Ayat Tentang Pendidikan Anak Dalam Surat Luqman Ayat 13 dan 14 hingga 19 Serta Maknanya

surat-luqman-ayat-14

gambar hanya ilustrasi

 

AYAT TENTANG PENDIDIKAN ANAK DALAM SURAT LUQMAN AYAT 13 DAN 14-19. Salah satu langkah penting dalam mendidik anak adalah menanamkan pemahaman agama dan ibadah sedari dini. Bahkan sejak masih di dalam kandungan, seorang ibu sebaiknya sudah mulai menanamkan nilai-nilai islam kepada sang jabang bayi. Islam mengajarkan di dalam Al Quran tentang pendidikan anak yang benar, salah satunya melalui kisah hikmah dari seorang ayah yang bernama Luqmanul Hakim.

Berikut ayat tentang pendidikan anak dalam islam yang terdapat dalam surat Luqman ayat 13-19 :

Surat Luqman Ayat 13 yang artinya :
“Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, ketika dia memberi pelajaran kepadanya, “Wahai anakku! Janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar”.

Surat Luqman Ayat 14 yang artinya :
“Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam usia dua tahun. Bersyukurlah kepadaKu dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada Aku kembalimu.”

Surat Luqman Ayat 15 yang artinya :
“Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang engkau tidak mempunyai ilmu tentang itu, maka janganlah engkau menaati keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku. Kemudian hanya kepada-Ku tempat kembalimu, maka akan Aku beritahukan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”

Surat Luqman Ayat 16 yang artinya :
“(Luqman berkata): “Wahai anakku! Sungguh, jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di bumi, niscaya Allah akan memberinya (balasan). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Mahateliti.”

Surat Luqman Ayat 17 yang artinya :
“Wahai anakku! Laksanakanlah shalat dan suruhlah (manusia) berbuat yang makruf dan cegahlah (mereka) dari yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpamu, sesungguhnya yang demikian itu termasuk perkara yang penting.”

Surat Luqman Ayat 18 yang artinya :
“Dan janganlah kamu memalingkan wajah dari manusia (karena sombong) dan janganlah berjalan di bumi dengan angkuh. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.”

Surat Luqman Ayat 19 yang artinya :
“Dan sederhanalah dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.”

ayat_tentang_pendidikan_anak_dalam_islam

sumber : islami.co (gambar hanya ilustrasi)

Luqman adalah seorang ayah yang diberikan anugerah oleh Allah SWT, berupa hikmah dan kebijaksanaan. Karena itulah Al-Quran menggandengkan namanya dengan julukan Hakim, yaitu orang yang bijaksana. Kata-kata Luqman yang Allah abadikan dalam Al-Quran berisikan hal-hal mendasar yang harus ditanamkan orang tua kepada anak-anaknya.

Hal pertama yang harus ditanamkan pada buah hati adalah mengetahui akan adanya Allah SWT. Bahwasanya Allah itu hanya satu, tidak ada yang menyamai-Nya, apalagi menandingi-Nya. Allah Maka Kuasa dan Maha Memiliki Segalanya, dengan demikian akan muncul sikap ketergantungan hanya kepada Allah. Menyekutukan (menduakan) Allah SWT dengan selain-Nya adalah kesalahan besar.

Setelah diajarkan untuk men-tauhidkan Allah, anak juga diajarkan berterima kasih dan menaati kedua orang tuanya. Bagaimana ibu telah mengandung, melahirkan, kemudian membesarkan anaknya dengan penuh kasih sayang. Bagaimana seorang ayah telah berkorban banyak. Namun, bakti dan kepatuhan anak kepada orang tua tidak boleh sampai menyekutukan Allah SWT.

Dalam ayat berikutnya, Luqman mengajarkan sang anak bahwa semua perbuatan yang kita lakukan di dunia ini pasti akan mendapatkan ganjaran dari Allah SWT, sekecil apapun itu. Dalam tafsir Al Qurtuby dikatakan, ayat ini memberikan pemahaman bahwa setitik debu memang tidak akan memberikan efek apapun dalam timbangan. Namun di mata Allah, nilai setitik itu tetap akan diperhitungkan.

Selanjutnya, beberapa kewajiban yang harus diperkenalkan kepada anak secara bertahap sesuai usianya yaitu :

  1. Mengajari anak untuk mengerjakan salat, sesuai syarat, rukun dan ketentuannya. Tentang perintah shalat ini, lebih lanjut Rasulullah SAW, memberikan gambaran pada kita untuk melakukannya secara bertahap. Di awali dengan mewajibkan shalat saat anak berusia tujuh tahun. Lalu diperbolehkan memukul bagian-bagian tubuh yang tidak berbahaya untuk dipukul (tentu dengan pukulan yang tidak menyakitkan), jika sang anak tetap tidak mau shalat saat ia sudah berusia sepuluh tahun.
  2. Mengajarkan anak untuk peduli terhadap lingkungan sekitarnya, dengan melakukan amar makruf nahi mungkar. Tentu saja dalam batas-batas kemampuan si anak. Apabila melihat sebuah keburukan, anak dibiasakan untuk meluruskan dan mengingatkan.
  3. Mengajarkan akhlak mulia pada anak, seperti jangan sombong dan angkuh. Hal itu akan melatih anak untuk tidak bangga pada diri sendiri.
  4. Mengajari anak untuk sopan saat berjalan dan berbicara.

Itulah beberapa hikmah penting dari Ayat Tentang Pendidikan Anak Dalam Surat Luqman Ayat 13 dan 14 hingga 19, yang bisa kita pelajari dan ambil dari kisah Luqmanul Hakim yang Allah telah abadikan dalam Al-Quran.

Semoga bisa menambah wawasan dan pengetahuan kita sebagai orang tua, khususnya sebagai pengemban amanah dari Allah SWT berupa putra-putri kita tercinta, yang kelak akan menjadi penerus pengemban amanah Allah SWT di muka bumi ini.

Wallahu a’lam bishawab.

sumber : Buku “Dari Kecil Jadi Mudah! (Tip Seru dan Efektif Mengajari Anak Balita Beribadah”,  penulis : Nurul Asmayani,  Penerbit Kalil Imprint PT. Gramedia Pustaka Utama,  Jakarta.

 

author
Author: 

    Leave a reply "Ayat Tentang Pendidikan Anak Dalam Surat Luqman Ayat 13 dan 14 hingga 19 Serta Maknanya"

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.