. Sebuah icon paling penting dalam sejarah tirani abad ke-20. Simbol yang sangat akrab di telinga kaum muslimin khususnya

Sebuah dialog di pengadilan kafir pada tahun 1931, antara “hakim” dan Umar Mukhtar.

Hakim: “Apakah Anda melawan negara Italia?”
Umar: “Ya.”
Hakim: “Apakah Anda mendorong orang untuk berperang melawan Italia?”
Umar: “Ya.”
Hakim: “Apakah Anda menyadari hukuman untuk apa yang Anda lakukan?”
Umar: “Ya.”
Hakim: “Selama berapa tahun Anda melawan Italia?”
Umar: “Sudah selama 20 tahun.”
Hakim: “Apakah Anda menyesal atas apa yang telah Anda lakukan?”
Umar: “Tidak.”
Hakim: “Apakah Anda menyadari bahwa Anda akan dieksekusi?”
Umar: “Ya.”
Hakim: “Ini merupakan akhir yang suram bagi orang seperti Anda.”

Mendengar kata-kata ini, Umar Mukhtar menjawab:
“Sebaliknya, ini adalah cara terbaik untuk mengakhiri hidup saya!”

Hakim kemudian ingin membebaskannya dan mendeportasinya dari negara itu jika ia mau mengajak Mujahidin dalam sebuah pernyataan untuk menghentikan Jihad.

Kemudian Umar Mukhtar mengatakan kata-katanya yang terkenal:

“Jari telunjuk saya, yang mengakui dalam setiap ibadah bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah Rasulullah, tidak bisa menulis kata-kata dusta, kami tidak menyerah, kami menang atau mati!”

(sumber : arrahmah.com)

6. Film Perjuangan Islam “Al-Nasser SHALAHUDDIN AL AYUBI” Sang Panglima Penakluk Yerussalem 

Film yang berjudul asli “Al Nasser Salah Al-Din” ini memaparkan kebijaksanaan Sang Panglima Perang Pasukan Islam Legendaris, Sholahuddin Al-Ayubi.

Setelah pembantaian yang dilakukan Kerajaan Kristen kepada para peziarah Muslim yang berada di tanah suci Jerussalem, Sholahuddin berusaha untuk mereklamasi tanah AlQuds. Pada pertengahan cerita, pasukan kaum Muslimin diliputi permasalahan karena akan diserang oleh 3 kekaisaran sekaligus (Raja Prancis, Kaisar Jerman dan Pangeran Richard dari Kerajaan Inggris).

Namun dengan kekuatan iman, pasukan Sholahuddin berhasil merebut tanah suci, dengan pengakuan hormat dari pihak musuh.

7. Film Perjuangan Islam “ASHABUL KAHFI” (Kisah 7 Pemuda Beriman Yang Tertidur Selama 309 Tahun Dalam Gua)

Film yang bertutur tentang kisah di jaman kekuasaan Adrianus ini bertutur tentang ketabahan para pengikut Nabi Isa dalam mempertahankan keimanan mereka. Dengan latar sejarah kekuasaan Adrianus, dengan garapan apik dan kolosal, penuh dengan kesedihan dan ketegangan.

“Ingatlah tatkala para pemuda itu mencari tempat berlindung ke dalam gua, lalu mereka berdoa: “Wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-MU dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini)”. (QS Al-Kahfi:9)

Maximilianus, seorang petinggi Romawi di bawah Philadelpia, hari-harinya diliputi kegelisahan menyaksikan berbagai keanehan ajaran nenek moyangnya. Imperium Romawi yang begitu perkasa, ternyata penguasaannya tunduk dihadapan patung-patung tak berdaya.

Kegundahan semakin memuncak tatkala para pengikut Isa Al-Masih dikejar-kejar, disiksa, dibunuh, dijadikan mangsa singa lapar. Mulailah ia mencari hakikat kebenaran, sampai saat ia berjumpa seorang tua yang memberinya Injil Barnabas.

Bagaimana iman yang baru bersemi itu bisa bertahan di tengah kebiadaban Diaclitianus sang penguasa? Dan Julius penuh dendam?

8. Film Perjuangan Islam “KINGDOM of SOLOMON” (Kisah Nabi Sulaiman)

Bermula dari kisah pengangkatan Nabi Sulaiman sebagai Raja pasca wafatnya seorang ayah, Nabi Daud as. Kala itu muncul ramalan yang mengisyaratkan bahwa setan-setan dan jin berencana menghancurkan dunia manusia. Nabi Sulaiman segera mengumpulkan para rohaniawan dan ilmuwan bani israel untuk menghadapi konspirasi tersebut. Ironisnya mereka justru sering melakukan perbuatan zalim dan memakan harta riba dari rakyatnya. Mereka bahkan menuding Nabi Sulaiman sebagai pengkhayal dan bodoh. Melihat kenyataan itu, Nabi Sulaiman as lantas memberi tugas kepada para saudara dan orang-orang terdekatnya untuk melindungi rakyat.

Namun sebagaimana yang diramalkan, pasukan setan dan jin akhirnya menyerang negeri Bani Israel. Banyak rakyat yang kerasukan jin dan menderita penyakit aneh sampai-sampai istri Nabi Sulaiman as pun turut dibunuh. Allah swt segera menurunkan bantuannya dan Nabi Sulaiman as diberi mukjizat berupa kemampuan untuk menguasai angin. Akhirnya Nabi Sulaiman as pun berhasil memenangkan peperangan. Lantas dengan kekuatannya yang makin bertambah, Nabi Sulaiman as memutuskan untuk mendirikan kerajaan yang lebih besar dan kuat guna menegakkan ajaran Illahi.

9. Film Perjuangan Islam “Abdul Qadir Jaelani” (Ulama Fiqih dan Sufi)

Syekh Abdul Qadir Jaelani merupakan salah seorang ulama sufi terkenal yang mendapat gelar Raja Para Wali Sufi Allah SWT. Secara nasab beliau masih merupakan keturunan Nabi Muhammad SAW dari Khalifah Ali Bin Abi Thalib.

Syekh Abdul Qadir Jaelani (bernama lengkap Muhyi al Din Abu Muhammad Abdul Qodir ibn Abi Shalih Zango Dost al Jaelani). Lahir di Jailan  atau Kailan tahun 470 H/1077 M sehingga di akhir nama beliau ditambahkan kata al Jailani atau al Kailani atau juga al Jiliydan. Biografi beliau dimuat dalam kitab Adz Dzail’ Ala Thabaqil Hanabilah I/301-390, nomor 134, karya Imam Ibnu Rajab al Hambali. Ia wafat pada hari Sabtu malam, setelah magrib, pada tanggal 9 Rabiul akhir di daerah Babul Azajwafat di Baghdad pada 561 H/116 M.

Beliau adalah seorang yang berilmu, beraqidah Ahlu Sunnah, dan mengikuti jalan Salaf al Shalih. Beliau dikenal pula banyak memiliki karamah. Tetapi, banyak (pula) orang yang buat kedustaan atas nama belia. Kedustaan itu baik berupa kisah-kisah, perkataan-perkataan, ajaran-ajaran, tariqah (tarekat/jalan) yang berbeda dengan jalan Rasulullah, para sahabatnya, dan lainnya. Di antaranya dapat diketahui dari pendapat Imam Ibnu Rajab.

Dalam usia 8 tahun ia sudah meninggalkan Jilan menuju Baghdad pada tahun 488 H/1095 M. Karena tidak diterima belajar di Madrasah Nizhamiyah Baghdad, yang waktu itu dipimpin Ahmad al Ghazali, yang menggantikan saudaranya Abu Hamid al Ghazali. Di Baghdad beliau belajar kepada beberapa orang ulama seperti Ibnu Aqil, Abul Khatthat, Abul Husein al Farra’ dan juga Abu Sa’ad al Muharrimi.  Beliau menimba ilmu pada ulama-ulama tersebut hingga mampu menguasai ilmu-ilmu ushul dan juga perbedaan-perbedaan pendapat para ulama. Dengan kemampuan itu, Abu Sa’ad al Mukharrimi yang membangun sekolah itu sepenuhnya kepada Syeikh Abdul Qodir al Jailani. Ia mengelola sekolah ini dengan sungguh-sungguh. Bermukim di sana sambil memberikan nasehat kepada orang-orang di sekitar sekolah tersebut. Banyak orang yang bertaubat setelah mendengar nasehat beliau. Banyak pula orang yang bersimpati kepada beliau, lalu datang menimba ilmu di sekolah beliau hingga sekolah itu tidak mampu menampung lagi. Imam Ibnu Rajab juga berkata “Syeikh Abdul Qodir al Jailani rahimahullah memiliki ilmu-ilmu ma’rifat yang sesuai dengan sunnah.”

10. Film Perjuangan Pejuang Islam “KHALID BIN WALID” (Kisah si Pedang Allah) 

Khalid Bin Walid sesungguhnya masih merupakan bagian dari keluarga Nabi yang sangat dekat. Salah seorang bibi beliau yaitu Maimunah, adalah isteri Nabi. Begitu pula dengan Umar, yang masih memiliki hubungan keluarga dengan Khalid yaitu merupakan saudara sepupu. Khalid Bin Walid dilahirkan kira-kira 17 tahun sebelum masa perkembangan Islam. Ayahnya bernama Walid dan ibunya Lababah merupakan anggota dari suku Banu Makhzum, suatu cabang dari suku Quraisy.

Orang tua Khalid dan beberapa orang keluarganya, yaitu pamannya merupakan orang-orang terpandang di mata rakyat. Hal ini yang memberikan dorongan keras kepada Khalid untuk mendapatkan kedudukan terhormat, seperti ayah dan paman-pamannya. Satu-satunya permintaan Khalid ialah agar menjadi orang yang dapat mengalahkan teman-temannya dalam hal adu tenaga. Sebab itulah, dia menceburkan dirinya kedalam seni peperangan dan seni bela diri. Mempelajari keahlian mengendarai kuda, memainkan pedang dan memanah. Dia juga mencurahkan perhatiannya kedalam hal memimpin angkatan  perang. Bakat-bakatnya yang asli, ditambah dengan latihan keras, telah membina Khalid menjadi orang yang luar biasa. Kemahiran dan keberaniannya mengagumkan setiap orang.

Pada masa kanak-kanaknya Khalid telah terlihat menonjol diantara teman-temannya. Dia mampu merebut tempat istimewa dalam hati rakyat. Lama kelamaan Khalid menanjak menjadi pemimpin suku Quraisy. Pada waktu itu orang-orang Quraisy sedang memusuhi islam. Mereka sangat anti dan memusuhi agama islam dan penganut-penganut islam. Kepercayaan baru itu menjadi bahaya bagi kepercayaan dan adat istiadat orang-orang Quraisy. Orang-orang Quraisy sangat mencintai adat kebiasaannya. Sebab itu mereka mengangkat senjata untuk menggempur orang-orang islam. Tunas islam harus dihancurkan sebelum tumbuh berurat berakar. Khalid sebagai pemuda Quraisy  yang berani dan bersemangat berdiri digaris paling depan dalam penggempuran terhadap kepercayaan baru ini. Hal ini sudah wajar dan seirama dengan kehendak alam.

Ketika pada akhirnya Khalid bin Walid memeluk islam, Rasulullah sangat bahagia, karena Khalid mempunyai kemampuan berperang yang dapat digunakan untuk membela islam dan menegakkan kalimatullah melalui perjuangan jihad. Dalam banyak kesempatan peperangan, Khalid bin Walid diangkat menjadi komandan perang dan menunjukkan hasil gemilang atas segala upaya jihadnya. Walaupun demikian, betapa pun hebatnya Khalid bin Walid dalam medan pertempuran, yang mengakibatkan ia mendapatkan berbagai luka di sekujur badannya, namun ternyata akhir kematiannya tidaklah sesuai dengan harapannya. Khalid bin Walid meninggal diatas ranjang.

Betapa menyesalnya Khalid, ketika harapannya untuk mati sahid dalam medan peperangan ternyata tidak tercapai . Allah berkehendak lain, dan menghendakinya meninggal di atas tempat tidur, sesudah perjuangan membela islam yang luar biasa itu. Demikianlah kekuasaan Allah, manusia berasal dari Allah dan akan kembali kepada-Nya sesuai dengan kemauan-Nya.

Demikianlah sekumpulan sinopsis dari paket film perjuangan islam ini. Semoga banyak ibrah dan hikmah yang bisa kita ambil dari perjalanan hidup dan dakwah mereka. Bagi sahabat quran yang berminat untuk memiliki paket film ini, dapat mengakses link berikut : Paket 10 Judul Film Perjuangan Islam.

Semoga bermanfaat dan selamat menonton……

Salam.

 

author
Author: 

    Leave a reply "10 Film Perjuangan Islam : Tontonan Sebagai Tuntunan"