Kisah Nabi Ismail dan Mukjizat Nabi Ismail

No comment 373 views

kisah-nabi-ismail-mukjizat-nabi-ismail

KISAH NABI ISMAIL DAN MUKJIZAT NABI ISMAIL. Sahabat pencinta quran yang dimuliakan Allah SWT, kali ini kisah sejarah 25 Nabi dan Rasul sudah sampai kepada putra Nabi Ibrahim a.s., yaitu Nabi Ismail a.s. Allah SWT menerangkan dalam Al Quran tentang Ismail a.s. ini dalam surat Maryam ayat 54, yang artinya :

“Dan ceritakanlah kisah Ismail di dalam Al Quran. Sesungguhnya, ia adalah seorang yang benar janjinya, dan dia adalah seorang rasul dan nabi.” (QS. Maryam : 54)

Setelah kembali dari Mesir bersama istri, Ibrahim menikahi budak perempuannya yang bernama Hajar, atas saran istri pertamanya, Sarah. Setelah itu tak berapa lama kemudian Hajar melahirkan Ismail. Setelah lahir Ismail, Siti Sarah menjadi kurang suka terhadap Siti Hajar, karena Siti Hajar sudah mempunyai anak, sedangkan dirinya belum.

Nabi Ibrahim pun mengetahui hal itu, maka, Siti hajar bersama Ismail dibawah pindah ke Makkah. Pada waktu itu, negeri Makkah masih belum ada penghuninya. Al Quran menceritakan kejadian ini,

“Wahai Tuhan Kami ! Sesungguhnya saya telah menempatkan anak keturunan saya di lembah yang tidak ada tanaman pada tempat rumahmu (ka’bah) yang mulia.Wahai Tuhan Kami ! Semoga mereka tetap mendirikan shalat, hendaklah Engkau jadikan hati manusia rindu kepada mereka. Berilah mereka rezeki yang berupa buah-buahan, semoga mereka mau bersyukur.” (QS. Ibrahim : 37)

Selesai berdoa, Nabi Ibrahim kembali ke negeri Syam (Suriah, saat ini). Setelah lama, Siti hajar akhirnya kehabisan persediaan air. Siti Hajar merasa haus, begitu juga bayinya, Ismail, kekurangan air susu ibunya. Siti Hajar kemudian berusaha mencari air, dengan berlari hingga ke bukit Shafa dan Marwah, barangkali di sana ada air.

Akan tetapi beberapa kali ia pulang balik, antara kedua bukit tersebut, ia tidak mendapatkan air juga. Siti hajar kembali ke tempat Ismail sambil kebingungan, sementara bayi Ismail terus menangis kehausan. Pada saat itulah Allah mengeluarkan air dari bumi di tempat Ismail berbaring.

Air itu menyebar kemana-mana, dan Siti Hajar pun kemudian menggerakkan tangannya sambil mengucap “zam-zim” (berkumpullah), maka air itupun berkumpul. Air itu sekarang kita kenal dengan nama air zam-zam.

Pada waktu itu, suatu hari datanglah serombongan bangsa Jurhum, bangsa yang hidupnya nomaden (berpindah-pindah), mencari mata air. Ketika bertemu dengan Siti Hajar, mereka memohon izin untuk tinggal di sana. Atas kebaikan Siti Hajar, merekapun diperbolehkan tinggal di sana.

Dan sejak saat itu, mereka tinggal di sana, hingga lama kelamaan bertambah banyaklah penduduk di daerah tersebut (Makkah), dan menjadi sebuah desa yang tenteram, subur, dan makmur.

PENYEMBELIHAN ISMAIL

Atas perintah Allah SWT, Nabi Ibrahim a.s. pergi ke Makkah untuk melihat keadaan anak dan istrinya yang telah lama ditinggalkan di sana. Setibanya Nabi Ibrahim di Makkah, ia begitu tercengang melihat kenyataan bahwa daerah tersebut sekarang ternyata telah berkembang menjadi daerah yang ramai, subur dan makmur. Begitu pula keadaan anak dan istrinya, Siti Hajar serta Ismail hidup dalam keadaan bahagia.

Dalam waktu yang lama Nabi Ibrahim pun tinggal di Makkah, bersama Siti Hajar dan Ismail. Sampai suatu hari, Allah SWT memerintahkan Ibrahim, melalui mimpinya untuk menjadikan anaknya, Ismail, sebagai kurban. Sungguh Nabi Ibrahim menjadi kaget, ketika terbangun dari tidurnya, membayangkan perintah Allah yang datang melalui mimpinya. Ia duduk termenung, dan sadar bahwa mimpi itu adalah wahyu dari Allah. Namun sanggupkah ia menjalankan perintah Allah tersebut ?

Pagi harinya, Nabi Ibrahim duduk termenung dengan wajah yang sangat sedih. Apakah harus ia katakan mimpinya malam tadi kepada Ismail atau tidak. Padahal Ismail adalah anak satu-satunya yang sangat dicintainya. Wajah Ismail yang tampan, kecerdasan otaknya serta perangainya yang sopan dan sangat patuh kepada kedua orangtuanya, membuat berat hati Nabi Ibrahim untuk menceritakan mimpinya itu kepada Ismail.

Namun akhirnya, ketakwaannya kepada Allah SWT telah mengalahkan kekhawatirannya sendiri. Ia pun menceritakan mimpinya semalam kepada Ismail. Al Quran menceritakan peristiwa hebat ini dalam surat Ash-Shaffat, ayat 102, yang artinya :

“Dan ketika anak itu (Ismail) berusia cukup untuk dapat berlari bersama dia, berkatalah dia (Ibrahim),”Wahai anakku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu sebagai kurban, maka bagaimana pendapatmu tentang hal itu ?” 

Kemudian Ismail menjawab,

“Ia (Ismail) menjawab, ‘Wahai Bapakku, kerjakanlah apa yang telah diperintahkan (Allah) kepadamu, engkau akan mendapati (aku) insya Allah diantara orang-orang yang sabar dalam keimanan’ ” (QS. Ash-Shaffat : 102)

hikmah-ibadah-quran

sumber : voa-islam.com

Nabi Ibrahim pun akhirnya melaksanakan perintah itu. Ibrahim dan Ismail pergi ke sebuah tempat yang jauh dari pemukiman. Setelah mendapat tempat yang nyaman, mereka berhenti. Ibrahim kemudian meletakkan Ismail di sebuah lempengan batu hitam yang permukaanya halus.

Pedang yang akan dipergunakan memotong leher Ismail diasah tajam-tajam. Mata Ismail ditutup rapat-rapat. Setelah siap, Ibrahim pun berdoa kepada Allah SWT agar diberikan ketabahan dalam melakukannya.

Ketika pedang sudah hampir sampai di leher Ismail, secepat kilat malaikat menarik Ismail, dan menggantikannya dengan seekor domba besar dan bagus. Nabi Ibrahim pun tertegun, bagaikan berada di dalam mimpi, karena yang diptongnya ternyata bukan leher Ismail, tetapi leher domba.

Rupanya Allah SWT, hanya ingin menguji keteguhan iman Nabi Ibrahim, dan hingga kini, peristiwa penyembelihan Nabi Ismail dijadikan sebagai bagian dari ibadah yang disunnahkan untuk dilakukan oleh umat Islam, yaitu ibadah Kurban. Yaitu, menyembelih kambing atau domba untuk dijadikan Kurban, pada setiap hari Raya Idul Adha.

PEMBANGUNAN KA’BAH

Setelah Ismail dewasa, Allah memerintahkan Nabi Ibrahim untuk membangun Ka’bah sebagai kiblat kaum muslim sewaktu shalat. Setelah selesai, mereka berdoa, seperti yang dikisahkan dalam Al Quran surat Al-Baqarah, ayat 127-129, yang artinya,

“Dan ingatlah ketika Ibrahim beserta Ismail meninggikan dasar-dasar baitullah, seraya berdoa : ‘Wahai Tuhan Kami ! Terimalah amalan ini, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.’

‘Wahai Tuhan Kami ! Jadikanlah Kami berdua orang yang tunduk dan patuh kepada-Mu dan tunjukkanlah kepada Kami dan terimalah tobat Kami, sesungguhnya Engkaulah yang Maha Penerima Tobat lagi Penyayang.’

‘Wahai Tuhan Kami ! Utuslah untuk mereka seoran grasul dari golongan mereka yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat-Mu dan mengajarkan kepada mereka Al-Kitab (Al-Quran) dan hikmah, serta mensucikan mereka, sesungguhnya Engkaulah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.’ ” (QS. Al-Baqarah : 127-129) 

Setelah itu, maka Allah memerintahkan kepada Nabi Ibrahim a.s. agar mengundang dan mengajak kepada seluruh umat Islam untuk melaksanakan ibadah Haji ke baitullah (Ka’bah).

“Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan Ibadah Haji. Mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki dan mengendarai unta yang kurus, yang datang dari segenap penjuru yang jauh. Supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang ditentukan, atas rezeki yang diberikan kepada mereka : berupa binatang ternak, maka makanlah sebagiannya dan sebagian lainnya berikanlah kepada orang-orang sengsara dan fakir untuk dimakan.” (QS Al-Hajj : 27-28)

Demikianlah sahabat quran yang dimuliakan Allah SWT, sekelumit kisah Nabi Ismail dan mukjizat Nabi Ismail , Ibunda Hajar dan Nabi Ibrahim. Dari mereka kita bisa belajar tentang ketaatan dan kepatuhan yang luar biasa kepada perintah Allah SWT.

Kesabarannya benar-benar teruji dengan dikirimnya beliau bersama sang putra tercinta ke tempat gersang sendirian. Semoga Allah senantiasa menganugerahi kita dengan prasangka baik kepada-Nya, sehingga dengan itu kita akan selalu ridho terhadap apa pun yang menimpa kita, karena yakin bahwa itu semua adalah yang terbaik yang telah Allah SWT siapkan untuk hamba-hamba-Nya yang senantiasa taat kepada-Nya.

Wallahu’alam bishaawab.

 

author
Author: 

    Leave a reply "Kisah Nabi Ismail dan Mukjizat Nabi Ismail"

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.