Author: admin

author

    Buku NARASI NEGERI BERDAYA – Rendy Saputra

    Buku Islami, info, Inspirasi, KMO Indonesia No comment
    Buku NARASI NEGERI BERDAYA – Rendy Saputra

    buku-narasi-negeri-berdaya-rendy-saputra.jpg

    BUKU NARASI NEGERI BERDAYA – RENDY SAPUTRA. Sahabat pondokislami.com yang dimuliakan Allah SWT, artikel berikut ini akan mengenalkan sebuah buku baru, yang ditulis oleh Rendy Saputra, dengan judul “NARASI NEGERI BERDAYA”. Buku ini akan bertutur tentang berbagai data dan fakta, serta gambaran yang akan memberikan pencerahan tentang berbagai hal terkait dengan negeri kita tercinta Indonesia dari sudut pandang pemuda dan rakyat Indonesia.

    Semua itu akan disandingkan dengan keadaaan bangsa-bangsa lain, yang pada saat ini kondisi ekonomi dan kesejahteraannya di atas kita. Insya Allah buku ini akan memberikan banyak informasi dan pemahaman yang akan membuka wawasan pembacanya secara lebih gamblang, dan mungkin selama ini kita tidak tahu atau bahkan terabaikan.

    Buku NARASI NEGERI BERDAYA ini secara garis besar memiliki harapan dan tujuan sebagai berikut :

    1. Memberikan data dan fakta kepada sahabat pembaca, tentang keadaan politik dan ekonomi bangsa lain, yang dapat kita jadikan acuan untuk pembangunan bangsa Indonesia
    2. Mensinergikan kekuatan negeri yang tersebar, saling berpegangan tangan dalam meningkatkan dan memberdayakan ekonomi bangsa
    3. Membangun jembatan untuk mempersatukan semua elemen bangsa Indonesia agar dapat bergandengan tangan dalam meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran bangsa
    4. Membangkitkan patriotisme bangsa
    5. Membangkitkan semangat juang pemuda dan pemudi Indonesia
    6. Meningkatkan kebanggaan terhadap bangsa Indonesia, karena bangsa ini sesungguhnya adalah bangsa yang besar, dilihat dari sejarah masa lalu, serta dikaruniakan oleh Allah SWT berjuta potensi alam yang seharusnya mampu menjadi sumber kekuatan bangsa

    SEKILAS TENTANG PENULIS “NARASI NEGERI BERDAYA”

    Rendy Saputra, adalah seorang pemuda yang memiliki multi talenta. Beliau bukan hanya seorang pebisnis muda biasa, yang telah sukses membawa salah satu produsen baju muslim di Indonesia, Keke Busana, menjadi salah satu yang  terbesar di negeri ini. Akan tetapi ia juga aktif di berbagai bidang bisnis lainnya dan juga turut memberikan kontribusi terhadap pembinaan dan pemberdayaan para pebisnis muda lainnya dalam berbagai forum dan komunitas.

    Saat ini beliau dipercaya menjadi Chief Executive Officer (CEO) Keke Group dan aktif diberbagai bidang bisnis seperti, Berdaya Tour (Biro Perjalanan Umroh), Yayasan Keke Berdaya, Inspira Pictures (perusahaan produksi film), dan juga menjadi motivator bisnis skala nasional.

    Selain dunia bisnis, Rendy pun aktif di dunia sosial dengan membangun komunitas Muda Berdaya (komunitas para pebisnis pemula), pemrakarsa Serikat Saudagar Nusantara (himpunan komunitas pengusaha lokal Nusantara yang menggusung semangat “Berdaya Di Negeri Sendiri”), serta membangun sekolah bisnis online, yang diberi nama Sekolah Bisnis Dua Kodi Kartika

    Ayah dari tiga anak ini juga sering diundang untuk memberikan training dan motivasi pada forum-forum pengembangan diri di beberapa perusahaan. Menjadi trainer program UMKM Binaan PT Telkom, GPTP Telkom dan upgrading Wardah Kosmetics, konsultan dari beberapa pebisnis UMKM yang sedang bertumbuh merupakan jejak rekamnya.

    Buku yang sudah ia tulis adalah tentang kisah perjuangan pemiliki Keke Busana, Bunda Tika Kartika. Buku yang diberi judul Dua Kodi Kartika, saat ini sudah digubah menjadi novel oleh penulis novel best seller Asma Nadia, dengan judul Cinta Dua Kodi. Bahkan saat ini sudah pula di buat layar lebarnya, dengan judul “Bunda : Kisah Cinta 2 Kodi”, produksi Inspira Pictures, dan sudah tayang di seluruh bioskop Indonesia, pada bulan Februari 2018 lalu.

    Pebisnis muda energik yang kerap menjuluki dirinya sebagai “Narator Bangsa”, memang memiliki kepedulian yang sangat tinggi dengan kondisi bangsa Indonesia, yang harus diakui saat ini, dan sama-sama kita rasakan sebagai rakyat Indonesia, kita sedang mengalami kelesuan, khususnya dalam bidang ekonomi.

    Cita-citanya yang sangat kental tercermin dalam setiap langkah dan aktifitasnya, seperti terangkum dalam slogan forum Serikat Saudagar Nusantara (SSN) yang ia prakarsai, yaitu : “Berdaya Di Negeri Sendiri”. Sebuah slogan yang ingin menggusung narasi tentang bagaimana bangsa ini, bisa berdiri di atas kakinya sendiri, sejajar dengan bangsa-bangsa lain di dunia, dalam bidang apapun, tanpa terkecuali.

    SECUPLIK NARASI NEGERI BERDAYA

    Seperti yang penulis buku ini sampaikan, Rendy Saputra, dalam prolog launching buku NARASI NEGERI BERDAYA, melalui postingan facebook-nya, ia secara tersirat menyampaikan bahwa buku ini muncul sebagai bentuk kepeduliannya terhadap bangsa ini. Berikut ini cuplikan postingan beliau :

    ******************

    Jika melihat negara-negara lain di sekitaran Asia Pasifik, relatif mereka baru memulai pembangunan negerinya, setelah perang dunia kedua berakhir. Startnya sama, kondisi babak belurnya gak jauh beda dengan kita. Tetapi mengapa laju pertumbuhan berbeda ?

    Saat ini pendapatan perkapita Republik Indonesia berada pada angka $4.130. Jika 1 Dollar sama dengan Rp. 14.000,00 . Berarti rata-rata setiap warga negara hanya mendapatkan Rp. 57.800.000,00 pertahun. Atau jika dibagi 12 bulan maka perbulannya sekitar Rp. 5.000.000,00. Hitungan ini pun adalah pembagian langsung dari $1T PDB (Pendapatan Domestik Bruto) dibagi 250 juta anak bangsa, dapatnya $4.000. Kita belum berbicara apakah kekayaan negeri ini terdistribusi merata atau tidak.

    Bandingkan dengan data pendapatan perkapita negara sekitar Asia Pasifik berikut ini :
    – Singapura : $55.235 : 14 kalinya Indonesia
    – Jepang : $48.556 : 12 kali lipat Indonesia
    – Korea Selatan : $26.152 : 6 kali lipat Indonesia, padahal mereka merdeka hanya selisih 2 hari dari Indonesia
    – Malaysia : $11.521 : hampir 3 kalinya Indonesia.
    – Thailand : $6.125 : 1,5 kalinya Indonesia

    Jika ukuran pendapatan per kapita negara maju adalah 7.000$. Maka Indonesia perlu melompatkan PDB hingga 2T (asumsi penduduk terus bertambah). Artinya, sebuah pertumbuhan ekonomi dengan pembesaran 100% dari semula. Dan jika kita hanya bertumbuh 5% per tahun, maka perlu 15 sd 20 tahun bagi negeri ini untuk menjadi negara maju. Apa tidak terlalu lama ?

    Saya mengawali pengantar ini dengan data, agar kita tidak memulainya dari opini yang tidak ada basis faktanya. Dari fakta riil kondisi ekonomi negeri secara makro, pada tataran mikro kita menghadapi persoalan pertumbuhan ekonomi yang rumit.

    Sulitnya produk nasional bersaing dengan produk asing. Tidak lenturnya regulasi terhadap alam dunia usaha. Tidak terciptanya masyarakat yang punya daya beli. Dan kesemuanya itu bermuara pada rendahnya tingkat kesejahteraan.

    Akhirnya kita menyadari bahwa tugas memperbaiki negeri ini bukanlah tugas pemerintahan semata, namun juga tugas kita semua sebagai anak bangsa. Mengapa ada bangsa yang mengalami percepatan pertumbuhan lebih cepat, sementara itu, ada bangsa yang tumbuh melambat.

    Salah satu yang Saya temukan adalah ketiadaan narasi dalam benak anak negeri secara kolektif. Kita tidak punya gagasan untuk tumbuh. Kita tidak memiliki narasi yang jelas untuk menjadi negara kuat. Dan ini sekali lagi bukan tugas pemerintah, namun merupakan PR bersama kita sebagai anak bangsa.

    ===

    Park Chung-Hee baru selesai konflik Korsel-korut di 1970. Negeri Korea Selatan baru saja gencatan senjata. Lelah bertempur terus. Akhirnya Park Chung-Hee membangun narasi : Semaul Undong. Gerakan Desa. Setiap titik daerah di Korea Selatan harus maju. Mereka membangun narasi pembangunan dari daerah.

    Tidak berhenti sampai disana, Korea Selatan membangun patung Laksamana Yi Sun-Sin. Seorang admiral yang menghempaskan 330 kapal Jepang Khurushima Jepang dengan bermodalkan kekuatan 13 kapal. Saya menatap patung ini di tengah taman kota Seoul, dan merasakan sebuah narasi besar : bahwa dengan keterbatasan, mereka bisa mengalahkan Jepang.

    Narasi ini hidup di setiap orang Korsel, di setiap pengusahanya, mahasiswanya, pekerjanya, bahwa mereka punya narasi kemenangan. Bahwa mereka pernah menang atas Jepang di Selat Myongyang, 1597 silam. Inilah yang membuat Samsung mengejar Panasonic, LG mengejar Sony, Dan Hyundai mengejar Toyota. Ada narasi tentang kemenangan bangsa Korsel terhadap Jepang pada jiwa mereka, pada jiwa setiap anak bangsa.

    ===

    Mahathir Mohammad menulis buku berjudul The Malay Dilemma. Sebuah buku yang ditulis tahun 1970, 11 tahun sebelum beliau berhasil menjabat menjadi perdana menteri Malaysia di 1981.

    Narasi Mahathir berisi tentang kesukaran kaum melayu Bumiputera Malaysia dalam mengambil sikap. Terdapat kesulitan situasi yang terjadi, Di satu sisi terjadj ketidak seimbangan penguasaan ekonomi oleh ras non melayu, tetapi disisi lain, Mahathir juga mendukung kehidupan damai berdampingan. Maka ditulislah berbagai pemikiran beliau dalam buku tersebut. Sebuah jalan kebangkitan bagi Melayu Malaysia dengan tetap dapat hidup berdampingan.

    1 tahun setelah Narasi itu dituliskan, Mahathir menjadi Perdana Menteri Malaysia. Start pembangunan di 1981, pada 2018 hari ini, Malaysia sudah membesar 3x lipat daripada kita. Bangsa Indonesia, yang pada tahun 1970 negeri ini mengirimkan tenaga ajar ke Malaysia, untuk mendidik guru-guru mereka.

    Mengapa Malaysia bisa tumbuh cepat? Karena mereka memiliki Narasi untuk tumbuh.

    ===

    Singapura negara kecil yang berpenduduk kurang lebih 5 juta jiwa. Jumlah ini ekivalen dengan penduduk Kabupaten Bogor, salah satu Kabupaten di negeri Indonesia.

    Nihil sumber daya alam, minim lahan, itulah Fakta Negeri Singapura. Tetapi di tangan pemimpin bernarasi seperti Lee Kuan Yew, Singapura menjadi negara kuat di Asia Tenggara.

    Pertama politik harus stabil, tangan besinya meluruskan kekuatan politik negeri. Yang kedua, Singapura berfokus menjadi pusat perdagangan di Asia Tenggara, Singapura menjadi rumah bagi para trader. Tidak punya minyak tetapi bisa menjual minyak. Tidak punya gas tetapi dapat menjual gas. Tidak punnya besi tapi mampu berjualan besi.

    Narasi ini mendorong lahirnya pelabuhan peti kemas kelas dunia. Bandar Udara dengan traffic tinggi, dan suguhan fasilitas sebagai dukungan pada proses dagang. Singapura berhasil berjalan diatas narasinya.

    *** akhir dari sepenggal cuplikan yang diambil dari postingan facebook Rendy Saputra ***

     

    Lalu bagaimana dengan Indonesia ?
    Mengapa kita tertinggal jauh dibandingkan dengan negara-negara tetangga kita tersebut ?
    Apa yang salah ?

    Padahal sejarah kita dulu penuh dengan sejarah kegemilangan. Kerajaan Majapahit pernah berjaya menguasai dunia. Seharusnya anak negeri ini punya identitas dan tahu serta memiliki kebanggaan bahwa bangsa ini pernah menguasai dunia.

    Lalu bagaimana cara bangsa ini agar bisa mengejar ketertinggalan bangsa-bangsa maju? Bagaimana caranya agar kita tidak hanya berjalan tetapi juga bisa berlari mengejar mereka? Bagaimana caranya agar kita tidak sekedar cepat, tetapi juga melakukan percepatan dalam pembangunan?

    Sahabat pembaca pondokislami.com, buku “NARASI NEGERI BERDAYA” merupakan hasil olah pikir dan semangat seorang anak manusia Indonesia, yang memiliki proposal tentang bagaimana agar Indonesia, kembali menjadi negeri yang berdaya, dan mampu bersaing dengan bangsa manapun di seluruh dunia.

    Seperti ucapan Patih Gajah Mada yang dikutip penulis buku NARASI NEGERI BERDAYA, berikut ini :

    ****************

    Gajah Mada bernarasi

    “Lamun huwus kalah nusantara isun amukti palapa, lamun kalah ring Gurun, ring Seran, Tañjung Pura, ring Haru, ring Pahang, Dompo, ring Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, samana isun amukti palapa”

    “Jika telah mengalahkan Nusantara, saya (baru akan) melepaskan puasa. Jika mengalahkan Gurun, Seram, Tanjung Pura, Haru, Pahang, Dompo, Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, demikianlah saya (baru akan) melepaskan puasa”.

    Sekitar 7 abad yang lalu, seorang Mahapatih dari kerajaan Majapahit menarasikan sepenggal sumpah, yang dari sumpah tersebut lahirlah kekuatan bangsa adidaya penguasa dunia.

    Nampaknya, kita bisa mengulangi pencapaian 7 abad silam. Mari isi batin kita dengan narasi kebangkitan. Narasi Negeri Berdaya.

    Narator Bangsa,
    Rendy Saputra

    ******************

    Demikianlah pembahasan tentang buku NARASI NEGERI BERDAYA ini. Bagi yang berminat memiliki bukunya, silahkan simak informasi di bawah ini.

    INFO PEMESANAN MASA PREORDER BUKU “NARASI NEGERI BERDAYA”

    pre-order-narasi-negeri-berdaya.jpg

    Masa Pre-Order : 4 – 20 September 2018

    Kenapa Harus Beli Saat Pre-Order?
    1. Lebih hemat 40.000 (Harga Normal 135.0000)
    2. Diskon 50% Kelas Artikel Online
    3. Diskon 50% Tiket Jumpa Penulis 2018
    4. 3 Video Eksklusif Rendy Saputra

    Spesifikasi Buku :
    Judul : Narasi Negeri Berdaya
    Penulis : Rendy Saputra
    Sub Judul : Peta Gerak Kebangkitan Bangsa
    Cover : Hard Cover
    Ukuran cover : 23,5 x 16,1 cm
    Halaman : 250-300 Halaman

    Harga Buku (pre-order) : Rp. 95.000,00 (belum termasuk ongkir dari cirebon)

    Jadwal Kirim :
    Preorder tgl. 4-12 September kirim tgl 11 Oktober
    Preorder tgl. 13-20 September kirim tgl 17 Oktober

    Daftar Isi BUKU NARASI NEGERI BERDAYA

    1. BAB 1 THE JOURNEY

    – Koperasi, Puzzle Yang Hilang
    – Tulisan, Pertemanan, Pencapaian
    – Hasil Temu Dengan Pak DUBES
    – Energi Cinta
    – Calon Elite, Aku Berharap Banyak
    – Menyimak, Memikul, Menyelesaikan
    – Train To Busan
    – Di Balik Perjalanan Ke Korea
    – Ini Semua Tentang Ekosistem
    – Peluang Taiwan
    – Temu Dubes UAE
    – Narasi Ekonomi Untuk Balikpapan
    – Tukang Jahit
    – Peristiwa Irisan
    – Menumpang Jadwal Kebangkitan

    2. BAB 2 INI INDONESIAKU

    – Rejuvenasi Petani
    – Rejuvenasi Petani 2
    – Heroisme Ekonomi
    – Terlarangnya Zina, Terbukanya Pintu Nikah
    – Migrasi Vertikal UMKM
    – Desain Kesejahteraan
    – 8000 Titik Cahaya
    – Masjid Itu Android
    – Negeri Ramah Filantropi
    – Pandangan Politik
    – Infrastruktur Dan Platform
    – Jawabannya Mungkin
    – Bekerja Di Atas Narasi
    – Destinasi
    – Berkarya Untuk Negeri
    – Isi Kepala Kami
    – Besi Dan Elektromagnetik
    – Ngototisme Ala YM
    – Renovasi Pola Pendidikan
    – Yang Menyimpang Yang Memerdekakan
    – Populasi Itu Aset, Bukan Beban
    – Mental Taiwan
    – Anak Bangsa Putus Asa
    – Perang Lokal
    – Substansi Perubahan
    – Unequal Battle
    – Bisnis Jalan Panjang
    – Narasi Itu Energi
    – Great Nation
    – Berdaya Di Negeri Sendiri
    – Celah Sempit Sejarah Bangsa
    – Takdir Langit
    – Besaran Dan Arah
    – Perang Politik Masa Depan
    – Rekaya Sosial
    – Lama Enggak Cerita Santai
    – Jarak Dunia Usaha Dan Teknologi

    Semoga kehadiran buku ini bisa menjadi inspirasi, penggugah semangat dan motivasi serta pencerahan bagi sahabat pembaca pondokislami.com, agar menjadi semakin mencintai negeri ini, bangga sebagai bangsa Indonesia. Karena kita memang bangsa yang besar, dan kebesaran itu sudah saatnya kita raih kembali, bersama. Aamiin.

    Untuk pemesanan buku NARASI NEGERI BERDAYA, silahkan menghubungi nomor telp. / SMS / WA berikut ini : 087821830344

    atau silahkan klik tombol di bawah ini :

    whatsapp-kontak-narasi-negeri-berdaya

     

    Wallahu’alam bishawab.

    Semoga bermanfaat.

     

    Belajar Dari Pengalaman Ibu Rumah Tangga Penghafal Al Quran

    Alquran, Buku Islami, Inspirasi, Parenting No comment
    Belajar Dari Pengalaman Ibu Rumah Tangga Penghafal Al Quran
    belajar-dari-pengalaman-ibu-rumah-tangga-penghafal-alquran-ibu-runingsih.jpg

    image : syaamilquran.com

    BELAJAR DARI PENGALAMAN  IBU RUMAH TANGGA PENGHAFAL AL QURAN. Sahabat pembaca setia pondok islami, sejak diluncurkannya buku Dalam Dekapan Mukjizat Al Quran, sekitar akhir juni 2018 lalu, buku ini telah menjadi salah satu buku Best Seller yang sangat diminati oleh masyarakat. Tak mengherankan, karena kisah-kisah dalam buku ini, merupakan sumber inspirasi dan motivasi yang sangat kuat bagi setiap pembacanya, untuk mulai menghafal Al Quran atau istiqomah dalam menjalani proses menghafalkan Al Quran ini.

    Khususnya bagi para ibu rumah tangga, atau yang saat ini lebih dikenal dengan sebuatn ’emak-emak’, memang menjadi tokoh-tokoh sentral di buku Dalam Dekapan Mukjizat Al Quran. Mempunyai cita-cita, atau mulai bercita-cita untuk menjadi seorang penghafal Al Quran, merupakan salah satu motivasi yang muncul setelah membaca buku ini.

    Ditengah kesibukan mengurus rumah tangga, anak dan suami serta aktifitasnya sendiri sebagai wanita yang aktif, tokoh ibu rumah tangga dalam buku ini ternyata masih bisa meluangkan waktunya, untuk menjalani proses menghafalkan Al Quran. Bahkan beberapa tokohnya mampu menghafalkan hingga tuntas 30 juz, alias menjadi seorang Hafizah.

    Pada artikel kali ini, pondok islami akan mengutip ulang postingan pada website penerbit Syaamil Quran, yaitu mengenai ungkapan dari salah seorang penulis buku Dalam Dekapan Mukjizat Al Quran, Ibu Runingsih. Beliau menyempatkan diri untuk berkunjung ke Kantor Syaamil Quran, dan berbagi kisahnya di sana, tentang suka dukanya menjadi seorang Ibu Rumah Tangga, sekaligus sebagai penghafal Al Quran.

    Insya Allah sahabat sekalian akan dapat belajar dari pengalaman ibu rumah tangga sekaligus penghafal Al Quran, yang juga sangat aktif dalam kegiatan kemasyarakatan di kota Bandung ini. Berikut kutipan perkataan Ibu Runingsih :

     

    “Assalamualaikum wr.wb,

    Nama saya Ibu Runingsih. Sebagai salah satu kontributor buku DDMA (Dalam Dekapan Mukjizat Al Quran), Alhamdulilah, saya ingin menceritakan pengalaman pribadi. Insya Allah dalam buku ini, kita akan melihat, tentang bagaimana dari setiap profesi yang kita geluti, dari setiap kesibukan yang kita geluti, ternyata kita bisa mendekat terhadap Al Quran dan ini tentunya atas dukungan dan bantuan dari Allah SWT.

    Ada beberapa orang yang menyatakan bahwa ibu rumah tangga dengan sedemikian banyak kesibukannya, akhirnya harus menelantarkan atau tidak dekat dengan AlQuran. Ternyata itu bisa di sangkal. Begitu pula dengan ibu-ibu yang merasa minder dengan bacaan Al Quran-nya yang masih terbata–bata, seringkali menjadi penyebab jauh dari Al Quran. Padahal Allah SWT sudah menjanjikan bahwa yang terbata–bata membaca Al Quran, akan mendapat dua pahala, sedangkan yang sudah lancar, bersama para malaikat.

    Jadi Saya ingin memberikan satu motivasi dari pengalaman saya kepada ibu-ibu semua, bahkan yang masih terbata-bata sekalipun, tidak usah putus asa dan ragu bahwa Allah akan membantu kita. Ini pengalaman pribadi Saya pada saat Saya menjelang usia 25-26. Bacaan saya pada saat itu masih terbata–bata, tapi itu bisa ditembus ternyata.

    Apalagi nanti kita tingkatkan dengan menghapal Al Quran, yang Saya rasakan pada awalnya merupakan satu hal yang mustahil, ternyata ketika Allah sudah berkehendak, kitapun menjadi bisa. Yang terpenting kita jangan berorientasi terhadap hasil, tapi kita harus berorientasi terhadap proses.

    Bahwa saya bisa menyelesaikan hapalan Al Quran itu dalam usia 45 tahun, kalau gak salah tahun 2015, Alhamdulilah itu bisa di lalui. Bahkan tanpa disadari, dua anak saya juga bisa menyelesaikan hapalan Al Quranya dalam usia belia, walaupun  tidak terlalu belia banget.

    Ini merupakan satu anugrah dari Allah buat saya. Harapan saya kedepan buat ibu–ibu, ibu rumah tangga, yang mungkin  tidak  mempunyai pembantu, jangan berkecil hati. Karena pengalaman Saya sendiri juga tidak mempunyai pembantu, dan masih memiliki kesibukan lain-lainya. Tapi insya Allah, dengan dorongan dan bantuan serta kehendak Allah SWT, itu bisa terwujud.

    Saya sangat sedih, dan kenapa pengen membagikan motivasi kepada ibu ibu, karena ada suatu saat nanti, bahwa mushaf Al Quran itu akan tidak ada. Pada saat ingin membaca Al Quran, mushaf Al Quran sudah tidak ada. Hal itulah yang mendorong saya untuk menghapal Al Quran.

    Harapan Saya juga terhadap generasi muda, bahwa kalau disebut sekarang adalah masa menuju akhir zaman, itu suatu hal yang logis. Kalau kita tidak mendekat terhadap Al Quran, entah apa yang akan terjadi nanti, karena Al Quran itu merupakan pedoman hidup.

    Wassalamualaikum wr.wb.”

    header-buku-dalam-dekapan-mukjizat-alquran

     

    Ibu Runingsih juga memiliki harapan yang besar dengan terbitnya buku “Dalam Dekapan Mukjizat Al Quran” ini. Karena selain dapat diterima dengan baik oleh masyarakat, buku ini juga diharapkan bisa memotivasi para Ibu Rumah Tangga dalam menghafal Al Quran.

    “Alhamdulilah buku ini telah menjadi konsumsi masyarakat, dan harapan Kami adalah, mudah-mudahan buku ini mampu memotivasi lebih jauh lagi, para ibu-ibu, para profesional, para pebisnis, bahwa tidak ada yang tidak mungkin. Dengan buku ini, Kita akan membuktikan kepada dunia bahwa sebenarnya hanya kepada Allahlah kita harus selalu mendekat. Kita ingin agar aktifitas menghafal Al Quran, tidak hanya bisa dikuasai oleh segelintir profesi saja, tetapi semua masyarakat bisa melakukannya, semua umat islam bisa melaksanakannya.”

    Begitulah Ibu Runingsih mengakhiri sesi pertemuannya dengan penerbit Syaamil Quran. Banyak makna tersurat sekaligus tersirat dalam ungkapan beliau di atas. Ibroh yang terbesar tentunya buat sahabat semua dan penulis juga khususnya yang membaca kisah ini adalah, merupakan sebuah kerugian yang sangat besar, apabila kita sebagai umat islam tidak menjadikan Al Quran sebagai pedoman hidup.

    Sungguh merupakan kerugian bahkan kebodohan, apabila kita tidak mau berusaha dengan sungguh-sungguh untuk bisa mempelajari dan menghafalkan Al Quran, apapun itu kendala dan hambatannya.

    Bukankah Allah SWT telah berulang kali menyatakan dalam surat Al – Qamar ayat 17, 22, 32 dan 40 dengan perkataan yang sama, yaitu :

    وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْآنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُدَّكِرٍ

    “Dan sungguh, telah Kami mudahkan Al-Quran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran? ” (QS. Al Qamar: 17,22,32,40)

    Maka dari itu, hendaknya kita tidak menyerah untuk menjadi penghafal Al-Qur’an, karena Allah Ta’ala telah menjamin kemudahan menghafalkan Al-Qur’an dan jangan lupa pula berbagai keutamaan menghafal Al Quran yang akan Allah SWT berikan bagi para hamba-Nya yang mampu menghafalkan Al Quran.

    Sahabat pondok islami yang senantiasa mengharapkan ridho dan rahmat Allah SWT, demikianlah cuplikan artikel tentang belajar dari pengalaman ibu rumah tangga sekaligus penghafal Al Quran, Ibu Runingsih. Semoga dapat memotivasi kita untuk lebih giat lagi menghafalkan dan mempelajari Al Quran.

    Kalau emak-emak aja bisa, masa kita gak bisa ?

     

    Wallahu’alam bishawab.

    Buku Rahasia Magnet Rezeki

    Buku Islami, info No comment
    Buku Rahasia Magnet Rezeki

     

    buku-rahasia-magnet-rezeki

    BUKU RAHASIA MAGNET REZEKI. Sahabat Quran yang dimuliakan Allah, seperti pernah penulis ulas dalam artikel tentang buku Diary Garputala karangan Ustad Nasrullah, bahwa sebelum menulis buku tersebut, Ustad Nasrullah telah menulis buku sebelumnya, dengan judul Rahasia Magnet Rezeki. Buku yang telah menjadi salah satu buku dengan predikat National Best Seller dari penerbit Gramedia ini,  merupakan buku pertama yang ditulis sendiri oleh Ustad Nasrullah.

    Sebelumnya beliau sudah pernah menulis buku juga dengan judul Magnet Rezeki, yang ditulis bersama dengan 2 penulis terkemuka lainnya, yaitu Ippho Santosa, seorang penulis best seller sekaligus motivator terkenal dan Ahmad Ghozali, seorang perencana keuangan.

    Buku Rahasia Magnet Rezeki merupakan pelengkap dari buku Magnet Rezeki yang lebih bersifat teknis, menjelaskan detail tentang penciptaan rezeki melalui “leveraging aset”. Sementara dalam Rahasia Magnet Rezeki, Ustad Nasrullah lebih memfokuskan pada pendekatan yang bersifat spiritual, dengan menggali rahasia dibalik penciptaan kekayaan.

    Banyak sekali orang yang telah berusaha untuk bekerja dengan keras siang dan malam semata untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan. Akan tetapi ternyata, hasil yang diperolehnya seringkali tidak sesuai dengan keinginan. Apa yang salah ? Ternyata caranya yang salah.

    Kebanyakan orang cenderung lebih memfokuskan diri pada usaha / ikhtiar secara fisik, dan melupakan Allah ketika mencari rezeki. Padahal Allah SWT-lah Sang Pemberi Rezeki. Disinilah buku Rahasia Magnet Rezeki ini hadir, untuk mengungkapkan rahasia agar kita bisa menguasai magnet rezeki.

    SEKILAS TENTANG ILMU RAHASIA MAGNET REZEKI

    Buku Rahasia Magnet Rezeki, mengajak setiap pembacanya untuk memiliki sudut pandang yang berbeda dalam memaknai magnet rezeki. Kita diajarkan untuk melihat bahwa semua hal yang ada di sekeliling kita adalah bentuk-bentuk dari “energi”.

    rahasia-magnet-rezeki

    Manusia adalah energi, benda-benda disekeliling kita adalah energi, handphone yang sering kita gunakan adalah energi, buku yang sedang kita baca saat ini juga adalah energi, kata-kata yang tersusun dan keluar dari mulut manusia juga adalah energi.

    Hukum dari energi adalah, energi baik, akan bertemu dengan energi baik. Energi baik tidak akan mendekati energi buruk, begitu pula sebaliknya. Ketika manusia memiliki emosi, sifat, karakter, perilaku yang tidak baik, maka sesungguhnya manusia itu sedang menghimpun energi tidak baik dalam dirinya.

    Energi tidak baik dalam diri kita, akan menolak datangnya energi baik dari luar. Maka energi baik dari luar tidak akan mendekat. Rezeki, sebagai anugerah dari Allah SWT, sang Sumber Kebaikan, adalah energi baik. Maka, untuk bisa mengundang datangnya rezeki, caranya cukup sederhana, yaitu ciptakan energi baik dalam diri kita, maka insya Allah rezeki akan datang dengan sendirinya.

    Banyak mengeluh, sifat dengki dan iri hati, takabur dan sombong, merupakan bentukan dari energi-energi yang tidak baik. Energi seperti itulah yang akan membuat rezeki enggan mendekat.

    Ikhtiar atau kerja keras yang umumnya kita lakukan adalah kerja keras dalam hal mencari uang. Berangkat sejak matahari belum muncul, dan baru pulang setelah matahari jauh telah terbenam. Banting tulang, jungkir balik mengejar proyek, hingga seringkali melupakan etika dan saling sikat serta sikut dengan pesaing.

    Walaupun kerja sekeras itu telah dilakukan, akan tapi energi baik dalam diri tidak kita upayakan untuk terbangun, maka bukannya menarik rezeki, malah mengusir rezeki. Kerja keras dalam menciptakan energi baik dalam diri, sesungguhnya merupakan jalan terbaik untuk menciptakan datangnya rezeki itu sendiri.

    Pengalaman hidup Ustad Nasrullah sebagai penulis, pebisnis, trainer dan pembimbing haji / umroh, menunjukkan bagaimana keajaiban rahasia magnet rezeki itu terjadi. Kejadian-kejadian unik, ajaib, dan menggetarkan merupakan peristiwa-peristiwa yang saling terkait dan menjadi landasan rahasia terciptanya kekayaan.

    Gampangnya, ketika kita menginginkan sesuatu yang sangat kuat, ternyata hal tersebut akan datang seperti magnet. Bidang-bidang tanah yang dulu beliau inginkan, secara perlahan tapi pasti satu persatu datang padanya, hingga akhirnya berubah menjadi sebuah perumahan.

    Keinginan kuat Ustad Nasrullah untuk berkunjung ke tanah suci, tanpa diduga kini telah beliau lakukan berkali-kali. Menjadi pembimbing haji dan umroh yang saat ini juga menjadi salah satu aktifitas beliau, membuatnya mampu berulang-kali mengunjungi tanah suci. Padahal sebelumnya beliau sama sekali tidak memiliki keahlian di bidang tersebut.

    Semua kejadian itu bukan karena kehebatan Ustad Nasrullah seorang. Akan tetapi semata karena ada kekuatan Maha Dahsyat yang menggerakkan semua itu agar bisa terjadi. Kekuatan itulah yang ingin beliau perkenalkan serta bagikan kepada kita, melalui buku Rahasia Magnet Rezeki ini. Ketika kita mengenal kekuatan ini, maka insya Allah hidup kita akan menjadi lebih berdaya.

    Hingga saat ini, Alhamdulillah sudah banyak orang yang bisa merasakan kesuksesan setelah menerapkan ilmu magnet rezeki ini. Ada kisah nyata tentang seorang karyawan di salah satu perusahaan handphone. Ia pada awalnya memiliki gaji 1,7 juta per bulan. Ia ingin merubah nasibnya agar menjadi lebih baik. Datanglah bapak ini beserta istrinya untuk mengikuti training rahasia magnet rezeki yang diadakan oleh Ustad Nasrulllah.

    Dengan disiplin dan ketekunan untuk menjalankan prinsip-prinsip yang diajarkan oleh Ustad Nasrullah, yang tidak lain adalah tentang konsep magnet rezeki ini, lambat laun namun pasti hidup pasangan ini mulai mengalami perubahan menjadi lebih baik. Saat ini mereka sudah memiliki sebuah rumah seharga 2 milyar, ruko untuk usaha senilai 1 milyar dan sebuah kendaraan Mitsubishi Pajero idaman mereka.

    Kisah lain lagi dialami seorang wanita yang sedang mengalami kesulitan keuangan, hingga tidak mampu membayar cicilan dari motor, hingga 2 bulan. Karena hutangnya ini, ia di kejar-kejar oleh para penagih hutang, yang membuat hidupnya menjadi gelisah dan ketakutan. Keadaan itu diperparah ketika ia harus dirawat di rumah sakit, dan harus menggadaikan motornya untuk biaya berobat. Perbuatannya ini hampir saja membuatnya terancam untuk dilaporkan ke polisi oleh penagih hutang motornya itu. Pinjam sana pinjam sini, kembali ia lakukan dalam kekalutannya hidupnya yang semakin tidak menentu.

    Untung wanita ini diperkenal dengan ilmu magnet rezeki, hingga secara berangsur merubah jalan hidupnya. Upayanya diarahkan kepada jalan yang lebih baik dan fokus untuk menjalankan ilmu magnet rezeki. Tanpa diduga pertolongan dari sang Maha Penolongpun datang. Pak Haji yang menerima gadai motornya, ketika mengetahui kondisi wanita ini, segera menalangi cicilan motor kepada penagih hutang dan bahkan memberikan bantuan permodalan.

    Kisah lain dialami pemuda yang divonis mengidap kanker. Pada awalnya hidupnya menjadi galau dan penuh dengan rasa khawatir serta ketakutan. Akan tetapi setelah mengikuti training magnet rezeki, semua kondisi itu dihadapinya dengan tegar. Dan saat Ustad Nasrullah bertemu kembali pada suatu waktu setelah training tersebut, didapati bahwa penyakitnya sudah sembuh.

    Berpikir positif, bekerja keras untuk beribadah, shalat tepat waktu, kerja keras untuk senantiasa melantunkan ayat-ayat Allah dengan tilawah Al Quran, bekerja keras untuk menjalankan puasa-puasa sunnah, bekerja keras untuk senantiasa berusaha membahagiakan orang lain, merupakan ikhtiar yang secara mampu secara tepat mengundang datangnya rezeki. Ketika energi baik sudah terkumpul dalam diri, maka insya Allah secara otomatis rezeki akan datang. Itulah Rahasia Magnet Rezeki. Sesederhana itu.

    Buku Rahasia Magnet Rezeki ini didesain untuk memudahkan Kita meraih keajaiban magnet rezeki. Prinsip-prinsip yang sudah teruji, dipadukan dengan testimoni dari kisah nyata tentang keajaiban, dan dituturkan langsung oleh para pelakunya, menjadikan kita seperti memiliki sahabat dalam mengarungi kehidupan kita yang hebat, menjadi lebih luar biasa.

    Bacalah buku ini, resapi isinya dan bersiaplah meraih keajaiban dalam hidup ini.

     

    Harga buku : Rp. 79.000,-

    (belum termasuk ongkir dari Cirebon)

    Untuk pemesanan silahkan menghubungi nomor

    HP/SMS/WA berikut ini : 087821830344

    Atau silahkan menekan tombol di bawah ini untuk berkomunikasi langsung dengan Admin Pondok Islam.

    whatsapp-kontak-buku-rahasia-magnet-rezeki

     

    Wallahu’alam bishawab.

    Menyikapi Pembeli PHP Dalam Islam

    Ibadah, Inspirasi, Muamalah No comment
    Menyikapi Pembeli PHP Dalam Islam

    menerima-pembatalan-pembelian-iqalah

    MENYIKAPI PEMBELI PHP DALAM ISLAM. Sahabat Quran yang senantiasa mengharapkan ridho Allah SWT, beberapa hari yang lalu, penulis kembali menghadapi suatu kejadian yang mungkin juga sering sahabat-sahabat sekalian hadapi, khususnya bagi para pedagang. Apakah itu ? Mengalami pembatalan pembelian barang dagangan kita, dari pembeli.

    Walaupun cukup sering juga mengalami kejadian seperti ini, tapi untuk kasus kali ini menjadi spesial, karena penulis sudah sempat mengusahakan sesuatu yang dimintakan oleh pembeli, terkait dengan transaksi jual beli tersebut. Cari sana, cari sini untuk mendapatkan informasi yang diminta oleh pembeli sebagai syarat pembeliannya. Akan tetapi pada akhirnya, setelah semua kita dapatkan dan kita informasikan, tiba-tiba pembeli membatalkan pemesanan tersebut.

    Dalam bahasa kekinian sering juga kita kenal kejadian ini dengan istilah “di-php-in pembeli”.

    “Ohh mohon maaf sepertinya belum jadi, sekali lagi mohon maaf  yaa….”.

    Lebih kurang demikian kira-kira pernyataan pembatalan pembelian dari pembeli tersebut.

    Syukur Alhamdulillah, penulis beberapa waktu lalu sempat membaca beberapa postingan, tentang hal ini, dilihat dari sudut pandang islam. Hanya penulis sempat lupa dimana membaca kajian tersebut. Setelah mencoba untuk mencari kembali, Alhamdulillah akhirnya ditemukan juga artikel / postingan tentang hal ini pada salah satu grup WhatsApp (WA), yang penulis ikuti. Sharing tentang tuntunan Islam, dari para pengusaha muslim yang tergabung dalam grup tersebut.

    Sungguh melegakan, dan memang Islam itu luar biasa, sungguh indah, tak lepas puji dan syukur tiada habisnya penulis panjatkan kepada Allah SWT, yang telah memberikan kenikmatan iman ini. Alhamdulillah, subhanallah, Allahu Akbar.

    Sebagai bahan kajian yang penulis pikir sangat penting dan bermanfaat bagi sahabat Quran semua, dibawah ini penulis sarikan ulang point-point penting terkait dengan tuntunan Islam dalam menghadapi permasalahan di atas.

    HUKUM JUAL BELI DALAM ISLAM TERKAIT PEMBATALAN PEMBELIAN OLEH PEMBELI

    Kajian tentang tuntunan ini, penulis baca dari grup WA yang menyajikan pembahasan dari pengajian salah seorang ustadz sekaligus pakar dalam bidang muamalah. Beliau merupakan satu dari sedikit pakar dalam bidang kajian muamalah kontemporer.

    Baca juga artikel tentang buku yang berjudul “Harta Haram Muamalat Kontemporer

    Kajian tentang muamalat kontemporer merupakan kajian tentang berbagai transaksi muamalah terkini, ditinjau dari sudut pandang Al Quran dan Hadist Rasulullah SAW, beserta solusi islam dalam menjawab permasalahan tersebut.

    Berdasarkan penjelasan beliau seperti yang tertulis di postingan tersebut, apabila kita sebagai pedagang mendapatkan pembatalan pembelian dari calon pembeli atau customer, maka dosa-dosa kita akan berguguran, bahkan bisa jadi jalan di hapusnya dosa. Sungguh indah syariat Islam, semuanya telah Allah atur dengan adil, tidak ada yang sia-sia.

    Menerima pembatalan transaksi atau “Iqalah” adalah perbuatan yang sangat dianjurkan, berdasarkan sabda Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam, yang artinya :

    “Barang siapa yang menerima pembatalan transaksi yang diminta oleh seorang muslim maka Allah akan memaafkan kesalahan-kesalahannya pada hari kiamat nanti.” (HR. Abu Daud, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, dan Baihaqi dari Abu Hurairah. Hadis ini dinilai sahih oleh As-Sakhawi dalam Al-Maqashid Al-Hasanah, no. 465; oleh Al-Albani dalam Al-Irwa’, no. 1333 dan dalam Silsilah Shahihah, no. 2614; dan oleh Muqbil Al-Wadi’i dalam Shahih Musnad, no. 1373).”

    Jadi kita tidak perlu marah, galau, bahkan mengumpat dan menjadi uring-uringan atau pun kecewa kalau ada calon pembeli yang tidak jadi membeli produk kita atau membatalkannya. Insya Allah akan Allah ganti dari arah yang tidak kita sangka-sangka, dan yang paling penting adalah semuanya menjadikan ibadah dan bernilai pahala.

    Berdasarkan penjelasan itu, penulis mencoba mencari tahu lebih jauh lagi tentang pembahasan kajian tersebut, dari beberapa sumber online, yang seringkali menjadi rujukan tentang kajian islam. Ternyata ada beberapa catatan tentang transaksi “Iqalah” tersebut, yang penulis pikir perlu juga diketahui sebagai wawasan.

    1. Transaksi “Iqalah” atau menerima pembatalan transaksi pembelian berlaku apabila sudah terjadi proses jual beli, dan pembeli sudah menerima barang dari penjual. Penulis belum menemukan kasus apabila baru tahap rencana pembelian saja, artinya belum terjadi proses serah terima barang.
    2. Jika proses jual beli sudah selesai, dan barang sudah dibawa pembeli, maka sesungguhnya proses jual beli sudah wajib dan tidak boleh dikembalikan. Sehingga jika pembeli menyesal dan tidak jadi membeli, penjual punya hak untuk menolak. Hanya saja, sebagai seorang pedagang muslim yang mencari keberkahan dari pahala dari kegiatan muamalahnya, sangat dianjurkan untuk menerima pembatalan pembelian tersebut, sesuai dengan hadist yang telah disebutkan di atas.

    Membaca dua kondisi di atas, maka penulis mengambil sikap positif bahwa untuk proses yang baru sampai dengan tahap rencana pembelian pun, jika terjadi pembeli membatalkan pembeliannya, maka bila kita sebagai pedagang menerimanya dengan ikhlas, insya Allah akan mendatangkan pahala kebaikan buat kita.

    Mengapa ? Karena niat awal kita berjualan adalah untuk menolong membantu permasalahan yang dihadapi oleh calon pembeli barang dagangan kita. Sehingga ketika terjadi pembatalan, walaupun kita sudah mengusahakan sesuatu yang dimintanya, insya Allah apa yang sudah kita lakukan akan bernilai pahala.

    Oleh karenanya yang paling penting dan utama harus digaris bawahi, adalah niat kita. Niatkanlah berdagang untuk membantu menyelesaikan permasalahan orang lain, dan senantiasa berusaha untuk menjadi pedagang yang jujur serta amanah. Berdagang bukan hanya sekedar masalah untung dan rugi saja, akan tetapi berdagang itu sungguh merupakan perkara surga dan neraka.

    Oleh karenanya memahami ilmu muamalah menjadi penting bagi setiap pedagang muslim, yang mengharapkan perdagangannya akan mendatangkan keberkahan, dan menjadi salah satu sarana untuk menuju surga-Nya. Sebagaimana Al Faruq, Khalifah Umar Bin Khattab pernah berkata, ketika berkeliling pasar, yang artinya :

     “Tidak boleh berjual-beli di pasar kita, kecuali orang yang benar-benar telah mengerti fiqh (muamalah) dalam agama Islam” (H.R.Tarmizi)

    Marilah kita berilmu sebelum beramal, agar amal kita menjadi jalan menuju surga, bukan sebaliknya menjerumuskan kita dalam neraka jahanam, Naudzu billah hi min dzalik.

    Wallahu’alam bishawab.

    Semoga bermanfaat.

     

    Sumber Rujukan : 
    https://pengusahamuslim.com/2395-anjuran-menerima-pembatalan-transaksi.html
    http://www.salamdakwah.com/forum/10256-penjual-menerima-pembatalan-transaksi-barang-yang-sudah-dibeli-dan-diterima-barangnya-oleh-ustadz-badru-salam-lc

    Meraih Sukses Dunia Akhirat Melalui Pesan Cinta-Nya – Rezha Rendy

    Buku Islami, Inspirasi, Keuangan Islam No comment
    Meraih Sukses Dunia Akhirat Melalui Pesan Cinta-Nya – Rezha Rendy

    buku-pesan-cinta-nya.jpgMERAIH SUKSES DUNIA AKHIRAT. Sahabat Quran yang selalu setia mengunjungi blog Pondok Islami, bagaimana kabar Sahabat ? Semoga senantiasa dalam lindungan dan rahmat Allah SWT… Aamiin. Kali ini penulis ingin kembali menginfokan sebuah buku, yang layak anda koleksi untuk menambah pemahaman, dan pola pikir kita tentang bagaimana sebaiknya, kita menyikapi kehidupan kita di dunia ini, yang merupakan salah satu anugerah dari pencipta kita, Allah Azza Wa Jalla.

    Kehidupan merupakan bagian anugerah Allah SWT kepada hamba-Nya. Sebagaimana firman Allah SWT dalam surat An-Nahl 78, yang artinya :

    “Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur.” (QS. An-Nahl : 78)

    Akan tetapi dalam menjalani kehidupan pun kita sebagai manusia, pasti pernah atau bahkan saat ini, sedang mengalami hambatan, kesulitan ataupun kegelisahan dalam hidup kita. Hidup yang mungkin kita rasakan seperti senantiasa dilanda dengan kesulitan, kesusahan, banyak hutang, keluarga yang tidak harmonis, kerjaan berantakan, dan berbagai permasalahan serta ujian yang sepertinya mustahil untuk diselesaikan.

    Padahal kita sudah merasa rajin beribadah, rajin shalat bahkan shalat sunat pun sudah dijalankan, tahajud, dhuha dan selalu bersedekah. Namun dirasakan masalah tidak kunjung selesai bahkan semakin rumit dan bertambah.

    Hubungan yang kurang harmonis dengan pasangan, sering bertengkar dan kurang saling memahami. Sungguh satu-satunya cara adalah kembali kepada Allah SWT. Belajar memahami apa sih, maksudnya Allah dari setiap kejadian dalam episode kehidupan kita, karena jika kita bisa memahami “maksudnya Allah” bisa membaca Pesan Cinta-Nya, maka sesungguhnya solusi itu amat sangat dekat.

    Bukankah Allah sudah menjelaskan dalam surat Al-Baqarah, ayat 155-156 yang artinya :

    “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, “Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji`uun” (QS. Al-Baqarah : 155-156)

    dan surat Ali-Imran ayat 191 yang artinya :

    “(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.” (QS. Ali Imran : 191)

    Jadi bagaimana caranya agar kita bisa  memahami maksud Allah itu ? Sholat sudah, dzikir sudah, Tahajud sudah berdoa sudah, apakah itu kurang ?

    Bukan kurang, namun sepertinya kita belum paham apa itu Pesan Cinta-Nya, karena sejatinya setiap masalah itu bukan untuk dicari SOLUSI-nya, melainkan kita fokus dulu kepada apa PESAN CINTA-NYA, dibalik masalah tersebut.

    MEMAHAMI PESAN CINTA-NYA 

    Mau tau bagaimana mencari Pesan Cinta-Nya ? Bisa memahami bahwa apa yang kita alami saat ini itu BUKAN SESUATU yang KEBETULAN, ada PESAN CINTA-NYA dari Allah SWT.

    Buku Pesan Cinta-Nya, Rezha Rendy merupakan hasil perjalanan beratnya kehidupan yang pernah mengantarkannya menjadi seorang yang hampir putus asa. Tidak berani keluar rumah, bahkan berlangsung hingga 7 hari mengurung diri.

    Namun dalam ketidak berdayaannya itu, justru Allah SWT berkenan mengetuk pintu hidayahnya. Itulah yang menjadi titik balik seorang Rezha Rendy dalam mengenal Rabbnya. Hingga sampai suatu titik dengan penuh keikhalasan mewakafkan waktunya, uangnya, tenaganya serta dirinya menjadi Employee of Allah, hanya agar mendapatkan keridhoan-Nya.

    Ibarat seorang pegawai yang telah mendapatkan kepercayaan atasan/ownernya, maka sang owner pastinya akan memberikan berbagai fasilitas agar dapat bekerja secara maksimal, dalam memberikan manfaat sebanyak mungkin. Allah pun akhirnya merubah hidup seorang Rezha Rendy secara luarbiasa. Dari seseorang yang sudah hampir putus asa menjelma menjadi seseorang yang Allah izinkan memberikan pemahaman tentang ilmu.

    Pesan inti yang dapat kita dapatkan dari isi buku Pesan Cinta-Nya ini antara lain :

    1. Pembaca akan menemukan pesan cinta dari permasalahan-Nya yang dengan itu akan mengubah hidupnya
    2. Melalui buku ini pembaca akan semakin cinta kepada yang memberi hidup bukan mencintai hidup
    3. Melalui buku ini pembaca akan menemukan surga sebelum surga, yaitu rasa kehambaan yang mungkin telah lama hilang
    4. Melalui buku ini pembaca akan merasakan kisah-kisah disini bukan kisah penulis, melainkan kisah hidupnya sendiri sehingga akan terbuka apa yang salah dan mana yang harus diperbaiki
    5. Melalui praktek-praktek yang ada hampir di tiap bab buku ini, akan menuntun kita untuk memasuki dunia rasa tersebut

    SEKILAS TENTANG REZHA RENDY

    Rezha Rendy, penulis buku Pesan Cinta-Nya telah mengalami perubahan total hidupnya, sejak mendekatkan diri kepada-Nya. Kisah lika-liku perjalanan hidupnya, dan perjuangannya dalam menemukan Pesan Cinta-Nya, ia tuliskan dalam buku tersebut.

    Saat ini salah satu amanah yang Allah berikan kepadanya sedang ia kelola dalam bentuk komunitas PPA (Pola Pertolongan Allah). Yaitu sebuah komunitas yang berkomitmen untuk memberikan pelatihan dan training bertajuk “Pola Pertolongan Allah”. Ia dan managemen PPA Institute saat ini telah dititipkan amanah dalam kurang dari 4 tahun :

    – Alumni pelatihan PPA yang sudah lebih dari 16.000 orang yang telah mendapatkan perubahan hidup
    – Menjangkau hingga 90 kota aktif di 3 negara (Indonesia, Malaysia dan Singapore)
    – Telah memberikan pelatihan kepada 1.000 angkatan
    – Mengelola dan mendirikan 12 rumah tahfidz
    – Mendapatkan kepercayaan pemerintah dan swasta untuk memberikan pelatihan pembinaan karakter dibanyak kesempatan
    – Menulis 4 buku best seller yaitu : Pola Pertolongan Allah, Garansi Langit, Kajian 20:80 dan The Allah Way
    – Motivator skala nasional

    Bersama rekan-rekannya saat ini ia sedang sibuk membangun dan membina keluarga besar PPA. Tujuan dan cita-citanya, agar dapat sampai pada titik puncak pencapaian, yaitu diridhoi oleh Allah SWT. Terus berusaha menyelesaikan permasalahan para alumni PPA, terutama dalam hal spiritual dan finansial.

    Bersama Managemen PPA membentuk berbagai macam bisnis antara lain :

    – Mendirikan travel haji umroh, yang kini sudah melayani lebih dari 8.000 jamaah. Sekaligus juga bisa menjadi jalan solusi finansial bagi alumninya
    – Pembinaan bisnis bagi alumni PPA
    – Menjalin kerjasama bisnis dengan pebisnis lain
    – Membangun perumahan syariah bertajuk “Kampung Tauhid”, yang memiliki harapan besar untuk membangun Kampung Tauhid yang terintegrasi se-Indonesia demi terwujudnya masyarakat bertauhid.

    TESTIMONI PEMBACA PESAN CINTA-NYA

    Sahabat Quran, berikut ini beberapa testimoni dari pembaca buku Pesan Cinta-Nya yang bisa kami tampilkan sebagai bahan referensi buat sahabat sekalian.

    testimoni ustadz Lukmanul Hakim buku pesan cinta-nya

    testimoni-aditya-nugroho-buku-pesan-cinta-nya.jpg

    testimoni-dewa-eka-buku-pesan-cinta-nya.jpg

    testimoni-rendy-saputra-buku-pesan-cinta-nya.jpg

    testimoni-ustadz-andre-buku-pesan-cinta-nya.jpg

    testimoni-ust-mukhtar-buku-pesan-cinta-nya.jpg

     

    Bagi sahabat yang ingin mempelajari dan memahami PESAN CINTA-NYA, yang insya allah akan memberikan ilmu untuk dapat meraih sukses dunia akhirat, dapat memiliki buku tersebut dengan menghubungi nomor / chat berikut :

    WA/SMS : 087821830344

    atau klik gambar di bawah ini :

    whatsapp-pesan-cinta-nya

     

     

    Semoga bermanfaat.

    Kisah Inspiratif Islami Perjuangan Kaum Ibu Menghafal Al Quran

    Alquran, Buku Islami, Inspirasi, Parenting No comment
    Kisah Inspiratif Islami Perjuangan Kaum Ibu Menghafal Al Quran

    al-qamar-17-dalam-dekapan-mukjizat-al-quran.jpg

    KISAH INSPIRATIF ISLAMI PERJUANGAN KAUM IBU MENGHAFAL AL QURAN. Sahabat Quran yang senantiasa merindukan surga, beberapa waktu lalu penerbit Sygma Creative Media Corp. (group Syaamil Quran), telah meluncurkan sebuah buku yang berjudul “Dalam Dekapan Mukjizat Al Quran” (DDMA).

    Buku yang merupakan kumpulan kisah-kisah nyata inspiratif islami dari kaum ibu, yang telah mendapatkan hidayah Allah SWT, berupa keinginan kuat untuk mempelajari dan menghafalkan Al Quran. Walaupun kesibukan dan kegiatan mereka sehari-hari begitu padat oleh berbagai aktifitas sebagai seorang ibu, istri, bahkan profesional yang mengharuskan mereka sering berada diluar rumah.

    Lika-liku kisah perjuangan mereka dalam meraih mahkota hafizah, sangat layak untuk disebar luaskan, dan dijadikan sumber motivasi bagi banyak orang, khususnya umat islam yang senantiasa mengharapkan rahmat dan karunia Allah SWT, tidak terkecuali sahabat-sahabat para pembaca situs pondok islami.

    Untuk itulah, sebagai bagian dari amar makruf, menyebarkan kebaikan, pada artikel kali ini penulis mencoba menyajikan cuplikan salah satu kisah inspiratif islami yang ada pada buku “Dalam Dekapan Mukjizat Al Quran“, sebagai gambaran dan motivasi bagi sahabat quran, pembaca situs pondok islami ini.

    Selamat menikmati santapan motivasi dari kisah inspiratif islami berikut ini.

    *****************

    AL QURAN SEBAGAI PENOLONG

    “Sembuh dari autoimun adalah hal yang sepertinya mustahil. Namun, jika Allah sudah berkehendak, apa pun bisa terjadi. Allah Maha Menyembuhkan, aku sangat yakin itu. Indah sekali cara Allah memberikan hikmah dan hidayah kepadaku melalui Al Quran ini.”

    Fase Awal Belajar

    “Bismillahirrahmanirrahim. Alif laam miim…”

    kubaca ayat pertama surat Al-Baqarah. Sebelum aku membaca ayat selanjutnya, buru-buru langsung aku setorkan satu ayat tersebut kepada Abi.

    “Masya Allah tabarakallah, alhamdulillah, Lana. Lanjutkan ya.”

    Aku mengangguk senang.

    Itulah saat pertamaku mulai menghafalkan Al Quran di depan orang tuaku. Doa orang tua yang dipanjatkan setiap selesai aku membacakan hafalan Al Quran sangat berarti bagiku. Aku yakin itulah doa sekaligus motivasi yang diberikan Abi agar aku bergiat untuk melanjutkan langkah awal dan sederhana itu. Satu ayat telah kumulai.

    Apresiasi dan motivasi yang diberikan Abi tersebut sangat membekas di benakku hingga kini, seperti mengendap sempurna dalam alam bawah sadarku. Begitulah fase awal perjalananku dalam menghafalkan Al Quran.

    Aku selalu tersenyum jika mengingat perjalananku menghafal Al Quran. Pada masa-masa itu, aku dan orang tuaku tinggal di rumah sederhana di daeran Cililin, Kabupaten Bandung Barat. Di rumah sederhana itulah, Abi dan Ummi menanamkan kecintaan menghafal Al Quran kepada Kami, anak-anak mereka. Itu menjadi bekal yang berharga bagiku pada kemudian hari.

    Beberapa tahun yang lalu, saat akan memasuki jenjang pendidikan menengah atas, tepatnya di Madrasah Aliyah Husnul Khotimah, aku dihadapkan pada sebuah persyaratan. Siswa-siswi di madrasah ini harus memiliki hafalan Al Quran minimal lima juz.

    Meski terbiasa dekat dengan Al Quran sejak kecil, persyaratan itu tetap saja membuatku resah. Menurutku, bukan hal yang mudah untuk bisa menghafal sempurna sebanyak itu. Apalagi, selain menghafal ayat-ayat Al Quran, aku juga harus belajar mata pelajaran umum lainnya.

    Ada keraguan di hatiku. Aku takut tidak akan lulus karena ternyata seluruh santri sebelum lulus harus memiliki hafalan Al Quran minimal lima juz. Itu tidak mudah pikirku. Aku terlempar ke masa kali pertama belajar membaca Al Quran, dan menghafalnya. Abi begitu sempurna menanamkan keyakinan padaku.

    Rintangan Menghadang, Tepat Saat Memulai

    Harapan yang disematkan Abi kepadaku sebelum memutuskan masuk pesantren  ternyata tidak seindah yang kubayangkan. Semangat yang kuatpun tidak banyak membantu ketika kondisi kesehatanku mulai memburuk.

    Hal itu sangat berpengaruh pada aktivitasku sebagai santri, juga sebagai penghafal AL Quran. Sungguh, rintangan itu datang tepat saat aku mulai menguatkan langkahku untuk menghafalkan Al Quran.

    Selama menjadi siswa di Madrasah Aliyah Husnul Khotimah, berbagai macam sakit kurasakan. Aku pernah mengalami vertigo sehingga aktivitasku sangat terganggu. Kemampuan penglihatanku pun tiba-tiba berkurang. Mataku sudah minus 3 silinder 1,7. Gigi gerahamku pun ikut bermasalah dan berakibat pada proses pencernaan dalam tubuhku. Aku menderita sakit maag dan usus buntu.

    Kondisi ini membuat fokusku bukan lagi pada hafalan Al Quran atau bidang akademis, melainkan pada kesehatanku. Apalagi, aku juga mengemban amanah sebagai ketua organisasi santri pada masa itu.

    Ikhtiar untuk sehat terus kulakukan bersama orang tuaku. Pemeriksaan demi pemeriksaan di laboratorium kujalani. Ummi selalu mendampingiku menjalani proses itu. Berbagai obat-obatan harus kukonsumsi demi kesembuhanku. Syaangnya, meski obat-obatan itu membuatku lebih baik, di sisi lain justru mengganggu keseimbangan organ tubuhku yang lain.

    “Putri ibu didiagnosis mengidap autoimun. Tepatnya Immune Trombocytopenia Purpura atau lebih sering disebut dengan ITP,” kata dokter yang merawatku.

    Terus terang, aku tidak bisa mengingat lagi betapa seringnya aku mengalami pendarahan melalui hidung atau lebam-lebam di permukaan kulitku. Jika kondisi itu muncul, sekujur tubuhku terasa sakiiit….luar biasa. Aku bahkan sering tidak sadarkan diri karenanya.

    Sungguh, aku merasa tidak kuat merasakan sakitnya. Namun, aku terus meyakinkan diri bahwa ini adalah cobaan  dari-Nya. Insya Allah, cobaan ini justru akan menjadi jalan kemudahan nantinya, terutama untuk masa depanku di dunia dan akhirat kelak.

    Aku terhenyak. Demikian juga Ummi.

    “Penyakit apa itu, Dokter ?” tanya Ummi yang juga mewakili keingintahuanku.

    Aku memasang pendengaran, menanti penjelasan dokter.

    “Jadi begini. ITP ini sebuah penyakit atau kondisi akibat berlebihnya respons imun tubuh sehingga mengakibatkan kadar trombosit turun drastis.”

    Dokter kemudian menjelaskan berbagai gejala atau keadaan yang akan dan selalu dialami penderita penyakit ini. Semua sama dengan yagn aku alami.

    Terus terang, aku tidak bisa mengingat lagi betapa seringnya aku mengalami pendarahan melalui hidung atau lebam-lebam di permukaan kulitku. Jika kondisi itu muncul, sekujur tubuhku terasa sakiiit….luar biasa. Aku bahkan sering tidak sadarkan diri karenanya.

    Sungguh, aku merasa tidak kuat merasakan sakitnya. Namun, aku terus meyakinkan diri bahwa ini adalah cobaan  dari-Nya. Insya Allah, cobaan ini justru akan menjadi jalan kemudahan nantinya, terutama untuk masa depanku di dunia dan akhirat kelak.

    Bukankah Allah tidak akan memberikan ujian melebihi batas kemampuan hamba-Nya ? Jika saat ini aku selalu sakit, artinya Allah Mahatahu juga aku mampu menjalani semua itu.

    “Sabar … Sebentar lagi, Insya Allah semua akan membaik,” selalu begitu hibur orang tuaku.

    Hatiku bergetar mendengar penuturan Abi. Semangat itu perlahan muncul. Apa yang disampaikan Abi memang benar adanya. Aku kuat. Aku pasti kuat.

    Saat itu, aku tengah membaca surat ke-26. Saat membaca surat Asy Syu’ara ayat 80, aku merasa ayat itu merupakan petunjuk bagiku.

    “Dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkan aku.”

    Berkali-kali aku  membaca ayat ini, memahami maknanya hingga aku menangis dalam keharuan. Aku yakin bisa sembuh atas kehendak-Nya semata. Aku harus mempertahankan semangat beribadah ketika Allah masih memberiku kehidupan.

    Sejak itu, aku berusah auntuk lebih besabar. Menjalani hari-hari belajar di pesantren sambil berjuang agar selalu sehat.

    Tibalah ujian akhir. Tiba waktunya menyetorkan hafalan minimal lima juz. Namun, ternyata … hasil ujian mengharuskanku menjalani remedial tiga juz.

    Ya Allah, bagaimana mungkin dalam waktu tiga hari aku bisa mengejar ketertinggalan itu? Tiga hari ! Hanya tiga hari waktu yang diberikan padaku.

    Keraguan dan rasa pesimistis sempat menguasai diriku. Tapi … aku tak punya pilihan lain. Aku memang harus melewati semua itu. Aku pasrah. Aku akan berusaha menghafal tiga juz itu sekuat tenagaku. Selebihnya, kuserahkan kepada Allah.

    Sedikit waktu yang tersisa itu kupakai untuk membaca Al Quran dan memperlancar hafalanku. Berulang-ulang, berulang-ulang. Aktivitas lain kusingkirkan. Aku ingin berfokus pada hafalanku saja. Aku pun semakin banyak memohon ampunan dan kemudahan kepada Allah. Laa haula wa laa quwwata illah billaah.

    Alhamdulillah. Aku bisa menghafalkan tiga juz itu dengan lancar, bahkan lulus dengan predikat istimewa.

    Sejak itulah, aku menyadari bahwa menghafal Al Quran adalah proses tarbawi, sebuah pendidikan jiwa. Aku langsung teringat ayat 17 dalam surah Al Qamar,

    “Dan sungguh, telah Kami mudahkan Al Quran untuk peringatan maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran ?”

    Badai Belum Berlalu

    Lulus dari Madrasah Aliyah, aku berharap memasuki jenjang pendidikan tinggi. Namun …, jalanku terhalang. Aku tidak diterima sebagai mahasiswa di seluruh kampus yang aku minati. Serangkaian tes yang kujalani tidak satu pun yang menjadikan aku sebagai mahasiswa di kampus-kampus itu.

    Kecewa ? Tentu saja. Bisa berkuliah di sana adalah impianku. Tapi sekarang, impianku itu buyar. Kondisi ekonomi keluarga pun tak memberiku pilihan. Aku hanya bisa berharap kepada Allah agar memberikan jalan keluar terbaik bagiku.

    Dalam keterpurukan itu, orang tua mengajakku berkunjung ke sebuah lembaga Al Quran. Di sana, aku bertemu dengan komunitas penghafal Al Quran. Kutemukan ketenangan di sana. Namun, di hatiku terselip rasa minder karena aku hanya memiliki hafalan beberapa juz. Itu pun tidak begitu kuat dan masih tercerai berai.

    Bismillahi tawakkaltu ‘alallah. Aku memantapkan hati untuk mulai beraktivitas di sana. Usiaku 24 tahun kala menjalani hari-hari bersama Al Quran di sana. Aku juga menjadi pengurus harian untuk membantu tata kelola lembaga tempatku menghafal Al Quran.

    Dalam proses menghafal pun, aku tidak bisa hanya berdiam diri di pondok. Aku harus sering keluar untuk menjalankan berbagai amanah serta berinteraksi dengan masyarakat untuk mensyiarkan Al Quran.

    Keajaiban Itu Nyata

    Kesibukan di pondok ternyata berdampak positif bagiku. Penyakit yang selama ini kuderita mulai jarang kambuh. Pendarahan dan lebam-lebam itu tidak lagi sering menerpaku. Tanpa terasa, setahun berada di pesantren tahfiz itu, aku bisa selesai menghafal 30 juz Al Quran. Alhamdulillah, Allahu Akbar. Aku seperti mendapat keajaiban yang tidak terbayangkan.

    Aku merasa kemampuan itu merupakan limpahan rezeki dari Allah atas segala ujian yang kualami sebelumnya. Allah telah memudahkan setiap ikhtiar yang kulakukan. Penyakit yang selama ini kuderita pun tak pernah datang lagi. Aku dinyatakan sembuh.

    Sembuh dari autoimun adalah hal yang sepertinya mustahil. Namun, jika Allah sudah berkehendak, apapun bisa terjadi. Allah Maha Menyembuhkan, aku sangat yakin itu.

    Indah sekali cara Allah memberikan hikmah dan hidayah kepadaku melalui Al Quran ini. Sejak itu, aku berkomitmen tidak akan lagi melalaikan Al Quran sesibuk apapun aku. Kesibukan tidak akan membuatku menyerah karena aku sangat meyakini kebenaran kalimat ini, “Bukan amanah yang dikurangi, tetapi pengorbanan yang harus ditambah.”

    Keajaiban demi keajaiban silih berganti menghampiri hidupku. Salah satunya adalah dosen dan mahasiswa dari kampus yang kuimpikan dulu, saat ini justru belajar Al Quran bersamaku. Mereka sering mengajakku ikut serta dalam beberapa acara Al Quran. Aku merasa inilah berkah Al Quran yang nyata. Aku ingat sebuah hadist,

    “Dikatakan kepada ahli Al Quran (ketika di surga kelak), ‘Bacalah dan naiklah serta tartillah, sebagaimana engkau di dunia menartilnya. Karena kedudukanmu (di surga) sesuai akhir ayat yang engkau baca.” (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi dari sahabat Abdullah bin Amr. r.a; disahihkan Syekh Al Albani).

    Indahnya Hidup Bersama Al Quran

    Tepat saat berusia 24 tahun, aku dipinang seorang laki-laki yang insya Allah menjadi jodoh dunia-akhiratku. Pada mulanya, kami mengarungi bahtera rumah tangga dengan tertatih. Namun, selalu ada kemudahan yang Allah sajikan di balik ikhtiar dan kesungguhan yang kami lakukan.

    Tibalah aku pada kondisi yang bisa kuambil pelajaran penting dari-Nya, yaitu kehamilan anak pertamaku. Allah menguji kesungguhanku sebagai seorang ibu yang juga harus menjaga hafalan Al Quran. Aku haru sbertahan demi janin dalam kandunganku.

    Dokter memutuskan melakukan tindakan operasi karena keadaanku tidak memungkinkan untuk melahirkan secara normal. Keputusan diambil karena kehamilan pertamaku ini berisiko tinggi. Namun, aku meyakinkan diri bahwa Allah pasti akan menjaga hamba-Nya yang senantiasa “menjaga-Nya” melalui Al Quran. Atas kuasa-Nya, operasi tidak jadi dilakukan. Akupun bisa melewati masa kritis saat melahirkan anak pertamaku itu.

    *****************

    testimoni dalam dekapan mukjizat al qur'an

    Begitulah sebagian cuplikan dari kisah inspiratif islami ibu Lana Salikah Azhariyyah. Seorang hafiz quran sekaligus Ibu rumah tangga, dan juga aktivis syiar qurani, serta pengurus Pesantren Pondok Quran Boarding School, Cilengkrang, Kabupaten Bandung.

    Bagi sahabat dan pembaca yang ingin mengikuti kisah inspiratif ini secara lengkap, beserta 14 kisah-kisah inspiratif lainnya dari para ibu pejuang penghafal quran, dapat membacanya pada buku “Dalam Dekapan Mukjizat Al Quran” yang telah kami bahas pula pada artikel sebelumnya : Buku Inspiratif Dalam Dekapan Mukjizat Al Quran.

    Insya Allah buku tersebut akan dapat memotivasi kita untuk mempelajari dan menghafalkan Al Quran. Bagaimanapun kondisi kita saat ini, apapun profesi dan aktivitas yang sedang kita jalani saat ini, betapa pun terbatasnya waktu kita saat ini, maka Al Quran haruslah sebagai bagian utama dari aktivitas harian kita. Insya Allah membaca buku ini, akan membangkitkan motivasi kita untuk berproses mencintai Al Quran. Aamiin.

    Untuk pemesanan silahkan hubungi kontak berikut ini : 087821830344.

    Semoga bermanfaat.

    5 Pesan Nasihat Penuh Hikmah Luqman Tentang Pendidikan Anak

    Inspirasi, Parenting No comment
    5 Pesan Nasihat Penuh Hikmah Luqman Tentang Pendidikan Anak
    nasihat penuh hikmah luqman al hakim.jpg

    gambar : hidayatullah.com

    5 PESAN NASIHAT PENUH HIKMAH LUQMAN TENTANG PENDIDIKAN ANAK. Sahabat Quran yang dimuliakan Allah, di dalam Al Quran kita sudah sering mendengarkan kisah tentang seseorang yang bernama Luqman Al-Hakim. Bahkan salah satu surat di dalam Al Quran pun diberi nama surat Luqman, yaitu surat yang menempati urutan ke-31 dalam urutan surat-surat Al Quran yang berisikan 34 ayat serta diturunkan pada periode dakwah nabi di Mekkah (surat Makkiyah).

    Surat Luqman ini berisikan tentang kisah bagaimana Luqman memberikan pendidikan dan nasihat kepada anaknya. Siapakah sesungguhnya Luqman Al-Hakim ini ?  Apa saja hikmah-hikmah kebijaksanaan yang ia sampaikan dan dapat kita pelajari serta terapkan dalam kehidupan, khususnya dalam hal mendidik putra-putri kita agar dapat menjadi mujahid-mujahid terbaik kelak.

    Berikut ini kutipan pembahasan tentang nasihat penuh hikmah dari Luqman Al-Hakim tentang pendidikan anak-anak, yang penulis tulis ulang dari buku Islamic Parenting karangan Syaikh Jamal Abdurrahman.

    Siapakah Luqman ?

    Luqman Al-Hakim merupakan seorang lelaki yang diberikan karunia hikmah oleh Allah sebagaimana yang disebutkan dalam firman-Nya :

    Allah berfirman,

    وَلَقَدْ آتَيْنَا لُقْمَانَ الْحِكْمَةَ

    “Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmah kepada Luqman” (Q.S. Luqman: 12)

    Hikmah yang Allah berikan kepadanya antara lain berupa ilmu, agama dan kebenaran dalam ucapan. Kata-kata bijaknya banyak dan telah diriwayatkan secara turun-temurun. Dia memberikan fatwa sejak Nabi Daud AS belum diutus, dan kemudian ketika Nabi Daud AS diutus menjadi Nabi, ia meninggalkan fatwanya dan berguru kepada Nabi Daud AS.

    Ketika ditanya tentang sikapnya itu, ia pun menjawab, “Tidakkah lebih baik bagiku berhenti memberi fatwa bila telah ada yang menanganinya?”. Ketika ditanya kepadanya, “Siapakah orang yang jahat itu ?” Luqman menjawab, ” Orang yang tidak peduli bila orang lain melihatnya berbuat jahat” (tafsir Jalalain).

    Mujahid berkata,”Luqman adalah seorang budak hitam dari Habasyah, tebal kedua bibirnya, dan lebar kedua telapak kakinya. Pada suatu hari ketika dia duduk di majelis sedang berceramah kepada orang banyak, datanglah seorang lelaki menemuinya, lalu bertanya, ‘Bukankah engkau yang tadi menggembala kambing di tempat ini dan itu?’ Luqman menjawab, ‘Benar.’ Lelaki itu bertanya, ‘Lalu apa yang menghantarkanmu sampai pada kedudukan terhormat seperti yang kulihat sekarang ini?’ Luqman menjawab, ‘Benar dalam berbicara dan diam terhadap hal-hal yang bukan menjadi urusanku.’”

    Khalid Ar-Rib’i mengatakan, “Luqman adalah budak Habsyi. Pada suatu hari tuannya menyuruhnya, ‘Sembelihkanlah buat kami kambing ini.’ Luqman pun menyembelihnya dan tuannya berkata, ‘Keluarkanlah dari dalamnya dua gumpal darah yang terbaik.’ Lalu Luqman mengeluarkan lidah dan jantung. Luqman tinggal beberapa lama seperti yang dikehendaki oleh Allah, lalu tuannya berkata lagi, ‘Sembelihkanlah kambing buat kami.’ Luqman pun menyembelihnya dan tuannya berkata, ‘Keluarkanlah dari dalamnya dua gumpal darah yang terburuk.’ Lalu Luqman mengeluarkan lidah dan jantung pula, yang membuat tuannya bertanya, ‘ Kuperintahkan kamu untuk mengeluarkan dua gumpal darah yang terbaik dari dalamnya, maka kamu mengeluarkan keduanya, dan kuperintahkan pula kamu mengeluarkan dua gumpal darah yang terburuk dari dalamnya, tetapi ternyata kamu mengeluarkan keduanya pula.’ Luqman pun menjawab, ‘Sungguh, tiada suatu bagianpun yang lebih baik daripada keduanya apabila keduanya baik dan tiada yang lebih buruk dari pada keduanya jika keduanya buruk’.” (Ibnu Katsir)

    Al-Qurthubi mengatakan, “Menurut suatu pendapat, Luqman adalah anak laki-laki saudara perempuan Nabi Ayyub yang menikah dengan anak laki-laki adik perempuan ibunya. Pernah ada seorang lelaki yang memandanginya, maka Luqman berkata, “Jika engkau lihat aku mempunyai sepasang bibir yang tebal lagi kasar, maka sungguh dari keduanya keluar kata-kata yang lembut, dan jika engkau melihat rupaku hitam, maka sungguh hatiku putih.”

    PESAN-PESAN / NASIHAT PENUH HIKMAH LUQMAN TENTANG PENDIDIKAN ANAK

    nasihat-penuh-hikmah-luqman-al-hakim

    1. Jangan Berbuat Syirik

    Allah berfirman,

    وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ

    “Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, pada waktu ia memberi pelajaran kepadanya, ‘Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.” (QS. Luqman: 13).

    Ibnu Katsir telah mengatakan dalam tafsirnya, Luqman berpesan kepada putranya sebagai orang yang paling disayanginya dan paling berhak diberi pengetahuannya yang paling utama. Karena itu, dalam wasiat pertamanya Luqman berpesan kepada anaknya untuk beribadah kepada Allah semata, tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun karena perbuatan itu termasuk dalam dosa / kezaliman yang besar.

    Zalim disini bermakna Syirik,  dan merupakan dosa yang paling besar. Sehubungan dengan hal ini, Bukhari telah meriwayatkan melalu Abdullah bin Mas’ud yang telah menceritakan firman Allah :

    الَّذِينَ آمَنُوا وَلَمْ يَلْبِسُوا إِيمَانَهُمْ بِظُلْمٍ

    “Orang-orang yang beriman dan tidak mencampur adukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik).” (QS. Al-An’am : 82)

    Kami berkata, “Wahai Rasulullah, siapakah diantara kami yang tidak berbuat zalim terhadap dirinya sendiri ?”.

    Rasulullah SAW bersabda, “Pengertiannya tidaklah seperti yang kalian katakan bahwa mereka tidak mencampur adukkan iman mereka dengan kezaliman, yang dimaksud kezaliman ialah kemusyrikan. Tidakkah kalian pernah mendengar ucapan Luqman kepada anaknya yang disitir  oleh firman-Nya, “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah. Sesungguhnya mempersekutukan Allah adalah benar-benar kezaliman yang besar.” (QS. Luqman : 13). (HR. Bukhari, Kitab Ahaditsil Anbiya 3110)

    2. Allah Mengetahui Keadaan Hamba-Nya

    Allah berfirman,

    يَا بُنَيَّ إِنَّهَا إِنْ تَكُ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ فَتَكُنْ فِي صَخْرَةٍ أَوْ فِي السَّمَاوَاتِ أَوْ فِي الْأَرْضِ يَأْتِ بِهَا اللَّهُ إِنَّ اللَّهَ لَطِيفٌ خَبِيرٌ

    “(Luqman berkata), ‘Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha halus lagi Maha Mengetahui.” (QS. Luqman: 16).

    Ibnu Katsir mengatakan bahwa seandainya amal sekecil biji sawi itu dibentengi dan ditutupi, berada di dalam batu besar yang membisu atau hilang dan lenyap di kawasan langit dan di dalam bumi, sungguh Allah pasti akan menemukannya. Demikian karena tiada sesuatu pun yang tersembunyi dari-Nya dan tiada sebutir biji sawi pun, baik yang ada di langit maupun di bumi, yang terhalang oleh penglihatan-Nya.

    Al-Qurthubi mengatakan, “Telah diceritakan bahwa putra Luqman bertanya kepada ayahnya tentang sebutir biji yang jatuh ke dasar laut, apakah Allah mengetahuinya? Maka Luqman menjawab dengan mengulangi jawaban semula dalam firman-Nya, ‘Sesungguhnya Allah Maha halus lagi Maha Mengetahui.’” (QS. Luqman: 16).

    3. Dirikan Shalat, Amar Ma’ruf Nahi Munkar, dan Sabar

    Luqman terus-menerus memberikan pengarahan kepada putranya dalam pesan selanjutnya. Kisahnya disebutkan dalam firman-Nya,

    يَا بُنَيَّ أَقِمِ الصَّلَاةَ وَأْمُرْ بِالْمَعْرُوفِ وَانْهَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَاصْبِرْ عَلَى مَا أَصَابَكَ إِنَّ ذَلِكَ مِنْ عَزْمِ الْأُمُورِ

    Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).” (QS. Luqman: 17).

    Ibnu Katsir menjelaskan dalam kitabnya, “Dirikanlah shalat lengkap dengan batasan-batasan, fardhu-fardhu, dan waktu-waktunya. Perintahkanlah yang baik dan cegahlah yang munkar sesuai kemampuan dan jerih payahmu. Karena untuk merealisasikan amar ma’ruf dan nahi munkar, pelakunya pasti akan mendapat gangguan dari orang lain. Oleh karena itu, dalam pesan selanjutnya Luqman memerintahkan kepada putranya untuk bersabar.”

    Menurut pendapat lain, Luqman memerintahkan putranya untuk bersabar menghadapi berbagai macam kesulitan hidup di dunia, seperti berbagai macam penyakit dan sebagainya, dan agar jangan sampai ketidaksabarannya menghadapi hal tersebut menjerumuskannya ke dalam perbuatan durhaka terhadap Allah.

    Pendapat ini cukup baik karena pengertiannya bersifat umum. Demikianlah menurut Al-Qurthubi dalam kitab tafsirnya. Menurut makna lahiriahnya, wallahu’alam, bahwa firman-Nya, “sesungguhnya itu” menunjukkan pada mengerjakan shalat, menunaikan amar ma’ruf dan nahi mungkar, serta bersabar menghadapi gangguan dan musibah, semuanya termasuk hal-hal yang diwajibkan oleh Allah.

    4. Jangan Sombong

    Allah berfirman,

    وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمْشِ فِي الْأَرْضِ مَرَحًا إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ

    Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (QS. Luqman: 18),

    Ibnu Katsir mengatakan, “Janganlah engkau bersikap sombong dengan meremehkan hamba-hamba Allah dan memalingkan mukamu dari mereka bila mereka berbicara denganmu.”

    Makna ayat di atas menurut Al-Qurthubi, “Janganlah kamu palingkan mukamu dari orang-orang karena sombong terhadap mereka, merasa besar diri, dan meremehkan mereka.” Maka yang dimaksud adalah hadapkanlah wajahmu ke arah mereka dengan penampilan yang simpatik dan menawan. Apabila orang yang paling muda diantara mereka berbicara dengannya, dengarkanlah ucapannya sampai dia menghentikan pembicaraannya. Demikian yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW.

    5. Bersikaplah Pertengahan

    Allah berfirman,

    وَاقْصِدْ فِي مَشْيِكَ وَاغْضُضْ مِنْ صَوْتِكَ إِنَّ أَنْكَرَ الْأَصْوَاتِ لَصَوْتُ الْحَمِيرِ

    “Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.” (QS. Luqman: 19).

    Al-Qurthubi mengatakan, setelah Luqman memperingatkan anaknya agar waspada terhadap akhlak tercela, ia lalu menggambarkan kepadanya akhlak mulia yang harus dikenakannya. Yaitu mengambil sikap pertengahan dalam berjalan. Cara berjalan pertengahan adalah melangkah antara cepat dan lambat. Hanya Allah yang lebih mengetahui makna yang dimaksud. Akan tetapi, Allah sendiri memuji orang yang bersikap demikian sebagaimana yang telah disebutkan keterangannya dalam surat Al-Furqan,

    وَعِبَادُ الرَّحْمَنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الْأَرْضِ هَوْنًا

    “Dan hamba-hamba Rabb yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati” (QS. Al-Furqan: 63).

    “Dan lunakkanlah suaramu.”, Al-Qurthubi menjelaskan, “Kurangi suaramu dari suara yang keras.” Dengan kata lain, janganlah kamu memaksakan diri mengeluarkan suara yang sangat keras, tapi dalam batas seperlunya, karena suara yang keras lebih dari yang diperlukan adalah tindakan yang dipaksakan dan dapat mengganggu. Makna keseluruhan ialah bersikap rendah hati atau tawadhu.

    Tentang kalimat, “Sesungguhnya seburuk-buruknya suara adalah suara keledai.”, Al-Qurthubi menjelaskan, “Suara yang paling buruk dan paling tidak enak didengar ialah suara keledai.”

    Dalam sebuah riwayat  disebutkan bahwa tidaklah sekali-kali keledai memekik dan tidaklah sekali-kali anjing menggonggong, melainkan karena melihat setan. Sufyan Ats-Tsauri mengatakan bahwa suara segala sesuatu adalah tasbih, kecuali suara lengkingan keledai. Ibnu Katsir mengatakan, “Penyerupaan meninggikan suara dengan suara keledai menunjukkan bahwa hal itu haram dan sangat tercela.

    Secara garis besarnya, ayat pada surat Al Furqon di atas merupakan dalil yang menunjukkan buruknya meninggikan suara dalam berbicara dan berkhutbah, sama buruknya dengan suara keledai, karena suara keledai sangat tinggi.

     

    Demikianlah sahabat-sahabat quran sekalian, secuplik nasihat/pesan penuh hikmah dari Luqman tentang pendidikan anak yang tertulis dalam Al Quran. Untuk mendapatkan lebih banyak lagi materi tentang kajian Islamic Parenting, sahabat dapat memiliki buku “Islamic Parenting“, karangan Syaikh Jamal Abdurrahman melalui link berikut ini : Cara Mendidik Anak Menurut Islam.

    Semoga bermanfaat.

    Buku Inspiratif “Dalam Dekapan Mukjizat Al Quran”

    Alquran, Buku Islami, Parenting No comment
    Buku Inspiratif “Dalam Dekapan Mukjizat Al Quran”

    DALAM DEKAPAN MUKJIZAT AL QURAN. Sahabat quran yang senantiasa mengharapkan ridho Allah SWT, kali ini penulis akan berbagi informasi tentang sebuah buku baru, yang sangat layak dimiliki oleh sahabat-sahabat pondok islami, yang senantiasa berusaha untuk dekat dan mencintai Al Quran.

    Sebuah buku yang diterbitkan oleh penerbit Syaamil Books, grup penerbit Syaamil Quran, dan isinya merupakan rangkuman kisah-kisah dari para wanita sholehah dan para ibu, yang berjuang untuk mampu menghadirkan keajaiban Al Quran dalam rumah tangga dan aktifitas kesehariannya.

    Bagaimana lika-liku mereka berjuang untuk mampu menghadirkan keajaiban Al Quran dalam rumah tangganya. Di tengah berbagai kesibukan kesehariannya sebagai seorang ibu dan istri, bahkan sekaligus juga merangkap sebagai seorang profesional. Tentu saja akan dipenuhi dengan berbagai godaan, cobaan dan tantangan hingga menghadirkan kisah-kisah perjuangan yang sangat menarik dan penuh dengan hikmah pembelajaran.

    Berikut ini adalah sinopsis dari Buku “DALAM DEKAPAN MUKJIZAT AL QURAN” yang sangat layak dimiliki oleh sahabat dan pencinta Al Quran yang selalu rindu untuk mampu menghadirkan Al Quran dalam rumah tangganya.

    SINOPSIS BUKU “DALAM DEKAPAN MUKJIZAT AL QURAN”

    “Al Qur’an akan datang pada hari Kiamat seperti orang yang wajahnya cerah. Lalu, bertanya kepada penghafalnya, ‘Kamu kenal aku? Akulah yang membuat kamu tidak tidur pada malam hari, yang membuat kamu kehausan pada siang harimu ….’, kemudian diletakkan mahkota kehormatan di kepalanya dan kedua orang tuanya diberi pakaian indah yang tidak bisa dinilai dengan dunia seisinya.

    Lalu, orang tuanya bertanya,

    “Ya Allah, dari mana kami bisa diberi pakaian seperti ini?’ Kemudian, dijawab, ‘Karena anakmu belajar Al Qur’an.’ ” (HR. Ath-Thabrani)

    Siapa yang tidak mau diberi mahkota kehormatan? Siapa yang tidak mau mempersembahkan pakaian indah untuk orang tuanya pada hari Kiamat? Siapa pun pasti menginginkannya. Insya Allah, semua itu bisa didapatkan jika kita dekat dengan Al Qur’an, apalagi menghafalkannya.

    Dalam buku ini, diceritakan perjuangan para ibu dalam menghafalkan Al Qur’an hingga mendapatkan gelar hafizah. Kesibukan mengurus rumah dan mendidik anak tidak menyurutkan langkah mereka. Bahkan, di antara mereka ada juga yang berprofesi sebagai dokter dan anggota dewan. Mobilitas mereka yang tinggi tidak menjadi penghalang untuk berjuang meraih mahkota hafizah.

    Kisah perjuangan para hafizah itu disajikan dalam gaya bahasa naratif. Dramatisasi cerita mampu menyentuh hati dan membangkitkan semangat untuk turut berjuang menghafalkan Al Qur’an

    Siapa pun yang ingin mendapatkan keutamaan dan syafaat dari Al Qur’an kelak, siapa pun yang ingin menghadiahkan pakaian kehormatan untuk orang tuanya kelak, membaca buku ini dapat menjadi langkah awal perjuangan untuk meraihnya.

    Selamat membaca! Selamat mengikuti jejak para hafizah!

    INFORMASI BUKU DALAM DEKAPAN MUKJIZAT AL QURAN

    Bagi sahabat yang ingin memiliki buku ini dapat menghubungi kami melalui WA grup Pondok Islami, silahkan klik link tersebut atau link berikut ini ===> Info Buku DALAM DEKAPAN MUKJIZAT AL QURAN.

    Selanjutnya kami tampilkan beberapa informasi/spoiler dari buku “Dalam Dekapan Mukjizat Al Quran” di bawah in i:

     

    dalam dekapan mukjizat al qur'an

    testimoni 2 dalam dekapan mukjizat al qur'an

    testimoni dalam dekapan mukjizat al qur'an

    Demikianlah informasi tentang buku “Dalam Dekapan Mukjizat Al Quran”. Semoga bisa menjadi acuan sekaligus referensi bagi sahabat pencinta Al Quran yang ingin memiliki buku-buku berkualitas.

    Semoga bermanfaat.

    Sinopsis dan Testimoni Buku “Kepemimpinan Jalan Langit” Riza Zacharias

    Buku Islami, info, Inspirasi No comment
    Sinopsis dan Testimoni Buku “Kepemimpinan Jalan Langit” Riza Zacharias

    SINOPSIS DAN TESTIMONI BUKU KEPEMIMPINAN JALAN LANGIT RIZA ZACHARIAS. Sahabat Quran yang dimuliakan Allah SWT, sehubungan dengan masa pre-order buku Kepemimpinan Jalan Langit karangan Bapak Riza Zacharias (owner sekaligus pendiri penerbit mushaf Al Quran, Syaamil Quran), hingga tanggal 28 Juni 2018, berikut ini penulis informasikan sinopsis dan testimoni dari para tokoh yang telah membaca buku tersebut.

    Sinopsis Buku “KEPEMIMPINAN JALAN LANGIT”

    Pernah mendengar atau bahkan sering mendengar kalimat Man Jadda Wajada? Yup, sebuah kalimat yang mengandung motivasi dan mampu membangkitkan kekuatan untuk tetap berjuang.

    Bahkan ada yang bilang itu adalah mantra ajaib. Siapa yang bersungguh-sungguh maka ia akan berhasil. Tapi sebenarnya tidak hanya sampai di situ, tidak cukup hanya besungguh-sungguh saja. Lakukan kesungguhan tersebut pada jalan yang benar, pada lintasan lurus yang di ridhai oleh Allah.

    Setiap impian, betapapun tingginya, jika kita berjuang dengan sungguh-sungguh serta tetap berada di jalan-Nya, niscaya akan terwujud atas ridha-Nya.

    Karena sesungguhnya spirit Man Jadda Wajada tersebut perlu diaplikasikan secara tepat dan benar. Kerja keras, kerja cerdas, dan tentu saja kerja halal.

    Spirit Man Jadda Wajada inilah yang coba dihadirkan dalam buku Kepemimpinan Jalan Langit karya Pak Riza Zacharias pemilik Sygma Group, Syaamil Qur’an. Bahwa kesungguhan yang dibangun dengan kerja cerdas, kerja keras dan tetap berada di koridor yang benar, mampu memberikan semangat luar biasa. Semangat yang tetap dijaga, dipupuk, tak goyah oleh rintangan, tak gentar dengan cobaan, untuk meraih mimpi-mimpi yang tertanam dalam hati.

    Kepemimpinan Jalan Langit mengajarkan kita tidak ada perjuangan yang akan sia-sia. Tidak ada kesungguhan yang hasilnya nol. Meski perjuangannya tidak mudah, meskipun jalannya tidak mulus, spirit itu tetap dipegang, tetap menjadi mantra ajaib. Tidak boleh patah semangat, apalagi sampai terpuruk dan hancur. Perjuangan yang terus menerus, disertai kesungguhan , kerja keras dan doa, maka hasilnya niscaya akan terasa manis.

    Berkat kegigihannya atas izin Allah ta’ala, Syaamil Quran miliki jaringan luas, punya percetakan yang mampu produksi 5000 exemplar sehari, dan Riza Zacharias kini sudah miliki relasi yang sudah meng-internasional.

    Dengan tagline “Mudah dan Menyenangkan”, Syaamil Quran sudah banyak membantu umat Islam di seluruh Indonesia mempelajari dan memahami Alquran. Kini beliau ingin berbagi tentang rahasia suksesnya melalui buku “Kepemimpinan Jalan Langit” ini.

    Beliau sadar bahwa untuk meraih kesuksesan tidak semudah balikkan telapak tangan. Sebagaimana yang beliau alami dalam membangun bisnisnya. Pernah sampai mengalami berada di titik nadir, tidak mampu mencukupi gaji pegawainya, bahkan harus dicicil.

    Semua itu terjadi karena ada kesalahan-kesalahan yang telah menemani keseharian bisnis Syaamil Quran.

    Apa saja kesalahan-kesalahan tersebut?
    Bagaimana Syaamil bangkit dari bangkrut?

    Dalam bukunya ini Pak Riza pun mengajarkan hal-hal fundamental yang sangat dibutuhkan bagi para pebisnis pemula yang baru mulai membangun bisnisnya, agar terhindar dari kesalahan-kesalahan tersebut.

    Bagaimana memilih bisnis yang tepat untuk pemula.
    Apa saja kesalahan-kesalahan yang harus dihindari dalam bisnis.
    Langkah-langkah apa yang harus ditempuh untuk keluar dari kehancuran bisnis.
    Cara agar bisnis bertumbuh pesat.
    Memperoleh keberkahan dalam bisnis dengan menerapkan “Kepemimpinan Bisnis Melalui Prinsip-prinsip Langit”.

    Bukan buku biasa, ada spirit Man Jadda Wajada disitu. Dan karena spirit itu menular, maka siapapun sangat pantas membacanya. Setelahnya, semangat kita akan kembali menggebu dan kita pun siap kembali melangkah meraih mimpi. Siapapun berhak untuk sukses, begitu pula dengan Anda, sahabat.

    Testimoni Buku “KEPEMIMPINAN JALAN LANGIT”

    Berikut ini adalah beberapa testimoni dari para tokoh / pebisnis yang sudah membaca buku Kepemimpinan Jalan Langit dan bisa menjadi referensi rujukan bagi sahabat yang tertarik untuk ikut memiliki buku ini.

    Testimoni kepemimpinan jalan langit Rima

    Testimoni kepemimpinan jalan langit Furqon

    Testimoni Kepemimpinan jalan langit Adrilsyah

    testimoni-Dewa-Eka-Prayoga-kepemimpinan-jalan-langit

     

    Sebagai pelengkap referensi, berikut ini beberapa quotes dari Pak Riza tentang isi dari buku Kepemimpinan Jalan Langitnya ini :

    Quote Kepemimpinan Jalan Langit Riza2

    quote buku Jalan Langit Riza4

    quote buku Jalan Langit Riza3

    quote Buku Jalan Langit Riza5

    Quote Kepemimpinan Jalan Langit Riza

    Demikianlah sekilas gambaran dari buku Kepemimpinan Jalan Langit karangan Bapak Riza Zacharias, pendiri sekaligus pemilik dari penerbit Syaamil Quran. Semoga bisa menjadi referensi yang cukup membantu sahabat-sahabat sekalian yang ingin mendapatkan ilmu, pengalaman dan hikmah dari perjalanan bisnis beliau.

    Bagi sahabat yang ingin memiliki buku tersebut, segera lakukan pemesanan pada pada artikel kami Buku Kepemimpinan Jalan Langit.

    Semoga Bermanfaat.

     

    Menggapai Malam Lailatul Qadar : Tips Menjelang 10 Malam Terakhir Ramadhan

    Ibadah, info, Parenting No comment
    Menggapai Malam Lailatul Qadar : Tips Menjelang 10 Malam Terakhir Ramadhan

    malam-laylatul-qadr

    MENGGAPAI MALAM LAILATUL QADAR. Sahabat Al Quran pembaca setia Pondok Islami, tanpa terasa malam ini kita sudah mulai memasuki 10 hari terakhir di bulan Ramadhan tahun ini. Sebagaimana kita ketahui, salah satu keistimewaan bulan Ramadhan adalah dengan diberikannya satu malam yang sangat luar biasa kemuliaannya, yaitu malam Lailatul Qadar.

    Allah SWT berfirman, dalam surat Al-Qadr, ayat 1-5. Berikut surat Al-Qadr dan artinya :

    إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ (1) وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ (2) لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ (3) تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ (4) سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ (5)

    Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” (QS. Al Qadr: 1-5).

    Pada 10 hari terakhir di bulan Ramadhan, Allah SWT menyediakan diantara malam-malam tersebut, satu malam dimana kita berkesempatan (jika berhasil) meraih pahala, yang nilainya seperti beribadah selama 1.000 bulan.

    Bukan itu saja,  bahkan untuk malam spesial ini Allah SWT juga memberikan ampunan atas dosa-dosa kita. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang artinya :

    “Barangsiapa yang menghidupkan malam lailatul qadr karena iman dan mengharapkan pahala, maka Allah ampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” ( HR. Bukhari)

    Tidak mengherankan apabila Rasulullah pun memberlakukan kekhususan dalam ibadah di malam tersebut sebagaimana dituturkan oleh Aisyah Rahdiyallahu’anhu,

    “Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersungguh-sungguh dalam beribadah dengan kesungguhan yang tidak pernah terlihat di waktu-waktu yang lain.” (HR. Muslim)

    Jadi sahabat quran pembaca setia Pondok Islami, bisa kita renungkan bersama, manusia sekaliber Nabi Muhammad SAW, manusia terbaik sekaligus sosok nabi, yang akan membuka pintu surga pertama kali di hari kiamat nanti, masih mencari malam mulia tersebut, lalu bagaimana dengan kita ?

    Jika Kekasih Allah dan seseorang yang telah diampuni seluruh kekhilafannya, masih mencari malam Lailatul Qadar, lalu apakah kita yang jelas-jelas masih berlumuran dosa dan khilaf pantas bersantai-santai saja?

    Jika seorang nabi terbaik bangun disepertiga malam untuk menghidupkan malam-malamnya, apakah pantas kita umatnya malah sedang asyik tidur ?

    Jika Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam sibuk memperbanyak bacaan Al Qur’annya  sepanjang 10 hari terakhir Ramadhan, apakah kita tidak malu kalau malah sibuk nongkrong di luar? Mencari baju lebaran dan segala persiapan menyambut lebaran ?

    Sahabat Quran yang sama-sama merindukan surga, masih ada 10 hari terakhir didepan kita. Mari kita maksimalkan 10 hari terakhir bulan Ramadhan ini untuk berjuang semaksimal mungkin, meningkatkan amal ibadah kita, seperti yang dicontohkan oleh Rasulllah SAW.

    Ini 10 hari terakhir, jangan sampai kita lengah, maksimalkanlah ! Usir rasa malas dan kantuk serta berbagai godaan-godaan keduniawian itu ! Ingatlah, inilah babak final bulan suci, jangan sampai perjuangan kita selama 20 hari sebelumnya menjadi kurang bermakna karena kehilangan momentum meraih malam istimewa penuh kemuliaan, malam Lailatul Qadar.

    TIPS MENGGAPAI MALAM LAILATUL QADAR

    Untuk itu berikut ini kami sampaikan beberapa tips yang dapat sahabat terapkan, menjelang 10 malam terakhir Ramadhan. Tips ini merupakan nasehat dari sheikh Maher Al Muaqly, imam besar Masjidil Haram.

    malam-lailatul-qadar

    1. Mulailah dengan niat yang ikhlas. Jika sampai hari ini ibadah terasa belum maksimal, bersiaplah untukmemaksimalkannya. Jika benar-benar ingin memperbaikinya, masih ada waktu!
    2. Hari ini, bacalah tafsir surat Al-Qadr, dan pahami apa yang sesungguhnya terjadi pada malam lailatul qadar. Sahabat akan merasakan keagungan dan kekuatannya insyaa Allah.
    3. Jangan menunggu hingga malam ke 27 untuk mengerahkan segalanya. Seluruh malam dari 10 malam terakhir seharusnya jadi target kita. Bangunlah setiap malamnya. Jangan sampai lailatul qadar terlewati begitu saja.
    4. Jangan ikut-ikutan dengan perayaan-perayaan atau kegiatan-kegiatan yang tidak sesuai dengan tuntunan sunnah nabi shalallaahu ‘alayhi wasallam. Tuntunan beliau sederhana seperti hadist di atas : “Barangsiapa yang menghidupkan malam lailatul qadr karena iman dan mengharapkan pahala, maka Allah ampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” ( HR. Bukhari).
    5. Hafalkan doa malam lailatul qadar yang diajarkan Rasulullaah shalallaahu ‘alayhi wasallam ini : “Allaahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’ fu’anni (ya Allah, Engkau Maha Pengampun dan menyukai pengampunan, maka ampunilah aku)”.
    6. Siapkan daftar pendek doa-doa untuk dipanjatkan. Ingat, ini adalah waktu yang sangat istimewa bagi seorang hamba. Malam Qadar! Malam ditetapkannya takdir! Pilihlah doa-doa terbaik untuk agamamu, dunia akhiratmu dan keluargamu. Jangan lupakan saudara-saudaramu kaum muslimin yang tengah kesusahan di berbagai belahan dunia.
    7. Sempatkan tidur siang sejenak jika memungkinkan. Jagalah perutmu agar tidak terlalu kenyang dan tidurlah segera setelah isya dan tarawih sekedar untuk menyegarkan diri. Lalu bangunlah untuk beribadah.
    8. Jangan lupakan keluargamu! Rasulullah membangunkan para istrinya pada malam-malam ini. Anak-anakpun bisa diajak beribadah untuk beberapa saat, walau mungkin tidak selama orang dewasa. Siapkan, semangati dan motivasi mereka!
    9. Cara kita berpakaian dan mempersiapkan diri berpengaruh secara psikologis. Pakailah pakaian yang bagus dan wewangian (khusus di rumah untuk wanita) ketika beribadah.
    10. Pilihlah spot khusus yang kondusif untuk beribadah, apakah itu di mesjid atau di rumah. Letakkan sajadah, mushaf dan air minum sehingga kita tidak perlu beranjak dari sana jika perlu minum.
    11. Ini BUKAN malam untuk pasang status (misalnya : “alhamdulillaah, nikmatnya bermunajat kepada-NYA malam ini”, dsb) di FB atau media sosial apapun. Biarlah itu jadi rahasia indah antara hamba dengan Rabbnya. Maka, matikan dulu HP, tablet dan komputer. Putuskan dulu hubungan dengan dunia, dan nikmati jalinan hubungan dengan al-‘Afuwwu (Yang Maha Pemaaf) !
    12. Jika mengantuk, maka variasikan bentuk ibadah antara shalat, bermunajat dan membaca Al Qur’an. Lakukan bergantian. Jangan habiskan malam untuk mendengarkan ceramah atau tilawah, atau kalau sangat ngantuk, dengarkan sebentar saja untuk mengusir kantuk.
    13. Sabar adalah kuncinya, karena 10 malam terakhir mungkin akan sangat melelahkan. Engkau mungkin masih harus bekerja, sekolah atau aktifitas lainnya. Ini adalah saat untuk bersabar dengan kelelahan itu. Ingatlah Allah telah menganugerahimu dengan kesempatan berharga (akan luasnya ampunan), yang mungkin saja tidak datang lagi. Bukankah kita akan berlari, walau apapun yang terjadi, jika kita tahu pasti bahwa ini adalah Ramadhan terakhir kita dan surga hanya selangkah lagi?
    14. Ini yang paling penting : Husnudzon lah kepada Allah. Ketika bermunajat, ingatlah engkau sedang meminta pada Raja Yang Maha Pemurah. Jika kau berharap yang terbaik, Dia akan memberimu yang terbaik. Jangan ragu-ragu, yakinlah dan tumpahkan seluruh isi hatimu di hadapan-NYA. Jangan biarkan keragu-raguan dan prasangka buruk menjauhkanmu dari Arrahman Arrahiim.

    Allahumma ballighna laylatal qadr.

    (Terjemah bebas dari tulisan asli berbahasa Inggris semata-mata agar lebih banyak yang bisa mengambil manfaat biidznillaah. Mohon maaf atas segala kekurangan).

    Demikianlah artikel tentang Menggapai Malam Lailatul Qadar : Tips Menjelang 10 Malam Terakhir Ramadhan. Tulisan ini diambil dari beberapa sumber grup Whatsapp yang penulis ikuti yaitu group WA “Kajian Diin Islam” Kamis Malam-AKC-QA dan grup Whatsapp “Sahabat Qur’ani” dari tulisan Ustadz Muhammad Nuzul Dzikry, Lc.

    Semoga ALLAH memberikan taufiq dan hidayahnya untuk kita semua.
    Selamat Berjuang ! Bismillah.

    Wallahu a’lam bissawab